mengangkut sampah tidak berubah. Berdasarkan data dari BPS tahun 2004, dari total timbunan sampah
yang terangkut dan di buang di Tempat Pembuangan akhir (TPA) berjumlah sekitar 41,28 %, di bakar 35,59 %, dikubur 7,97 %, di buang sembarangan (ke sungai, saluran, jalan, dsb) 14,01 % dan yangterolah (di kompos dan didaur ulang) hanya 1,15 %.
Tabel.1
Volume Rata-Rata Timbunan Sampah Harian Kota Metropolitan di Indonesia Tahun 2005-2007
Apabila hal ini dibiarkan tentu akan menimbulkan masalah baru, diantaranya adalah timbulnya penyakit yang berakibat gangguan kesehatan, menurunnya kualitas dan estetika lingkungan danterhambatnya pembangunan negara. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi DudySetiabudi mengatakan potensi gas dalam kandungan sampah berpotensi merusak lingkungan.Khususnya jenis CO
2
, NOX, dan NH
4
atau gas metan, yang menimbulkan efek rumah kaca. Namun apabila dikelola dengan baik, sampah memiliki nilai potensial yang amat tinggi. Pengelolaansampah menjadi pupuk kompos dalam skala besar tentu dapat memberikan hasil yang tidak sedikit. Halini juga tentu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar sehingga jumlah pengangguranakan berkurang.Sebelum mengolah sampah, kita harus mengetahui pengertian sampah terlebih dahulu. Sampahmerupakan semua material yang dibuang dari kegiatan rumah tangga, perdagangan, industri dankegiatan pertanian (www.dephut.go.id). Pengelolaan sampah di Jakarta masih berorientasi pada bagaimana membuat Jakarta menjadi bersih dengan cara pembersihan sampah di Jakarta, sehinggakebijakan yang ada adalah bagaimana memindahkan sampah dari tempat pembuangan sementara ketempat pembuangan akhir. Hal tersebut dapat diartikan dengan seberapa banyak alat transportasi yangdibutuhkan untuk memindahkan sampah tersebut ke TPA dan berapa banyak SDM yang dibutuhkanuntuk hal tersebut (Walhi, 2001). Minimnya armada pengangkut sampah ini memaksa DinasKebersihan DKI untuk menyewa sedikitnya 50 truk pengangkut sampah jenis compactor, dengan danasebesar Rp 40 miliar. Anggaran sebesar itu sudah meliputi biaya sewa kendaraan, honor sopir, hingga bahan bakar. Langkah Dinas Kebersihan DKI menyewa truk pengangkut sampah tersebut sebenarnyasudah berlangsung sejak tahun lalu. Hanya saja, itu baru sebatas penyewaan truk sampah jenis biasa.Dengan adanya 50 truk compactor itu, diproyeksikan mampu mengangkut sampah di Jakarta yangmencapai 6.000 ton atau setara 24.000 meter kubik per hari. Karena kapasitas satu truk dapatmengangkut 20 meter kubik untuk satu rit. Dalam sehari, satu truk compactor ditargetkan dapatmengangkut sampah sebanyak dua kali. Jumlah armada yang dimiliki Dinas Kebersihan DKI sendiri,saat ini sudah banyak yang mengalami kerusakan. Dari sekitar 700 unit kendaraan pengangkut sampah
yang dimiliki, sebanyak 280 unit (40%) sudah tidak layak operasi. Bahkan pada tahun anggaran 2008ini, ditaksir ada 100 unit kendaraan yang harus diremajakan.Volume sampah Jakarta, yang mencapai 6.000 ton per hari sendiri, diperkirakan akan terus melonjak
dengan tingkat kenaikan sekitar 5% per tahun. Padahal, berdasarkan data Dinas Kebersihan DKI, jumlah sampah yang terangkut pada 2007 adalah 85% dari total timbunan sampah.Dengan demikian belum terlihat adanya kebijakan Pemerintah Propinsi Jakarta untuk melakukan pengurangan volume sampah. Agar pengelolaan sampah berlangsung dengan baik dan mencapai tujuanyang diinginkan, maka setiap kegiatan pengelolaan sampah harus mengikuti filosofi pengelolaan
sampah. Filosofi pengelolaan sampah adalah bahwa semakin sedikit dan semakin dekat sampahdikelola dari sumbernya, maka pengelolaannya akan menjadi lebih mudah dan baik, serta lingkunganyang terkena dampak juga semakin sedikit. Filosofi pengelolaan sampah tersebut dapat dituangkan
melalui program 4R yang dikembangkan atas dasar hirarki berikut :1.
R ke 1 (
Replace
) , proses ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah denganmeminimalkan (minimasi) penggunaan barang-barang melalui cara menggantikan pemakaian
barang-barang tertentu. Sebagai contoh penggunaan tissue diganti dengan saputangan, plastik pembungkus diganti dengan daun sehingga timbunan sampah dapat berkurang.