Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sampah Tidak Selamanya Masalah(Udah Fix)

Sampah Tidak Selamanya Masalah(Udah Fix)

Ratings: (0)|Views: 628|Likes:
Published by Mega Dharma Putra
dibuat untuk mengikuti OLGENAS 2010 UGM Yogyakarta
dibuat untuk mengikuti OLGENAS 2010 UGM Yogyakarta

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Mega Dharma Putra on Aug 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/16/2011

pdf

text

original

 
Sampah Tidak Selamanya Masalah
Pengertian Sampah
Komposisi Sampah
Dampak Sampah Bagi Lingkungan
Volume Sampah Di Jakarta
Pengelolaan Sampah
Manfaat Pengelolaan Sampah
SAMPAH TIDAK SELAMANYA MENJADI MASALAH
 Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak bisa lepas dari sampah. Di kota-kota besar khususnyaJakarta, sampah merupakan satu dari sekian masalah yang sulit diatasi. Jakarta yang merupakan pusatkegiatan pemerintahan, ekonomi, dan kebudayaan memiliki banyak fasilitas umum yang tersediaseperti pertokoan, rumah sakit dan sekolah. Selain itu pertambahan jumlah penduduk yang tinggi di
 
Jakarta menimbulkan banyaknya perkampungan kumuh dan perumahan liar dipinggir-pinggir kota. Haltersebut tentu menyebabkan volume timbunan sampah semakin meningkat, namun kemampuan
 
mengangkut sampah tidak berubah. Berdasarkan data dari BPS tahun 2004, dari total timbunan sampah
 
yang terangkut dan di buang di Tempat Pembuangan akhir (TPA) berjumlah sekitar 41,28 %, di bakar 35,59 %, dikubur 7,97 %, di buang sembarangan (ke sungai, saluran, jalan, dsb) 14,01 % dan yangterolah (di kompos dan didaur ulang) hanya 1,15 %.
Tabel.1
 
Volume Rata-Rata Timbunan Sampah Harian Kota Metropolitan di Indonesia Tahun 2005-2007
 Apabila hal ini dibiarkan tentu akan menimbulkan masalah baru, diantaranya adalah timbulnya penyakit yang berakibat gangguan kesehatan, menurunnya kualitas dan estetika lingkungan danterhambatnya pembangunan negara. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi DudySetiabudi mengatakan potensi gas dalam kandungan sampah berpotensi merusak lingkungan.Khususnya jenis CO
2
, NOX, dan NH
4
atau gas metan, yang menimbulkan efek rumah kaca. Namun apabila dikelola dengan baik, sampah memiliki nilai potensial yang amat tinggi. Pengelolaansampah menjadi pupuk kompos dalam skala besar tentu dapat memberikan hasil yang tidak sedikit. Halini juga tentu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar sehingga jumlah pengangguranakan berkurang.Sebelum mengolah sampah, kita harus mengetahui pengertian sampah terlebih dahulu. Sampahmerupakan semua material yang dibuang dari kegiatan rumah tangga, perdagangan, industri dankegiatan pertanian (www.dephut.go.id). Pengelolaan sampah di Jakarta masih berorientasi pada bagaimana membuat Jakarta menjadi bersih dengan cara pembersihan sampah di Jakarta, sehinggakebijakan yang ada adalah bagaimana memindahkan sampah dari tempat pembuangan sementara ketempat pembuangan akhir. Hal tersebut dapat diartikan dengan seberapa banyak alat transportasi yangdibutuhkan untuk memindahkan sampah tersebut ke TPA dan berapa banyak SDM yang dibutuhkanuntuk hal tersebut (Walhi, 2001). Minimnya armada pengangkut sampah ini memaksa DinasKebersihan DKI untuk menyewa sedikitnya 50 truk pengangkut sampah jenis compactor, dengan danasebesar Rp 40 miliar. Anggaran sebesar itu sudah meliputi biaya sewa kendaraan, honor sopir, hingga bahan bakar. Langkah Dinas Kebersihan DKI menyewa truk pengangkut sampah tersebut sebenarnyasudah berlangsung sejak tahun lalu. Hanya saja, itu baru sebatas penyewaan truk sampah jenis biasa.Dengan adanya 50 truk compactor itu, diproyeksikan mampu mengangkut sampah di Jakarta yangmencapai 6.000 ton atau setara 24.000 meter kubik per hari. Karena kapasitas satu truk dapatmengangkut 20 meter kubik untuk satu rit. Dalam sehari, satu truk compactor ditargetkan dapatmengangkut sampah sebanyak dua kali. Jumlah armada yang dimiliki Dinas Kebersihan DKI sendiri,saat ini sudah banyak yang mengalami kerusakan. Dari sekitar 700 unit kendaraan pengangkut sampah
 
yang dimiliki, sebanyak 280 unit (40%) sudah tidak layak operasi. Bahkan pada tahun anggaran 2008ini, ditaksir ada 100 unit kendaraan yang harus diremajakan.Volume sampah Jakarta, yang mencapai 6.000 ton per hari sendiri, diperkirakan akan terus melonjak 
 
dengan tingkat kenaikan sekitar 5% per tahun. Padahal, berdasarkan data Dinas Kebersihan DKI, jumlah sampah yang terangkut pada 2007 adalah 85% dari total timbunan sampah.Dengan demikian belum terlihat adanya kebijakan Pemerintah Propinsi Jakarta untuk melakukan pengurangan volume sampah. Agar pengelolaan sampah berlangsung dengan baik dan mencapai tujuanyang diinginkan, maka setiap kegiatan pengelolaan sampah harus mengikuti filosofi pengelolaan
 
sampah. Filosofi pengelolaan sampah adalah bahwa semakin sedikit dan semakin dekat sampahdikelola dari sumbernya, maka pengelolaannya akan menjadi lebih mudah dan baik, serta lingkunganyang terkena dampak juga semakin sedikit. Filosofi pengelolaan sampah tersebut dapat dituangkan
 
melalui program 4R yang dikembangkan atas dasar hirarki berikut :1.
 
R ke 1 (
 Replace
) , proses ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah denganmeminimalkan (minimasi) penggunaan barang-barang melalui cara menggantikan pemakaian
 
 barang-barang tertentu. Sebagai contoh penggunaan tissue diganti dengan saputangan, plastik  pembungkus diganti dengan daun sehingga timbunan sampah dapat berkurang.
 
2.
 
R ke 2 (
 Reduce
), adalah konsep yang bertujuan untuk mengurangi volume sampah sebelum
 
dan sesudah diproduksi dengan cara pencegahan produksi kemasan yang berlebihan atau denganmeningkatkan teknik pengisian ulang (
refill)
.3.
 
R ke 3 (
 
 Recycle
), prinsipnya adalah mendaur ulang sampah melalui proses fisik, kimiawi, dan
 
 biologi. Misalnya, pecahan gelas atau sampah yang berasal dari bahan kaca diproses kembalimenjadi, gelas atau piring dll; atau pecahan plastik diproses menjadi ember, gayung dll.4.
 
R ke 4 (
 
 Re-use
), prinsipnya memakai kembali sampah secara langsung tanpa proses
 
mengolahnya terlebih dahulu, misalnya tong sampah menjadi pot kembang, dan botol plastik menjadi tempat bumbu, dll.Penerapan konsep R-1 dan R-2 memerlukan pengertian dan kerjasama dengan para produsen barang.
 
Aplikasi konsep R-3 memerlukan pemahaman dan kesadaran masyarakat serta para pengelola kota.Para pemulung sampah, pada umumnya telah melaksanakan konsep R-4 yang sebagian hasilnyaditampung oleh para agen atau juragan lapak tertentu yang memerlukan bahan baku.
 
Pada aplikasi konsep R-3 (Recycle) sebenarnya adalah cara yang sangat baik untuk menghematenergi sekaligus melestarikan lingkungan kita. Tapi, seringkali kita tidak terlalu peduli terhadap daur ulang. Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan :
 
Daur ulang 1 buah kaleng aluminium, bisa menghemat listrik yang dapat digunakan untuk menyalakan televisi selama 3 jam.
Daur ulang 1 buah botol kaca, bisa menghemat listrik yang dapat digunakan untuk menyalakan komputer selama 25 menit.
Daur ulang 1 buah botol plastik, bisa menghemat listrik yang dapat digunakan untuk menyalakan lampu 60 watt selama 3 jam.
Mendaur ulang kertas dapat menghemat listrik sebesar 70 % jika dibandingkan denganmemproduksinya dari bahan mentah.Selain itu, fakta mengatakan bahwa 16 % dari harga barang yang kita beli adalah untuk biaya
 
 pembuatan kemasannya. Semahal itu ternyata harga sebuah kemasan yang akhirnya akan kita buang ketempat sampah. Bayangkan penghematan yang bisa didapat bila kita bisa mencari cara untuk mengurangi pemakaian kemasan yang berlebihan. Selain daur ulang ( Recycle), upaya untuk mengelola
 
sumber daya alam dalam rangka melestarikan lingkungan dapat berupa Composting atau sering dikenalsebagai pembuatan kompos. Pembuatan kompos relatif mudah, bahkan sebagian besar masyarakat puntelah melakukannya sejak puluhan tahun yang lalu terutama di wilayah pedesaan. Bahan-bahan dari
 
 pembuatan kompos itu sendiri adalah berupa sampah organik yang dihasilkan oleh sebuah rumahtangga atau 1 kepala keluarga yang beranggotakan 5 orang setiap hari kurang lebih 2 kg. Kalau sebuahRukun Tetangga (RT) terdiri dari 40 KK dan sebuah Rukun Warga (RW) terdiri dari 10 RT, maka bisadihitung berapa jumlah sampah organik yang memerlukan pengelolaan selanjutnya. Sampah organik dipisahkan dari sampah anorganik (kegiatan ini disebut “memilah sampah”) kemudian dicacah menjadi berukuran 2 cm x 2 cm agar mudah dicerna mikroba kompos. Sampah harus dimasukkan wadahkompos setiap hari (sebelum menjadi busuk) dan diaduk sampai ke dasar wadah supaya tidak becek di bagian bawah. Pengadukan juga dimaksud untuk memasukkan oksigen yang diperlukan untuk  pernapasan mikroba kompos. Jika wadah sudah penuh, kompos baru bisa dipanen jika sudah matang.Hal penting agar tempat pengomposan bersih dan tidak berbau busuk, sampah yang masuk hanyasampah organik saja. Warga harus memilah sampahnya di rumah masing-masing (mengikuti RUUPersampahan). Di depan rumah tidak perlu ada bak sampah, tetapi disediakan dua wadah sampah untuk sampah organik dan anorganik. Kompos yang dibuat melalui proses termofilik aerobic seperti ini,kualitasnya “super” dan kaya akan unsur yang diperlukan tanaman agar tumbuh subur. Pupuk yangdihasilkan bisa juga menghasilkan pendapatn sekitar Rp. 1000/kg. Pendekatan ekonomi pada dasarnyamenekankan aspek kelayakan kegiatan pengolahan secara ekonomi. Kelayakkan tersebut dapat berupa struktus dan rancang bangun instalasi Silarsatu dapat memenuhi persaratan untuk 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->