2
Sinopsis 
Garsini, remaja muslimah, sejak kecil selalu ingin membuktikankemampuannya dengan meraih prestasi demi prestasi. Awal tujuannya adalahuntuk menarik perhatian serta kasih sayang ayahnya yang seringkalimemperlakukannya kasar dan pilih kasih di antara tiga bersaudara. Terutamadengan adik laki-lakinya, Ucok, yang mendapat perlakuan istimewa dari sangayah.Berangkat dari ketakharmonisan rumah tangga orang tuanya, Garsiniberhasil membuktikan dirinya sebagai anak yang bisa dibanggakan. Lulus SMU,ia kuliah di Universitas Indonesia. Semester tiga, ia berhasil meraih beasiswaMonbusho dari pemerintah Jepang.Garsini meninggalkan Tanah Air dengan satu tujuan; membuktikankepada dunia bahwa gadis Muslimah, berjilbab, akhwat seperti dirinya punmampu “berbicara di dunia internasional”. Di kalangan rekan-rekannya diUniversitas Tokyo, Garsini dikenal sebagai mahasiswi enerjik, jenius, taatberibadah dengan busana unik, kepribadian tangguh.Di kalangan para dosen, Garsini pun dihargai dan disayangi. Sehinggaada seorang guru besar tamu di universitasnya, Profesor Charles del Pierro,terkesan sekali dengan sosoknya dan menjadikannya asistennya. Dengandukungan yayasan sosial yang disponsori Profesor tua dari Perancis itu, mantantomboy ini menerbitkan kamus perbandingan antarbangsa-bangsa Asia, CD-nyaala Garsini.Pelbagai pengalaman selama di negeri sakura telah menempanyamenjadi sosok yang dewasa, tanpa meninggalkan kekaffahannya sebagai gadisMuslimah. Adakah ia menerima khitbah dokter Haekal yang telah lamadikenalnya sejak di Indonesia? Ataukah ia memilih tawaran bea-siswa dariUniversitas Sorbonne, berkat rekomendasi Profesor Charles del Pierro?Silakan simak dan ambil ibrah dari novel ini.***
 
 3
Isi
1. Bab Satu2. Bab Dua3. Bab Tiga4. Bab Empat5. Bab Lima6. Bab Enam7. Bab Tujuh8. Bab Delapan9. Bab Sembilan10. Bab Sepuluh11. Bab Sebelas12. Bab Duabelas13. Bab Tigabelas14. Bab Empatbelas15. Penutup
 
 4
Bab 1
Tokyo, awal musim semi yang lembut dan hangat. Suara-suara keras dankehebohan itu muncul dari lantai bawah tempat tinggalnya. Sebuah asrama putridi kawasan kampus Universitas Tokyo yang terkenal karena tradisi danhistorisnya.
Ugh 
, a
pa yang terjadi? Rasanya baru beberapa menit aku tertidur.
 Hampir sepanjang malam ia berkutat di depan komputer denganprogramnya. Perlahan gadis itu menggeliat malas, berharap dirinya hanyaterpengaruh mimpi. Tapi ketika keributan di bawahnya bukan menghilang,sebaliknya bahkan terdengar semakin parah, pertanda sesuatu yang luar biasatengah terjadi.
Berarti bukan ilusi, bukan pengaruh 
 
mimpi. Yap! 
Ia tersentak bangun dan melemparkan selimutnya dengan sebal.Sepasang matanya reflek melirik jam wekker di atas meja belajarnya. Baru pukulenam, biasanya saat begini para penghuninya masih bergulung dalam selimuttebalnya masing-masing. Dilihatnya ranjang di sebelahnya sudah kosong.Bahkan Haliza, dara Malaysia yang kutu buku itu pun sudah beraktivitas?Gadis yang melintas di pikirannya tiba-tiba muncul dari kamar mandi.Terdengar senandungnya yang merdu. Ia masih mengenakan jubah mandidengan rambut terbalut handuk setelah keramas. Wajahnya segar dan berseri-seri, pertanda ia merasakan kebahagiaan dan kenyamanan hatinya. Tanpatekanan sama sekali!“Mmh… segaar!
Oyaho gozaimasu 
1
, Garsini
-san,
” ujarnya mengajakbercanda dalam nada riang tak dibuat-buat. Garsini mengucak-ucak matanyayang masih berat lalu memandanginya keheranan. Ya, heran dengan semangatdan gerak-geriknya yang tampak lebih lincah dari biasanya. Ia masih ingat saatpertama kali mereka bertemu beberapa bulan yang lalu di
daigaku 
.Haliza, saudara seiman berbusana Muslimah seperti dirinya, tampak agakgelisah berdiri canggung di antara para
gakusei 
baru. Mereka sedang diterima
1
Selamat pagi
2
universitas
3
mahasiswa

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...