Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TANGGAPAN ATAS BUKU “JALAN RAYA POS, JALAN DAENDELS” KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER

TANGGAPAN ATAS BUKU “JALAN RAYA POS, JALAN DAENDELS” KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER

Ratings: (0)|Views: 2,339|Likes:
Published by buncit8
Dalam kajian sejarah Indonesia, yang lebih banyak mendasarkan pada sumber arsip, orang lebih banyak mengenal Marsekal Herman Willem Daendels daripada Marsekal Guntur atau Mas Galak. Julukan Marsekal Guntur dan Mas Galak yang terdapat pada sumber-sumber lisan dan sumber lokal mengacu kepada orang yang sama, yaitu Marsekal Herman Willem Daendels (selanjutnya disebut Daendels) yang memerintah di Jawa antara tahun 1808-1811. Daendels melakukan banyak tindakan dan melaksanakan berbagai program dalam waktu yang relatif singkat (3 tahun 4 bulan). Semua program yang dicanangkannya berasal dari instruksi raja Belanda Louis Napoléon sebelum ia berangkat dari Eropa pada bulan Februari 1807 menuju Jawa. Instruksi itu dipertegas lagi ketika ia menghadap Napoléon Bonaparte, Kaisar Prancis, untuk berpamitan sekaligus untuk menjabarkan rencana kerjanya di Jawa. Dalam instruksi itu, ada dua tujuan utama yang harus ia capai, yakni mempertahankan Jawa dari serangan Inggris dan membenahi sistem administrasi pemerintahan sebagai warisan VOC.
Dalam kajian sejarah Indonesia, yang lebih banyak mendasarkan pada sumber arsip, orang lebih banyak mengenal Marsekal Herman Willem Daendels daripada Marsekal Guntur atau Mas Galak. Julukan Marsekal Guntur dan Mas Galak yang terdapat pada sumber-sumber lisan dan sumber lokal mengacu kepada orang yang sama, yaitu Marsekal Herman Willem Daendels (selanjutnya disebut Daendels) yang memerintah di Jawa antara tahun 1808-1811. Daendels melakukan banyak tindakan dan melaksanakan berbagai program dalam waktu yang relatif singkat (3 tahun 4 bulan). Semua program yang dicanangkannya berasal dari instruksi raja Belanda Louis Napoléon sebelum ia berangkat dari Eropa pada bulan Februari 1807 menuju Jawa. Instruksi itu dipertegas lagi ketika ia menghadap Napoléon Bonaparte, Kaisar Prancis, untuk berpamitan sekaligus untuk menjabarkan rencana kerjanya di Jawa. Dalam instruksi itu, ada dua tujuan utama yang harus ia capai, yakni mempertahankan Jawa dari serangan Inggris dan membenahi sistem administrasi pemerintahan sebagai warisan VOC.

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: buncit8 on Sep 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

 
1
MEGA PROYEK ³MARSEKAL GUNTUR´:TANGGAPAN ATAS BUKU ³JALAN RAYA POS, JALAN DAENDELKARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER 
1
 OlehDjoko Marihandono (djoko_marihandono@yahoo.com)
2
 1. Pendahuluan
Dalam kajian sejarah Indonesia, yang lebih banyak mendasarkan pada sumber arsip, orang lebih banyak mengenal Marsekal Herman Willem Daendels daripadaMarsekal Guntur atau Mas Galak. Julukan Marsekal Guntur dan Mas Galak yang terdapat pada sumber-sumber lisan dan sumber lokal mengacu kepada orang yang sama, yaituMarsekal Herman Willem Daendels (selanjutnya disebut Daendels) yang memerintah diJawa antara tahun 1808-1811. Daendels melakukan banyak tindakan dan melaksanakan berbagai program dalam waktu yang relatif singkat (3 tahun 4 bulan). Semua programyang dicanangkannya berasal dari instruksi raja Belanda Louis Napoléon sebelum ia berangkat dari Eropa pada bulan Februari 1807 menuju Jawa. Instruksi itu dipertegas lagiketika ia menghadap Napoléon Bonaparte, Kaisar Prancis, untuk berpamitan sekaligusuntuk menjabarkan rencana kerjanya di Jawa. Dalam instruksi itu, ada dua tujuan utamayang harus ia capai, yakni mempertahankan Jawa dari serangan Inggris dan membenahisistem administrasi pemerintahan sebagai warisan VOC.Ketika membicarakan masa pemerintahan Daendels di Hindia Timur, tidak dapatdihindari membicarakan kondisi politik di Eropa pada saat itu. Negara Belanda yangmerupakan negara kerajaan di bawah pemerintahan Raja Belanda Louis Napoléon selalumendapatkan ancaman dari Inggris beserta sekutunya. Penempatan Raja Louis Napoléondi Belanda tidak terlepas dari upaya Prancis (baca Napoléon Bonaparte) memblokadesemua wilayah daratan Eropa agar tidak didarati oleh kapal-kapal Inggris, baik untuk kepentingan perdagangan maupun kepentingan politik. Napoléon Bonaparte menganggap bahwa wilayah pantai Belanda merupakan satu-satunya wilayah bagi Inggris dan
1
Makalah untuk disajikan dalam Seminar Lisan V yang diselenggarakan oleh Asosiasi Tradisi Lisan(ATL) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Pariwisata di Galeria Nasional, 1-4Desember 2006
2
Penulis adalah pengajar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, DepartemenSejarah, Program Studi Prancis.
 
2sekutunya yang masih memungkinkan dijadikan akses masuk ke Eropa. Oleh karena itu, Napoléon Bonaparte menempatkan adik kandungnya menjadi Raja Belanda untuk menangkis upaya Inggris itu.Upaya Inggris mendaratkan pasukannya di wilayah Belanda, selalu mendapatkan perlawanan yang gigih dari pasukan gabungan Belanda-Prancis. Terlebih lagi, ketika Napoléon Bonaparte melancarkan politik kontinentalnya, maka dibalas pula oleh Inggrisdengan mengultimatum akan merampas semua wilayah koloni Belanda yang ada di timur Tanjung Harapan. Ultimatum itu benar-benar dijalankan oleh Inggris dengan merebutwilayah Tanjung Harapan pada tanggal 22 Januari 1805, dan beberapa pulau lain disekitarnya seperti
 Ile de France
dan Mauritius beberapa tahun kemudian (tahun 1809 dan1810). Kenyataan ini disadari sepenuhnya oleh Belanda, sehingga bagi Raja Belanda danKaisar Prancis, hanyalah tinggal Daendels satu-satunya harapan bisa diberikan untuk mempertahankan pulau Jawa yang selama itu dianggap mampu mempertahankankehormatan Prancis. Peranan pulau Jawa sudah menjadi pembicaraan di kalangan elit pemerintahan di Prancis sejak naiknya Napoléon Bonaparte menjadi
 Premier Consul 
 peranannya dan potensinya.
3
 Sementara itu dari sisi yang berbeda, dari pihak Inggris, upaya menguasai pulauJawa sementara diurungkan karena Inggris saat itu belum memiliki ahli tentang pulau- pulau di Hindia Timur. Pengetahuan John Leyden asisten Lord Minto (Gubernur JenderalEIC di Calcutta saat itu) tentang Raja-Raja Melayu dianggap belum cukup berperandalam menentukan strategi pendaratan militer di pulau Jawa. Selain itu, kabar kedatanganDaendels ke pulau Jawa membuat rencana penaklukan Jawa diurungkan oleh Inggriskarena terdengar berita bahwa Daendels datang ke pulau Jawa dikawal dengan beberapakapal perang yang sekaligus akan memperkuat armada laut Belanda-Prancis di Jawa.Kondisi ini berubah ketika muncul seorang ahli tentang Hindia Timur Sir ThomasStamford Raffles yang datang menghadap Lord Minto di Calcutta. Raffles berhasilmeyakinkan Lord Minto bahwa pulau Jawa segera harus ditaklukkan oleh Inggris.
3
Komandan Divisi XII Prancis Jenderal Houdetôt telah menyampaikan laporannya tentang pulau Jawa dankemungkinkinan pendaratan pasukan Inggris di Jawa kepada Napoléon Bonaparte sejak tanggal Padatanggal 23
Ventôse
tahun ke-IX menurut sistem penanggalan Prancis atau tanggal 20 Februari 1800menurut penanggalan internasional.
 
3Keadaan di pulau Jawa saat kedatangan Daendels di Jawa (1 Januari 1808) sangatgenting, karena Inggris telah melakukan blokade laut atas pulau Jawa. Bahkan tigaminggu sebelum kedatangannya, pantai Gresik sudah dikuasai oleh Inggris, dan wakil
G
ezaghebber 
Surabaya saat itu Van Alphen harus menandatangani perjanjian denganLaksamana Pellew. Situasai perang inilah yang melatarbelakangi semua masa pemerintahan Daendels di Jawa selama kurun waktu 14 Januari 1808 hingga 16 Mei1811 atau selama 3 tahun 4 bulan.Berbekal dua tugas utama yang dibebankan kepadanya yakni mempertahankan pulau Jawa dari ancaman Inggris dan memperbaiki sistem administrasi pemerintahan diwilayah koloni Hindia Timur, Daendels menerapkan sistem pemerintahan model militer.Sasaran yang akan ia capai adalah semua pejabat harus bertanggungjawab secara vertikaldengan kekuasaan terakhir dipegang secara mutlak oleh Gubernur Jenderal. Semua pejabat birokrasi diberikan pangkat militer, tidak terbatas pada orang Eropa, tetapi juga para pejabat pribumi seperti para bupati. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pembangkangan atau subordinasi yang berdampak pada kegagalan proyek pertahananyang akan dibangunnya. Oleh karena itu tindakan disiplin yang keras diterapkan olehDaendels dalam pelaksanaan semua program itu.Sosok dan latar belakang Daendels sangat mempengaruhi sistem pemerintahanyang diterapkannya. Sebagai seorang militer yang dibesarkan dalam periode RevolusiPrancis (
 Légion Etrangère)
, Daendels tampil sebagai seorang yang berwatak keras dantegas. Ia tidak segan mengambil tindakan terhadap bawahannya yang dianggap tidak mampu melaksanakan perintahnya. Di samping itu, suaranya yang keras juga menambah pengaruh penampilan dirinya ketika berhadapan dengan siapapun, baik para pejabatEropa maupun para penguasa pribumi. Akibatnya, di kalangan para bangsawan pribumi,Daendels dikenal dengan sebutan ³Marsekal Guntur´. Bahkan karena ketegasannyaketika memberikan perintah, oleh para penguasa pribumi, Daendels juga dijuluki sebagai³Mas Galak´ nama yang diambil dari pangkat yang disandangnya yaitu Marsekal.Istilah sapaan ³Marsekal Guntur´ untuk memanggil Gubernur Jenderal Daendels,digunakan tidak hanya oleh para penguasa atau raja-raja pribumi, tetapi juga para bangsawan dan bupati bahkan sampai ke tingkat
demang 
dan pejabat pribumi rendahan juga menyebutnya demikian. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh semua instruksi dan

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Arlisa Putri liked this
Jimi Ali Baba liked this
setiawan liked this
Apit Nurdin liked this
Ilham Akbar liked this
Kiki Ismail liked this
suheri034 liked this
Ben Bella liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->