Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsep CSR

Konsep CSR

Ratings: (0)|Views: 1,299|Likes:
Published by sudutpandang

More info:

Published by: sudutpandang on Sep 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/18/2013

pdf

text

original

 
1
Judul Konsep
Corporate Social Responsibility
, Pengaturan dan Pelaksanaannya diIndonesia.Penulis Holy K. M. Kalangit, SHTanggal 2 Februari 2009
Pendahuluan
Maraknya peristiwa kerugian yang dialami oleh suatu komunitas masyarakat karena kerusakanlingkungan hidup tempat mereka tinggal akibat beroperasinya suatu perusahaan makinmenimbulkan sinisme masyarakat terhadap keberadaan suatu perusahaan.
1
Apakahperusahaan memang didirikan semata-mata hanya untuk mengejar keuntungan, yaitukeuntungan para pemegang sahamnya – dan mengabaikan kepentingan masyarakat sekitardan lingkungan hidup di mana perusahaan menjalankan aktifitas bisnisnya? Apa sebenarnyayang menjadi tujuan didirikannya suatu perusahaan?Dari asal katanya,
‘company’
(perusahaan) berasal dari dua kata dalam bahasa Latin (‘
cum
’ dan
panis
’) yang berarti memecahkan roti bersama-sama.
2
Karena itu, ide asli dari pembentukkansuatu perusahaan sebenarnya memiliki konotasi komunal / sosial.
3
Dari asal kata tersebut,menarik menyimak pendapat Dave Packard (
co-founder
dari Hewlett Packard Company)mengenai tujuan berdirinya suatu perusahaan
4
:
I think many people assume, wrongly, that a company exist simply to make money. While thisis an important result of a company’s existence, we have to go deeper and find the real reasonsfor our being. As we investigate this, we inevitably came to the conclusion that a group of people get together and exist as an institution that we called a company so that they are ableto
accomplish something collectively 
that they could not achieve separately -
they make contribution to the society 
, a phrase which sounds trite but is fundamental
.”Karena itu, sebenarnya, berdirinya suatu perusahaan tak terlepas dari peran perusahaantersebut terhadap masyarakat sekitarnya. Seperti dikatakan oleh B. Tamam Achda, memangdiakui bahwa di satu sisi sektor industri atau korporasi skala besar telah banyak memberikankontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional tetapi di sisi lain, eksploitasi sumber-sumberdaya alam oleh industri telah menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan yang parah.
5
 Hal inilah yang menjadikan konsep
Corporate Social Responsibility (CSR)
relevan dan penting(perlu) dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan. Tulisan di bawah ini hendak membahasmengenai definisi dan sejarah dari konsep CSR ; bagaimana pengaturan konsep ini di beberapanegara lain; pengaturan di Indonesia serta kendala-kendala dalam pelaksanaannya.
1
Contoh : Kasus Newmont di Teluk Buyat, konflik PT Freeport Indonesia dengan masyarakat Papua, konflik masyarakat Aceh dengan PT Exxon dan yang terakhir : Lapindo. Ini baru sebagian kasus yang terjadi di Indonesia,dan belum termasuk yang terjadi di luar Indonesia.
2
Ardnt, Michael, “An Ode to ‘The Money-Spinner, Business Week, March 24, 2003, pp. 22-23; review of ‘TheCompany : A Short History of a Revolutionary Idea’, by John Micklewaith & Adrian Wooldridge, Modern Library,2003 , diakses pada tanggal 4 Nov. 2008 darihttp://www6.miami.edu/ethics/pdf_files/csr_guide.pdf  
3
Asongu, J.J., “The History of Corporate Social Responsibility”(http://www.jbpponline.com/article/view/1104/842)
4
Ibid. Mengutip Charles Handy, “What’s a Business For?”, Harvard Business Review, Dec. 2002, p54.
5
Achda, Tamam B., “Konteks Sosiologis dan Perkembangan Corporate Social Responsibilities danImplementasinya di Indonesia” disampaikan pada Seminar Nasional : A Promise of Gold Rating : Sustainable CSR,23 Agustus 2006,http://www.menlh.go.id/serbaserbi/csr/sosiologi.pdf , diakses pada tanggal 5 Nov. 2008
 
2
 
Definisi
Ada banyak definisi yang diberikan untuk konsep CSR. Dari kata-kata ‘
corporate
’,
social’ dan‘responsibility
’ yang terkandung dalam istilah ini maka CSR dapat didefinisikan sebagaitanggung jawab yang dimiliki oleh suatu perusahaan terhadap masyarakat di mana perusahaantersebut berdiri atau menjalankan usahanya.
6
 Kamus
online
Wikipedia mendefinisikan CSR sebagai suatu konsep bahwa suatu organisasi(khususnya, tapi tidak terbatas pada, perusahaan) memiliki kewajiban untuk memperhatikankepentingan pelanggan, karyawan, pemegang saham, komunitas dan pertimbangan-pertimbangan ekologis dalam segala aspek dari usahanya.
7
Sedangkan Schermerhorn secarasingkat mendefinisikannya sebagai kewajiban dari suatu perusahaan untuk bertindak dalamcara-cara yang sesuai dengan kepentingan perusahaan tersebut dan kepentingan masyarakatsecara luas.
8
 
The International Organization of Employers
(IOE) mendefinisikan CSR sebagai
"initiatives bycompanies voluntarily integrating social and environmental concerns in their businessoperations and in their interaction with their stakeholders."
Dari definisi tersebut dapatdisimpulkan bahwa pertama, CSR merupakan tindakan perusahaan yang bersifat sukarela danmelampaui kewajiban hukum terhadap peraturan perundang-undangan Negara. Kedua, definisitersebut memandang CSR sebagai aspek inti dari aktifitas bisnis di suatu perusahaan danmelihatnya sebagai suatu alat untuk terlibat dengan para pemangku kepentingan.
9
 Definisi yang diterima luas oleh para praktisi dan aktivis CSR adalah definisi menurut
The WorldBusiness Council for Sustainable Development
yaitu bahwa CSR merupakan suatu komitmenterus-menerus dari pelaku bisnis untuk berlaku etis dan untuk memberikan kontribusi bagiperkembangan ekonomi sambil meningkatkan kualitas hidup para pekerja dan keluarganya, juga bagi komunitas lokal dan masyarakat pada umumnya.
10
Dari definisi ini kita melihatpentingnya ‘
sustainability
’ (berkesinambungan / berkelanjutan), yaitu dilakukan secara terus-menerus untuk efek jangka panjang dan bukan hanya dilakukan sekali-sekali saja. Konsep CSRmemang sangat berkaitan erat dengan konsep
sustainability development
(pembangunan yangberkelanjutan).Konsep CSR dengan demikian memiliki arti bahwa selain memiliki tanggung jawab untukmendatangkan keuntungan bagi para pemegang saham dan untuk menjalankan bisnisnyasesuai ketentuan hukum yang berlaku, suatu perusahaan juga memiliki tanggung jawab moral,etika, dan filantropik. Pandangan tradisional mengenai perusahaan melihat bahwa tanggung jawab utama (jika bukan satu-satunya) perusahaan adalah semata-mata terhadap pemiliknya,atau para pemegang saham. Adanya konsep CSR mewajibkan perusahaan untuk memiliki
6
 http://www6.miami.edu/ethics/pdf_files/csr_guide.pdf , , diakses pada tanggal 4 Nov. 2008
7
Asongu, J.J op.cit.
8
 http://www.personal.psu.edu/kez5001/CSR.htmmengutip Schermerhorn, John.
 Management 
. New York: JohnWiley & Sons, Inc. 2005, diakses pada tanggal 6 Nov. 2008
 
9
Burkett W., Brian dan Douglas G. Gilbert, “Voluntary Regulation of International Labour Standards: An Overviewof the Corporate Social Responsibility Phenomenon” diakses darihttp://library.findlaw.com/2005/Jul/11/246322.htmlpada tanggal 11 Nov. 2008 mengutip "Corporate Social
 
Responsibility: An IOE Approach," International Organization of Employers Position Paper, at p. 2, online:
http://www.uscib.org/ docs/03_21_03_CR.pdf 
 
10
Asongu, J.J., op.cit. danhttp://www.mallenbaker.net/csr/CSRfiles/definition.html, diakses pada tanggal 4 Nov.2008
 
3
pandangan yang lebih luas yaitu bahwa perusahaan juga memiliki tanggung jawab terhadappihak-pihak lain seperti karyawan,
supplier
, konsumen, komunitas setempat, masyarakatsecara luas, pemerintah, dan kelompok – kelompok lainnya.
11
Dalam hal ini, jika sebelumnyapijakan tanggung jawab perusahaan hanya terbatas pada sisi finansial saja (
single bottom line
),kini dikenal konsep ‘
triple bottom line
’, yaitu bahwa tanggung jawab perusahaan berpijak pada3 dasar, yaitu : finansial, sosial dan lingkungan atau yang juga dikenal dengan 3P (
profit, people,planet
).
Sejarah
Istilah CSR memang baru digunakan secara luas pada tahun 1960-an
12
namun hakikat CSRmungkin adalah sama tuanya dengan bisnis itu sendiri, dan bahkan di beberapa masyarakattertentu, seseorang tidak dapat melakukan bisnis tanpa bertanggung jawab secara sosial.
13
 Ada banyak ulasan mengenai sejarah CSR, antara lain adalah oleh J.J. Asongu yang membagiperiode sejarah keberadaan konsep CSR menjadi 2 bagian, yaitu sebelum tahun 1900 dansesudah tahun 1900.
14
Pada periode sebelum tahun 1900, J.J Asongu menelusuri sampai padasekitar tahun 1700 SM pada masa pemerintahan Raja Hammurabbi di Kerajaan Mesopotamiakuno yang diketahui telah mengeluarkan sebuah peraturan yang memberikan ancamanhukuman mati terhadap para pembangun, pengurus penginapan dan petani apabila karenakelalaiannya menyebabkan kematian orang lain, atau menyebabkan ketidaknyamanan yangsangat mengganggu bagi pihak lain. Sejarah juga mencatat bagaimana pada tahun 1622 parapemegang saham dari
Dutch East India Company
mengeluarkan pamflet-pamflet yangberisikan keluhan mereka atas sikap pihak manajemen yang tidak transparan dan malahmemperkaya diri sendiri. Setelah tahun 1900, khususnya pada awal tahun 1920-an, menurutJ.J. Asongu, diskusi-diskusi mengenai tanggung jawab sosial dari suatu organisasi bisnis telahberkembang ke tahap gerakan CSR ‘modern’.Tim Barnett
15
menguraikan sejarah hadirnya konsep CSR dengan merujuk pada masa ketikaAdam Smith memberikan pandangannya mengenai pentingnya interaksi yang bebas antarapara pihak yang melakukan bisnis. Pandangan ini masih menjadi dasar dari ekonomi pasarbebas hingga sekitar 200 tahun yang lalu. Namun bagaimana pun juga, bahkan Smith melihatbahwa pasar bebas tidak selalu berjalan dengan baik dan bahwa para pelaku pasar bebas harusberlaku jujur dan adil terhadap satu dengan yang lainnya apabila kondisi atau tujuan ideal daripasar bebas hendak dicapai. Satu abad setelah masa Adam Smith, Revolusi Industrimemberikan kontribusi besar dalam terjadinya suatu perubahan yang radikal, khususnya diEropa dan Amerika Serikat. Banyak yang menganut paham ‘
social Darwinism
’ , yaitupemahaman bahwa seleksi alam dan ‘
survival of the fittest
’ adalah berlaku juga untuk duniabisnis. Akibatnya, diberlakukanlah strategi kompetisi bisnis yang brutal dan tidak peduliterhadap karyawan, komunitas dan masyarakat luas. Meski ada pengusaha-pengusaha yangmemberikan banyak sumbangan, namun itu adalah sebagai pribadi dan bukan atas namaperusahaan. Perusahaan-perusahaan saat itu malah mempraktekkan suatu metode yangsangat eksploitatif terhadap para pekerjanya.
11
Barnett, Tim., “Corporate Social Resposibility” ,http://www.referenceforbusiness.com/management/Comp-De/Corporate-Social-Responsibility.html, , diakses pada tanggal 4 Nov. 2008
12
Ibid.
13
Asongu, J.J., op.cit.
14
Ibid.
15
Barnett, Tim op.cit.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
monduth29 liked this
Ankga Suhenda liked this
Mairio Taruna liked this
Tb Koko Asmara liked this
kikilamn liked this
toxse liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->