Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia
PERATURANMENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR:
35/M-IND/PER/3/2010
TENTANGPEDOMAN TEKNIS KAWASAN INDUSTRIDENGAN RAHMAT
TUHAN
YANG MAHA ESAMENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA,Menimbang
a.
bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 5 PeraturanPemerintah Nomor
24
Tahun 2009 tentang
Kawasan
Industri perlu ditetapkan Pedoman Teknis
Kawasan
Industri;
b.
bahwa untuk pelaksanaan pengembangan
kawasan
industri diperlukan acuan atau pedoman bagi aparaturpemerintah daerah
dan
dunia usaha agar pembangunankawasan industri dapat berdaya guna dan berhasil
guna
serta berwawasan lingkungan;
c.
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksuddalam huruf a
dan
huruf
b,
perlu menetapkan PeraturanMenteri Perindustrian.Mengingat
1. 
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
24Tahun
2009 tentang Kawasan Industri (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2009 Nomor
47, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4987);
2. 
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor
10
Tahun
2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon IKementerian Negara Republik Indonesia sebagaimanatelah beberapa kali diubah terakhir dengan PeraturanPresiden Republik Indonesia Nomor
17
Tahun 2007;
3. 
Peraturan Presiden Nomor
47/M
Tahun 2009 tentangPembentukan
dan
Organisasi Kementerian Negara;
 
Menetapkan
4. 
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor
84/P
Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet IndonesiaBersatu
II
Periode 2009-2014.
5. 
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 01lMIND/PER/3/2005 tentang Organisasi
Dan
Tata
Kerja
Departemen Perindustrian;
6. 
Peraturan Menteri
Peril"lGustrian
Nomor
73/M-
IND/PER/7/2009 tentang Tim Nasional Kawasan Industri;MEMUTUSKAN:PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN TENTANGPEDOMAN TEKNIS KAWASAN INDUSTRI.Pasal 1Memberlakukan Pedoman Teknis Kawasan Industrisebagaimana yang dimaksud dalam Lampiran PeraturanMenteri ini sebagai Pedoman Teknis Pengembangan KawasanIndustri.Pasal2Pedoman Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1merupakan acuan dan pedoman bagi aparatur PemerintahDaerah, dunia usaha dan pihak-pihak berkepentingan dalammelaksanakan pembinaan dan pengembangan kawasanindustri, termasuk penerbitan
izin
dan melihat peluang investasidi bidang kawasan industri
di
daerah.Pasal3Ruang lingkup Pedoman Teknis sebagaimana dimaksud dalamPasal 1 mencakup :
a. 
Aspek perencanaan, meliputi kelayakan lingkungan,kelayakan lokasi
dan
penyusunan
masterp/an;
b. 
Aspek pembangunan, meliputi pembebasan lahan,penyusunan Detail Engineering Design
(DED)
danpembangunan fisik;
2
 
c. 
Aspek pengelolaan, mencakup kelembagaan danperanlkewajiban pengelola kawasan industri dalammelaksanakan kegiatan usaha kawasan industri.
Pasal4
Peraturan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan.Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkanpengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannyadalam Berita Negara Republik Indonesia.Ditetapkan di Jakartapada tanggal 12 maret 2010MENTERI PERINDUSTRIAN
RI 
ttd MOHAMAD
S.
HIDAYAT Diundangkan di JakartaPada tanggal15 Maret 2010MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIAttdPATRIALIS AKBARBERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 134Salinan sesuai dengan aslinyaSekretariat Jenderal
3
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more