________________________________
Roni Ds-EPN/A.161040071
2
Mengapa Pertanian ?
Studi komprehensif dari berbagai disiplin keilmuan membuktikan betapa proses perkembangan ekonomi-baik dalam arti sempit industrialisasi maupun arti luasmodernisasi-yang terjadi sejak Revolusi Industri di Inggris telah menimbulkankemerosotan peranan masyarakat tradisional (golongan petani di perdesaan) yang makin bertambah cepat. Sebagai akibatnya, ketika terjadi pertumbuhan ekonomi, peranangolongan petani semakin menciut, dan sebagai gantinya, peranan masyarakat modernsemakin meningkat. Sejajar dengan itu maka peranan golongan buruh industri, pedagang, pengusaha-pokoknya semua golongan masyarakat kota-juga semakinmeningkat.Ditinjau dari struktur perekonomian nasional, sektor pertanian menempati posisiyang penting dalam kontribusinya terhadap PDB. Pada saat krisis, sumbangan sektor pertanian terhadap PDB mengalami peningkatan paling besar dibanding sektor lainnya.Dari segi penyerapan tenaga kerja, pada tahun 2003 sektor pertanian mampu menyerapsekitar 46 persen, paling tinggi di antara sektor-sektor lain (Yudhoyono, 2004). Disisilain kita
perlu mencermati menurunnya kontribusi sektor pertanian
terhadap perekonomian nasional dimana mulai tahun 1969-1973 atau Pelita I kontribusi sektor pertanian sebesar 33,69 %) sedangkan pada akhir tahun 2004 tercatat kontribusi sektor pertanian terhadap struktur perekonomian nasional sebesar 15,39% (Berita ResmiStatistik-BPS, 2004).
Menurunya kontribusi sektor pertanian terhadap struktur perekonomiannasional tidak terlepas dari adanya beberapa titik lemah dalam kebijakan danimplementasi yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi (termasuk pertanian)antara lain:1.
Ketimpangan kebijakan makro dan mikro ekonomi. Perhatian pada kepentingannon-pertanian khususnya industri (pertanian menjadi residual) jauh lebih besar danmelecehkan pemenuhan kebutuhan penduduk serta kesejahteraan petani sering kaliterabaikan, sehingga potensi sektor pertanian secara luas belum dikelola secaraoptimal.2. Pembangunan pertanian bias perkotaan. Selama ini pembangunan pertaniancenderung lebih bias perkotaan (menguntungkan penduduk kota dan nilai