Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
33Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penyebab Terjadinya Bencana Banjir Lumpur Lapindo

Penyebab Terjadinya Bencana Banjir Lumpur Lapindo

Ratings:

1.0

(1)
|Views: 15,308|Likes:
Published by Kaz Trio

More info:

Published by: Kaz Trio on Sep 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/10/2013

pdf

text

original

 
Penyebab terjadinya bencana banjir lumpur lapindoBerdasarkan beberapa pendapat ahli lumpur keluar disebabkan karena adanya patahan, banyak tempat di sekitar Jawa Timur sampai ke Madura seperti GunungAnyar di Madura, "gunung" lumpur juga ada di Jawa Tengah (Bleduk Kuwu). Ada pula yang mengatakan bahwa lumpur Lapindo meluap karena kegiatan PT Lapindo didekat lokasi itu.Lapindo Brantas melakukan pengeboran sumur Banjar Panji-1 pada awalMaret 2006 dengan menggunakan perusahaan kontraktor pengeboran PT Medici Citra Nusantara. Kontrak itu diperoleh Medici atas nama Alton International Indonesia,Januari 2006, setelah menang tender pengeboran dari Lapindo senilai US$ 24 juta.Pada awalnya sumur tersebut direncanakan hingga kedalaman 8500 kaki(2590 meter) untuk mencapai formasi Kujung ( batu gamping). Sumur tersebut akandipasang selubung bor (
casing 
) yang ukurannya bervariasi sesuai dengan kedalamanuntuk mengantisipasi potensi
circulation loss
(hilangnya lumpur dalam formasi) dan
kick 
(masuknya fluida formasi tersebut ke dalam sumur) sebelum pengeboranmenembus formasi Kujung.Sesuai dengan desain awalnya, Lapindo “sudah” memasang
casing 
30 inchi pada kedalaman 150 kaki,
casing 
20 inchi pada 1195 kaki,
casing (liner)
16 inchi pada 2385 kaki dan
casing 
13-3/8 inchi pada 3580 kaki (Lapindo Press Rilis ke
 
wartawan, 15 Juni 2006). Ketika Lapindo mengebor lapisan bumi dari kedalaman3580 kaki sampai ke 9297 kaki, mereka “belum” memasang casing 9-5/8 inchi yangrencananya akan dipasang tepat di kedalaman batas antara formasi Kalibeng Bawahdengan Formasi Kujung (8500 kaki).Diperkirakan bahwa Lapindo, sejak awal merencanakan kegiatan pemboranini dengan membuat prognosispengeboran yang salah. Mereka membuat prognosisdengan mengasumsikan zona pemboran mereka di zona Rembang dengan target pemborannya adalah formasi Kujung. Padahal mereka membor di zona Kendengyang tidak ada formasi Kujung-nya. Alhasil, mereka merencanakan memasang
casing 
setelah menyentuh target yaitu batu gamping formasi Kujung yang sebenarnyatidak ada. Selama mengebor mereka tidak meng-
casing 
lubang karena kegiatan pemboran masih berlangsung. Selama pemboran, lumpur 
overpressure
(bertekanantinggi) dari formasi Pucangan sudah berusaha menerobos (
blow out 
) tetapi dapatdiatasi dengan pompa lumpurnya Lapindo (Medici).Gambar: Underground Blowout (semburan liar bawah tanah)

Activity (33)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Hengki Irawan liked this
Fahmi Ilmayanti liked this
Nayya Sachi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->