Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Arti Dan Fungsi Sarana Upakara

Arti Dan Fungsi Sarana Upakara

Ratings: (0)|Views: 671 |Likes:
Published by DReKA2010

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: DReKA2010 on Sep 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

 
http://e-hindu.blogspot.com/2009/04/arti-dan-fungsi-sarana-upakara.html Access date: 22-08-2010
Thursday, April 23, 2009
 Arti dan Fungsi Sarana UpakaraBerikut ini adalah tulisan tentang rangkuman pada buku arti dan fungsi sarana upakara.Salah satu bentuk pengamalan beragama Hindu adalah berbhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.Disamping itu pelaksanaan agama juga di laksanakan dengan Karma dan Jnyana. Bhakti, Karma danJnyana Marga dapat dibedakan dalam pengertian saja, namun dalam pengamalannya ketiga hal itu luluhmenjadi satu. Upacara dilangsungkan dengan penuh rasa bhakti, tulus dan ikhlas. Untuk itu umatbekerja mengorbankan tenaga, biaya, waktu dan itupun dilakukan dengan penuh keikhlasan.Untuk melaksanakan upacara dalam kitab suci sudah ada sastra-sastranya yang dalam kitab agamadisebut Yadnya Widhi yang artinya peraturan-peraturan beryadnya. Puncak dari Karma dan Jnyanaadalah Bhakti atau penyeraha diri. Segala kerja yang kita lakukan pada akhirnya kita persembahkankepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan cara seperti itulah Karma dan Jnyana Marga akanmempunyai nilai yang tinggi.Kegiatan upacara ini banyak menggunakan simbul-simbul atau sarana. Simbul - simbul itu semuanyapenuh arti sesuai dengan fungsinya masing-masing. Berbhakti pada Tuhan dalam ajaran Hindu ada duatahapan, yaitu pemahaman agama dan pertumbuhan rokhaninya belum begitu maju, dapatmenggunakan cara Bhakti yang disebut Apara Bhakti. Sedangkan bagi mereka yang telah maju dapatmenempuh cara bhakti yang lebih tinggi yang disebut Para Bhakti.Apara Bhakti adalah bhakti yang masih banyak membutuhkan simbul-simbul dari benda-benda tertentu.Sarana-sarana tersebut merupakan visualisasi dari ajaran-ajaran agama yang tercantum dalam kitabsuci. Menurut Bhagavadgita IX, 26 ada disebutkan : sarana pokok yang wajib dipakai dasar untukmembuat persembahan antara lain:- Pattram = daun-daunan,- Puspam = bunga-bungaan,- Phalam = buah-buahan,
 
- Toyam = air suci atau tirtha.Dalam kitab-kitab yang lainnya disebutkan pula Api yang berwujud dipa dan dhpa merupakan saranapokok juga dalam setiap upacara Agama Hindu. Dari unsur-unsur tersebut dibentuklah upakara atausarana upacara yang telah berwujud tertentu dengan fungsi tertentu pula. Meskipun unsur sarana yangdipergunakan dalam membuat upakara adalah sama, namun bentuk-bentuk upakaranya adalahberbeda-beda dalam fungsi yang berbeda-beda pula namun mempunyai satu tujuan sebagai saranauntuk memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa.Arti dan Fungsi BungaArti bunga dalam Lontar Yadnya Prakerti disebutkan sebagai ... sekare pinako katulusan pikayunansuci. Artinya, bunga itu sebagai lambang ketulusikhlasan pikiran yang suci. Bunga sebagai unsur salahsatu persembahyangan yang digunakan oleh Umat Hindu bukan dilakukan tanpa dasar kita suci.Untuk fungsi bunga yang penting yaitu ada dua dalam upacara. Berfungsi sebagai simbul, Bungadiletakkan tersembul pada puncak cakupan kedua belah telapak tangan pada saat menyembah. Setelahselesai menyembah bunga tadi biasanya ditujukan di atas kepala atau disumpangkan di telinga. Danfungsi lainnya yaitu bunga sebagai sarana persembahan, maka bunga itu dipakai untuk mengisi upakaraatau sesajen yang akan dipersembahkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa ataupun roh suci leluhur.Dari Bunga, buah dan daun di Bali dibuat suatu bentuk sarana persembahyangan seperti : canang,kewangen, bhasma dan bija. Canang, kewangen, bhasma dan bija ini adalah sarana persembahyanganyang berasal dari unsur bunga, daun, buah dan air. Semua sarana persembahyangan tersebut memilikiarti dan makna yang dalam dan merupakan perwujudan dari Tatwa Agama Hindu.Adapun arti dari masing-masing sarana tersebut antara lain yaitu :1. Canang
 
 Canang ini merupakan upakara yang akan dipakai sarana persembahan kepada Ida Sang Hyang WidhiWasa atau Bhatara Bhatari leluhur. Unsur - unsur pokok daripada canang tersebut adalah:a. Porosan terdiri dari : pinang, kapur dibungkus dengan sirih.Dalam lontar Yadnya Prakerti disebutkan : pinang, kapur dan sirih adalah lambang pemujaan kepada IdaSang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Tri Murti.b. Plawa yaitu daun-daunan yang merupakan lambang tumbuhnya pikiran yang hening dan suci, sepertiyang disebutkan dalam lontar Yadnya Prakerti.c. Bunga lambang keikhlasand. Jejahitan, reringgitan dan tetuasan adalah lambang ketetapan dan kelanggengan pikiran.e. Urassari yaitu berbentuk garis silang yang menyerupai tampak dara yaitu bentuk sederhana dari padahiasan Swastika, sehingga menjadi bentuk lingkaran Cakra setelah dihiasi.2. KewangenKewangen berasal dari bahasa Jawa Kuno, dari kata Wangi artinya harum. Kata wangi mendapatawalan ka dan akhiran an sehingga menjadi kewangian, lalu disandikan menjadi Kewangen, yangartinya keharuman. Dari arti kata kewangen ini sudah ada gambaran bagi kita tentang fungsi kewangenuntuk mengharumkan nama Tuhan.Arti dan makna unsur yang membentuk kewangen tersebut adalah Kewangen lambang Omkara.Kewangen disamping sebagai sarana pokok dalam persembahyangan, juga dipergunakan dalamberbagai upacara Pancayadnya. Kewangen sebagai salah satu sarana penting untuk melengkapi bantenpedagingan untuk mendasari suatu bangunan.Demikian pula dalam upacara Pitra Yadnya, ketika dilangsungkan upacara memandikan mayat,kewangen diletakkan di setiap persendian orang meninggal yang jumlahnya sampai 22 buah kewangen,dimana fungsi kewangen disini adalah sebagai lambang Pancadatu (lambang unsur-unsur alam) sendangfungsi Kawangen dalam upacara memandikan mayat sebagai pengurip-urip.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nurul Benjle liked this
Rai Sugiarta liked this
kadek arsana liked this
D'nie Gen liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->