Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
48Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hubungan Ilmu Dengan Filsafat

Hubungan Ilmu Dengan Filsafat

Ratings: (0)|Views: 8,615|Likes:
Published by bricklick

More info:

Published by: bricklick on Sep 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2013

pdf

text

original

 
Hubungan Ilmu dengan Filsafat
Berdasarkan suatu asumsi bahwa hubungan antara ilmu dan filsafat adalahsama-sama kegiatan manusia. Dilihat dari hasilnya, filsafat dan ilmu merupakan hasildaripada berpikir manusia secara sadar. Sedangkan dilihat dari prosesnya ilmu danfilsafat menunjukan suatu kegiatan yang berusaha untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan manusia (memperoleh suatu kebenaran dan pengetahuan),dengan menggunakan suatu metode-metode siestematis dan kritis.Henderson (dalam Salam, 1994: 74) memberikan gambaran hubungan(perbedaan) antara filsafat dengan ilmu sebagai berikut:
NoIlmu (science)Filsafat
1Anak filsafatInduk ilmu2Analitis; memeriksa semua gejalamelalui unsure tekecil untumemperoleh gambaran senyatanyamenurut bagiannyaSinopsis; memandang dunia danalam semesta sebagai keseluruhan,untuk dapat menerangkannya,menafsirkannya, dan memahamisecara keseluruhan3Menekankan fakta-fakta untumelukiskan objeknya; netral danmengabstrakan factor keinginan dan penilaian manusiaBukan saja menekankan keadaansebenarnya dari objek, melainkan juga bagaimana seharusnya objek itu.Manusia dan nilai menjadi faktor  penting.4Memulai sesuatu dengan asumsi-asumsiMemer.iksa dan meragukan segalaasumsi-asumsi5Menggunakan metode eksperimenyang terkontrol sebagai cara kerjadan sifat terpenting; menguji sesuatudengan penginderaanMenggunakan semua penemuan ilmu pengetahuan; meguji sesuatu dengan pengalaman dan melalui pikiranSedangkan Sikun Pribadi (dalam Salam, 1994: 76) mengemukakan perbedaanantara filsafat dengan ilmu sebagai berikut: perbedaan antara ilmu dengan ilmu ialah bahwa pengetahuan bertolak dari dunia fakta (bersifat ontis), sedangkan filsafat bertolak dari dunia nilai (selalu menghubungkan masalah dengan makna keseluruhanhidup, jadi bersifat deontis). Tetapi ilmu dan filsafat adalah aktivitas manusia yangsifatnya kognitif.
1
 
Jadi ilmu berhubungan dengan sesuatu yang mempersoalkan fakta-fakta yangfaktual yang diperoleh melalui eksperimen, observasi, dan verifikasi. Secarakeseluruhan perbedaan antara filsafat dengan ilmu adalah sebagai berikut:
IlmuFilsafat
Berhubungan dengan lapangan yangterbatas di dalam memperoleh suatu pandangan yang kompeherensif tentangsesuatuBerhubungan dengan keseluruhan pengalaman untuk memperoleh suatu pandangan yang kompeherensif tentangsesuatuMenggunakan pendekatan analitis dandeskriptif.Menggunakan pendekatan sintesis atausinoptis, berhubungan dengan sifat dankualitas alam dan hidup secarakeseluruhan.Menganalisis keseluruhan manjadi bagian-bagianMembedakan sesuatu dalam bentuk sintesis yang menjelaskan dan mencarimakna sesuatu secara keseluruhanMenghilangkan factor-faktor pribadiyang subjektif Tertarik pada personalitas, nilai-nilai dansemua pengalamanIlmu tertarik pada hakikat sesuatusebagaimana mestinyaTidak hanya tertarik pada bagian-bagianyang nyata, melainkan padakemungkinan-kemungkinan yang idealdari suatu benda, nilai dan maknanyaMeneliti alam, mengontrol proses alamMengadakan kritk, menilai danmengkoordinasikan tujuanMenekankan pada deskripsi hukum-hukum fenomenal dan berhubungankausalTertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan pertanyaan “why”dan “how”Di samping perbedaan-perbedaan tersebut, ada beberapa persamaan antara ilmudengan filsafat, yaitu:
o
Ilmu dan filsafat menggunakan metode-metode reflective thinking dalammenghadapi fakta-fakta dunia.
o
Ilmu dan filsafat menunjukan sikap kritis dan terbuka, dan memberikan perhatian yang tidak berat sebelah pada suatu kebenaran.
o
Ilmu dan filsafat tertarik pada pengetahuan yang terorganisir dan tersusun
 
secara sistematis.
o
Ilmu memberikan sejumlah bahan-bahan deskriptif dan factual serta esensial bagi pemikiran filsafat. Ilmu mengoreksi filsafat dengan jalan menghilangkansejumlah ide-ide yang bertentangan dengan pengetahuan yang ilmiah.
o
Filsafat merangkum pengetahuan yang terpotong-potong, yang menjadikan bermacam-macam ilmu dan berbeda-beda, dan menyusun bahan-bahantersebut ke dalam suatu pandangan tentang hidup dan dunia yang lebihmenyeluruh dan terpadu.
Persoalan Filsafat
Timbulnya filsafat karena manusia merasa heran, dimana pada awalnyamanusia heran pada gejala-gejala alam. Misalnya, melihat gempa bumi, hujan, banjir,atau melihat laut yang sangat luas. Orang merasa heran berarti mereka tidamengetahuinya atau menghadapi persoalan, dimana persoalan ini ingin diperoleh jawabannya oleh para filsuf. Jawaban-jawaban itu diperoleh dari refleksi, yaitu berpikir tentang pikirannya sendiri. Jadi tidak semua persoalan itu harus persoalanfilsafat. Persoalan filsafat berbeda dengan persoalan nonfolsafat, yaitu terletak padamateri dan ruang lingkupnya.Ciri-ciri persoalan filsafat:1.Bersifat sangat umumArtinya persoalan kefilsafatan tidak bersangkutan dengan objek-objek khusus,atau sebagian besar masalah filsafat berkaitan dengan ide-ide besar. Misalnyafilsafat tidak menanyakan berapa harta yang anda sedekahkan dalam satu bulan? akan tetapi filsafat menanyakan apa keadilan tersebut? Filsafat tidak menanyakan berapa jauh jarak Denpasar-Singaraja? Tetapi filsafatmenanyakan apa jarak itu?2.Tidak menyangkut faktaPersoalan filsafat bersifat spekulatif. Persoalan-persoalan yang dihadapimelampui batas-batas pengetahuan ilmiah (pengetahuan yang menyangkutfakta). Misalnya seorang ilmuwan memiikirkan peristiwa alamyang berupa
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->