Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Artikel Emha Ainun Nadjib 2

Artikel Emha Ainun Nadjib 2

Ratings: (0)|Views: 1,046|Likes:
Published by Mohammad Rahmadhani

More info:

Published by: Mohammad Rahmadhani on Sep 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/12/2014

pdf

text

original

 
Artikel Emha Ainun Nadjib
Written by adminWednesday, 06 August 2008 14:05
 
Meng-KITA-kan AKU 
Menjawab jamaah yang mempertanyakan informasi Cak Nun bahwadari dua arus besar yang saling berebut untuk kepentingan tahun 2004itu hanya sedikit orang yang mau berdiri di tengah, yaitu orang-orangyang berkumpul ini saja. Yang tidak datang (berkumpul) itulah yangbagian
gelut 
(bermusuhan,
red.
). Masak dari duaratus juta lebihpenduduk Indonesia hanya kita yang disini ini saja yang bisa berdiri ditengah Cak? tanya jamaah tersebut. Apa jawab Cak Nun? Saya bicara begitu tadi itu bermakna jasmaniah-rohaniah. Jadi yangnamanya berkumpul itu tidak hanya berarti fisik, tetapi siapa saja yangmemakai prinsip maiyah, kebersamaan, nasionalisme sejati,
maiyat 
1 / 5
 
Artikel Emha Ainun Nadjib
Written by adminWednesday, 06 August 2008 14:05
ulloh, maiyaturrosul, ma’annas 
dan seterusnya, meskipun tidak kenal maiyah dan tidak pernah datangdi Padhang mBulan. Yaitu orang-orang yang mempunyai prinsip meng-
kita 
-kan aku.Meng-kita-kan aku itu artinya manusia sebagai makhluk individusekaligus makhluk sosial. Manusia itu makhluk jasmani sekaligusmakhluk rohani. “
Aku ini tidak ada kalau anda tidak ada. Aku menjadi Ainun Nadjib karena anda mau mengakui bahwa aku Ainun Nadjib. Kalau anda tidak mau mengakui maka aku bukan Ainun Nadjib 
”, kata Cak Nun memberi contoh.Manusia itu menjadi ada dirinya karena orang lain, ini filsafat, makakadar kita sebagai makhluk sosial itu lebih besar daripada sebagaimakhluk individu. Jadi “aku” ini menjadi tidak ada kalau tidak ada “aku”yang lain. Ini dasarnya.Prinsip maiyah adalah meng-kita-kan aku. Mengkitakan aku disinitidak sama dengan Budha. Budha Gautama bosan dan marah dengankebrengsekan di keraton dan kehidupan di negaranya dia kemudianpergi meninggalkan istana, status, pangkat dan kemewahan yangselama ini meliputinya. Kemudian bersemadi merenung di bawahsebuah pohon terus menghilangkan dirinya
, mokswa 
, mencariketentraman dalam fana.
2 / 5
 
Artikel Emha Ainun Nadjib
Written by adminWednesday, 06 August 2008 14:05
Dakam Islam,
diri- 
mu,
aku- 
mu,
individu- 
mu tidak boleh hilang. “Aku”itu tetap harus ada. Meng-kita-kan aku bukan berarti “aku”nya hilang menjadi kita.Tidak. Itu namanya sosialisme, komunisme.Kalau dalam negara kapitalis aku-nya menonjol, siapa yang kuat diayang menang. Dalam negara sosialis sebaliknya, aku tidak ada,kepemilikan pribadi tidak ada. Semua barang, semua tanah milikpemerintah, milik umum. Islam ditengah-tengah, “aku” harus tetap ada,pemilikan pribadi tetap ada tapi dengan catatan ini bukan milik pribaditetapi pinjaman dari Allah. Islam
ummatan wasathon.
Sekali lagi, mengkitakan aku itu bukan berarti “aku” ini hilang. “
Mes kipun yang namanya aku ini sebenarnya bukan yang anda lihat ini, ini sudah sering saya katakan, ini peciku bukan aku, ini hidungku bukan aku dan jangan menganggap hidungku ini aku. Ini kepalaku bukan aku,ini badanku bukan aku. Kalau begitu yang namanya Ainun itu yang mana? 
” Tanya Cak Nun yang kemudian dijawab sendiri “
Lho yang namanya Ainun itu ya seluruh tubuh ini, sebab setiap saya lewat anda semua bilang Oo..Cak Nun. Berarti Ainun itu seluruh tubuh ini, tapi aku bukan Ainun lho. Ainun itu hanya namaku bukan aku. Jadi siapa aku? 
”, urai Cak Nun membuka cakrawala berfikir jamaah yang hadir padaPadhang mBulan tanggal 18 Desember 2002 di halaman rumah ibu Hj.Halimah, ibunda beliau.Demikian pula dirimu, aku-mu itu engkau cari jangan engkau
3 / 5

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Eko Triyanto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->