Sebaliknya orang-orang yang bertakwa, meskipun sesekali pernah berbuat dosa, mereka sejak awal melakukan penjagaan terhadap dosa. Orang-orang bertakwa tidak akan sesekali mendekatiwilayah yang mendekati dosa seperti yang disabdakan oleh Rasulullah
,
ب ا رً َ ب ب اَ ام د ى ق ْم ُ أَ د ْع ُ ُ ْ اَ
“
Seorang hamba belum mencapai derajat muttaqin sehingga dia meninggalkan apa-apa yangtidak berdosa karena takut terjerumus ke dalam dosa.
” (HR Tirmidzi, hadits hasan)Hadits di atas menyebutkan bahwa orang-orang bertakwa tidak hanya meninggalkan yang haramtapi juga yang berderajat syubhat termasuk di dalamnya makruh yang dibenci agar tidak terjerumus ke dalam dosa. Mereka adalah orang-orang yang
wara`
yang sangat hati-hati.Orang-orang yang bertakwa juga sangat peka terhadap dosa, mereka mampu merasakan godaansyaitan sejak awal serta dapat mengetahui dari pintu mana saja syaitan hendak mencuri hatinyadan seketika itu pun dia pun akan menepisnya. Sebagaimana sabda Rasulullah
,
ذَ َ ك بر َخ ْم ق ُ ى ََ َخ ْم ََ َخ ْم ق ُي َ ُْد أَ اط َي ْ
ن ْي و اب ع ْي َ غ َب
“
Setan mendatangi salah seorang dari kalian, lalu bertanya, “Siapakah yang menciptakan ini?Siapakah yang menciptakan itu?” Hingga dia bertanya,’Siapakah yang menciptakan Rabb-mu?’Oleh karena itu, jika telah sampai kepadanya hal tersebut, maka hendaklah dia berlindungkepada Allah dan hendaklah dia menghentikan (waswas tersebut)
”. (HR Bukhari)Adapun para pendosa, bagaimana mereka akan berhati-hati terhadap dosa sedangkan merekatidak mengenal yang mana yang halal dan yang mana yang haram. Mereka tidak tahu yang manaperbuatan dosa dan mana yang berpahala. Para pendosa adalah orang-orang jahil pada tingkatyang paling bawah.
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Di saat lain, orang-orang yang bertakwa bisa jadi sudah benar-benar dekat dengan kemaksiatan,lalu dia tersadar dan menjauh darinya. Mereka seperti yang difirmankan oleh Allah
,
نَرُصِ ْمُهُْاذَ َِارُ كَّ َ تَنِط َ ْشَّا َمِ ٌئَِ َُّْمَاذَإِاو ْقَ تَّا َيَِّا نَّإِ
“
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, merekaingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.
” (QS. al-A’raaf: 201)Demikian pula, orang-orang yang bertakwa merupakan orang-orang yang mudah menerimaperingatan ketika dinasehati. Mereka akan sadar ketika dibacakan ayat-ayat Allah
maupunhadits-hadits Nabi
. Sangat berbeda dengan para pendosa yang sudah kebal dari nasehatbagaimana pun bentuk dari nasehat itu.
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Kondisi paling parah yang dialami oleh orang yang bertakwa adalah ketika terjerumus kepadaperbuatan dosa. Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuata dosa, bahkan para ulamasekalipun yang berstatus sebagai pewaris para nabi. Namun, orang-orang yang bertakwa dengankebeningan hatinya akan segera sadar akan kesalahannya. Seketika itu pula ia akan menyesaliperbuatannya, takut akan akibat dan bersegera dalam kembali mengingat Allah
. Sebagaimanayang disebutkan dalam hadits Nabi
,
بذُ جِاف َ إو ، ي ْ َ ق َ أَ ا ج ح ْ د ِاَ ََ بذُ مؤ ْ إ