Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
qiroat

qiroat

Ratings: (0)|Views: 84 |Likes:
Published by gitting

More info:

Published by: gitting on Sep 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2011

pdf

text

original

 
Qiraat Al-Quran Dan Para Ahlinya
Posted onMaret 29, 2007byelfadhi| Tinggalkan komentar   Qiraat Al-Quran Dan Para AhlinyaQiraat adalah jamak dari qira
ah, yang berarti
 bacaan
, dan ia adalah masdar (verbal noun) dari qara
a. Menurut istilah ilmiah, qiraat adalah salah satu mazhab(aliran) pengucapan Qur 
an yang dipilih oleh salah seorang imam ahli qiaraat sebagaisuatu mazhab yang berbeda dengan mazhab lainnya.Qiraat ini ditetapkan berdasarkan sanad-sanadnya sampai kepada Rasulullah. Periodequrra (ahli atau imam qiraat) yang mengajarkan bacaan Qur 
an kepada orang-orangmenurut cara mereka-mereka masing adalah dengan berpedoman kepada masa parasahabat. Diantara para sahabat yang terkenal mengajar qiraat ialah Ubai ra, Ali bin AbiThalib ra, Zaid ra, Ibn Masud ra dan Abu Musa al Ansary ra serta masih banyak lagi yanglainnya. Dari mereka itulah sebagian besar sahabat dan tabi`in di berbagai negeri belajar qiraat. Mereka itu semuanya bersandar kepada Rasulullah.Az Zahabi menyebutkan di dalam kitab Tabaqatul Qurra, bahwa sahabat yang terkenalsebagai guru dan ahli qiraat Qur 
an ada tujuh orang, yaitu :1. Usman bin Al-`Affan ra2. Ali bin Abi Thalib ra3. Ubai bin Kaab ra4. Zaid bin Haritsah ra5. Abu Darda ra6. Abu Musa al Anshary ra.7. Ibnu Mas`ud ra.Lebih lanjut ia menjelaskan, segolongan besar sahabat mempelajari qiraat dari Ubai,diantaranya Abu Hurairah, Ibn Abbas, dan Abdullah bin Sa`id, Ibn Abbas belajar pulakepada Zaid. Kemudian kepada para sahabat itulah sejumlah besar tabi
in disetiap negrimempelajari qiraat.Diantara para tabi
in tersebut ada yang tinggal di Madinah yaitu Ibnul Musayyab,
Urwah, Salim, Umar bin Abdul Aziz, Sulaiman dan
Ata
- keduanya putra Yasar-,Muaz bin Haris yang terkenal dengan Muaz al Qari
, Abdurrahman bin Hurmuz alA
raj, Ibn Syihab az Zuhri, Muslim bin Jundab dan Zaid bin Aslam.Yang tinggal di Mekkah ialah : Ubaid bin Umar,
Ata
, bin Abu Rabah, Tawus,Mujahid, Ikrimah dan Ibn Abu Malikah.Tabi
in yang tinggal di Kuffah ialah : Alqamah, al Aswad, Masruq, Ubaidah, Amr, binSyurahbil, al Haris bin Qais, Amr bin Maimun, Abu abdurahman as Sulami, Said binJubair, an Nakha
i, dan as Sya
 bi.Yang tinggal di Basyrah ialah : Abu Aliyah, Abu Raja
, Nasr bin
Asim, Yahya binYa
mar, al Hasan, Ibn Sirin dan Qatadah.Sedang yang tinggal di Syam ialah : al Mughirah bin Abu Syihab al Makhzumi-muridUsman, dan Khalifah bin Sa
d- sahabat Abu Darda
.Pada permulaan abad pertama Hijrah dimasa tabi
in, tampilah sejumlah ulama yangmembulatkan tenaga dan perhatiannya terhadap masalah qiraat secara sempurna karena
 
keadaan menuntut demikian, dan menjadikannya sebagai suatu disiplin ilmu yang berdirisendiri sebagaimana mereka lakukan terhadap ilmu-ilmu syariat yang lainnya, sehinggamereka menjadi imam dan ahli qiraat yang diikuti dan dipercaya. Bahkan dari generasiini dan generasi sesudahnya terdapat tujuh orang terkenal sebagai imam yang kepadamereka dihubungkan;ah (dinisbahkanlah) qiraat hingga sekarang ini.Para qiraat tersebut di madinah ialah : Abu Ja
far Yazid bin Qa
qa
, kemudian Nafi
bin Abdurrahman, ahli qiraat di mekkah ialah : Abdullah bin Kasir dan Humaid bin Qais al A
raj. Di Kufah ialah : Asim bin Abu Najud, Sulaiman al A
masy,kemudian Hamzah dan kemudian al Kisa
i. Di Basrah ialah : Abdullah bin Abu Ishaq,,Isa Ibn Amr, , Abu A
mar 
Ala
, Asim al Jahdari dan Ya;kub al Hadrami. Dan diSyam ialah : Abdullah bin Amir, Ismail bin Abdullah bin Muhajir, kemudian Yahya binHaris dan kemudian Syuraih bin Yazid al Hadrami.Ketujuh orang yang terkenal sebagai ahli qiraat diseluruh dunia diantara nama-namatersebut ialah Abu
Amr, Nafi
, Asim, Hamzah, al Kisa
I, Ibn
Amir dan IbnKasir.
Qiraat-qiraat itu bukanlah tujuh huruf- sebagaimana yang dimaksdkan dalam hadis pada bab diatas- menurut pendapat yang paling kuat. Meskipun kesamaan bilangan diantarakeduanya mengesankan demikian. Sebab qiraat-qiraat hanya merupakan madzhab bacaanqur 
an para imam, yang secara ijma
masih tetap exis dan digunakan umat hinggakini. Dan sumbernya adalah perbedaan langgam, cara pengucapan dan sifatnya, seperti :tafkhim, tarqiq, imalah, idgham, izhar, isyba
, madd, qasr, tasydid, takhfif dan lainsebagainya. Namun semuanya itu hanya berkisar dalam satu huruf, yaitu huruf quraisy.Sedangkan maksud tujuh huruf adalah berbeda dengan qiraat, seperti yangvtelah kita jelaskan. Dan persoalannya sudah berakhir sampai pada pembacaan terakhir ( al
Urdahal
Akhirah), yaitu ketika wilayah expansi bertambah luas dan ikhtilaf tentang huruf-huruf itu menjadi kekhawatiran bagi timbulnya fitnah dan kerusakan, sehingga parasahabata pada masa Usman terdorong untuk mempersatukan umat islam pada satu huruf,yaitu huruf quraisy, dan menuliskan mushaf-mushaf dengan huruf tersebut sebagaimanatelah kita jelaskan.Popularitas Tujuh Imam QiraatImam atau guru qiraat itu cukup banyak jumlahnya, namun yang populer hanya tujuhorang. Qiraat tujuh orang imam ini adalah qiraat yang telah disepakati. Akan tetapidisamping itu para ulama memilih pula tiga orang imam qiraat yang qiraatnya dipandangsahih dan mutawatir. Mereka adalah Abu Ja
far Yazin bin Qa
qa
al Madani,Ya
kub Bin Ishaq al Hadrami dan Khalaf bin Hisyam. Ketiga imam terakhir ini dantujuh imam diatas dikenal dengan imam qiraat. Dan qiraat diluar yang sepuluh inidipandang qiraat syaz. Seperti qiraat Yazidi, Hasan, A
masy, Ibn Jubair dan lain-lain.Meskipun demikian, bukan berarti tidak satupun dari qiraat sepuluh dan bahkan qiraattujuh yang masyhur itu terlepas dari kesyazan, sebab didalam qiraat-qiraat tersebut masihterdapat juga beberapa kesyazan sekalipun hanya sedikit.Pemilihan qurra (ahli qiraat) yang tujuh itu dilakukan oleh para ulama terkemudian padaabad ketiga hijri. Bila tidak demikian maka sebenarnya para imam yang dapatmempertanggungjawabkan ilmunya itu cukup banyak jumlahnya. Pada abad permulaankedua umat islam di Basrah memilih qiraat Ibn
Amr dan Ya
kub; di Kufah orang-orang memilih qiraat Hamzah dan
Asim; di Syam mereka memilih qiraat Ibn
Amir;di mekkah mereka meilih qiraat Ibn Kasir, dan di madinag memilih qiraat Nafi
.
 
Mereka itulah tujuh orang qari, tetapi pada permulaan abad ke tiga Abu Bakar binMujahid menetapkan nama al Kisa
I dan membuang nama Ya
kub dari kelompok tujuh huruf tersebut.Berkata as Suyuti :
Orang pertama yang menyusun kitab tentang qiraat ialah AbuUbaid al Qasim bin Salam, kemudian Ahmad bin Jubair al Kufi, kemudian Ismail binIshaq al Maliki, murid Qalun, kemudian Abu Ja
far bin Jarir at Tabari, kemudian AbuBakar Muhammad bin Ahmad bin Umar ad Dajuni. Kemudian Abu Bakar bin Mujahid.Kemudian pada masa Ibn Mujahid ini dan sesudahnya, tampulah para ahli yangmenyusun buku mengenai berbagai macam qiraat, baik yang mencakup qiraat maupuntidak, secara singkat maupun panjang lebar. Imam-imam qiraat itu sebenarnya tidak terhitung jumlahnya. Hafizul islam Abu Abdullah Az Zahabi telah mentusun tabaqat(sejarah hidup) mereka, kemudian diikuti pula oleh Hafizul Qurra Abul Khair binJaziri.
Imam Ibn Jaziri didalam an Nasyr mengemukakan, Imam pertama yang dipandang telahmenghimpun bermacam-macam qiraat dalam satu kitab adalah Abu Ubaid al Qasim IbnSalam. Menurut perhitunganku, ia mengumpulkan dua puluh lima orang ulama ahli qiraatselain yang tujuh itu. Ia wafat pada 224. kemudian al Jaziri mengatakan pula, sesudah itu,Abu Bakar Ahmad bin Musa bin Abbas bin Mujahid merupakan orang pertama yangmembatasi hanya pada qiraat tujuh imam saja. Ia wafat pada 324. selanjutnya iamengatakan, kami mendapat berita dari sebagian orang yang tidak berpengetahuan bahwaqiraat yang benar ialah qiraat-qiraat yang berasal dari tujuh imam. Bahkan dalam pandangan sebagian besar orang yang jahil, qiraat-qiraat yang benar itu hanyalah yangterdapat didalam asy- Syatibiyyah dan at-Taisir.Sebab-sebab mengapa hanya tujuh imam qiraat saja yang masyhur pada hal masih banyak imam-imam qirat lain yang lebih tinggi kedudukannya atau setingkat dengan mereka dan jumlahnya pun lebih dari tujuh, ialah karena sangat banyaknya periwayat qiraat mereka.Ketika semangat dan perhatian para generasi sesudahnya menurun, mereka lalu berupayauntuk membatasi hanya pada qiraat yang sesuai dengan khat mushaf serta dapatmempermudah penghafalan dan pen-dabi-tan qiraatnya. Langkah yang ditempuh generasi penerus ini ialah memperhatikan siapa diantara ahli qiraat itu yang lebih populer kredibilitas dan amanahnya, lamanya waktu dalam menekuni qiraat adan adanyakesepakatn untuk diambil serta dikembangkan qiraatnya. Kemudian dari setiap negeridipilihlah seorang imam. Tetapi tanpa mengabaikan penukilan qiraat imam diluar yangtujuh orang itu, seperti qiraat Ya
kub al Hadrami, Abu Ja
far al Madani, Syaibah bin Nassa
dsb.Para penulis kitab tentang qiraat telah memberikan andil besar dalam membatasi qiraat pada jumlah tertentu, sebab pembatasannya pada sejumlah imam qiraat tertentu tersebut,merupakan faktor bagi popularitas mereka padahal masih banyak qari-qari lain yang lebihtinggi kedudukannya dari mereka. Dan ini menyebabkan orang menyangka bahwa paraqari
yang qiraat-qiraatnya dituliskan itulah imam-imam qiraat terpercaya. Ibn Jabr alMakki telah menyusun sebuah kitab tentang qiraat, yang hanya membatasi hanya padalima orang qari saja. Ia memilih seorang Imam dari setiap negeri, dengan pertimbangan bahwa mushaf yang dikirimkan Usman kenegeri-negeri itu hanya lima buah. Sementaraitu seebuah pendapat mengatakan bahwa Usman mengirimkan tujuh buah mushaf; lima buah seperti ditulis oleh al makki ditambah satu mushaf ke Yaman dan satu mushaf lagike Bahrain. Akan tetapi kedua mushaf terakhir ini tidak terdengar kabar beritanya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->