Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aborsi

Aborsi

Ratings: (0)|Views: 172 |Likes:

More info:

Published by: Dhamis Amywisesa Wiratama on Sep 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/07/2010

pdf

text

original

 
 
Bagaimana Islam Memandang Aborsi?
Soal:
 
Bagaimana hukum aborsi dalam pandangan Islam? 
 
Jawab:
 
Sebelum membahas hukum aborsi, ada dua fakta yang dibedakan oleh para fuqaha dalam masalah ini. Pertama: apa yang disebut imlash (aborsi,
pengguguran kandungan).
Kedua
,
 
isqâth
(penghentian kehamilan).
Imlash
adalah menggugurkan janin dalam rahimwanita hamil yang dilakukan dengan sengaja untuk menyerang atau membunuhnya.
 Dalam hal ini, tindakan imlash (aborsi) tersebut jelas termasuk kategori dosa besar;merupakan tindak kriminal. Pelakunya dikenai diyat ghurrah budak pria atau wanita,yang nilainya sama dengan 10 diyat manusia sempurna. Dalam kitab Ash-Shahayn,telah diriwayatkan bahwa Umar telah meminta masukan para sahabat tentang aktivitas imlh yang dilakukan oleh seorang wanita, dengan cara memukuli perutnya, lalu janinnya pun gugur. Al-Mughirah bin Syuah berkata:
«           »
Rasulullah saw. telah memutuskan dalam kasus seperti itu dengan diyat ghurrah 1budak pria atau wanita.
 
Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Muhammad bin Maslamah, yang pernah menjadiwakil Nabi saw. di Madinah. Karena itu, pada dasarnya hukum aborsi tersebut haram.
 
Ini berbeda dengan isqh al-haml (penghentian kehamilan), atau upaya menghentikan kehamilan yang dilakukan secara sadar, bukan karena keterpaksaan, baik dengan caramengkonsumsi obat, melalui gerakan, atau aktivitas medis tertentu. Penghentian kehamilan dalam pengertian ini tidak identik dengan penyerangan atau pembunuhan,tetapi bisa juga diartikan dengan mengeluarkan kandunganaik setelah berbentuk janin ataupun belumengan paksa.Dalam hal ini, penghentian kehamilan (al-ijhh) tersebut kadang dilakukan sebelum ditiupkannya ruh di dalam janin, atau setelahnya. Tentang status hukum penghentian kehamilan terhadap janin, setelah ruh ditiupkan kepadanya, maka para ulama sepakatbahwa hukumnya haram, baik dilakukan oleh si ibu, bapak, atau dokter. Sebab,tindakan tersebut merupakan bentuk penyerangan terhadap jiwa manusia, yang darahnyawajib dipertahankan. Tindakan ini juga merupakan dosa besar.
 
 ]
     
[
Janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah, kecuali dengan cara yang haq. (QS al-Anm [6]: 151).
 
Al-Bukhari dan Muslim juga menuturkan riwayat dari Abu Hurairah yang menyatakan:
 
             
 
Rasulullah telah memutuskan untuk pembunuhan janin wanita Bani Lihyan dengan ghurrah 1 budak pria atau wanita.
 
Janin yang dibunuh dan wajib atasnya ghurrah adalah bayi yang sudah berbentuk ciptaan (janin), misalnya mempunyai jari, tangan, kaki, kuku, mata, atau yang lain.Mengenai penghentian kehamilan sebelum ditiupkannya ruh, para fuqaha telah berbedapendapat. Ada yang membolehkan dan ada juga yang mengharamkan. Menurut kami, jikapenghentian kehamilan itu dilakukan setelah empat puluh hari usia kehamilan, saattelah terbentuknya janin (ada bentuknya sebagai manusia), maka hukumnya haram.Karenanya, berlaku hukum penghentian kehamilan setelah ruhnya ditiupkan, dan padanya berlaku diyat ghurrah tersebut.Karena itu, tema pembahasan penghentian kehamilan dalam konteks ini meliputibeberapa hal:
 1-
 
Jika seorang wanita yang tengah mengandung mengalami kesulitan saat melahirkan,ketika janinnya telah berusia enam bulan lebih, lalu wanita tersebut melakukan 
 
operasi sesar. Penghentian kehamilan seperti ini hukumnya boleh, karena operasitersebut merupakan proses kelahiran secara tidak alami. Tujuannya untuk menyelamatkan nyawa ibu dan janinnya sekaligus. Hanya saja, minimal usiakandungannya enam bulan. Aktivitas medis seperti ini tidak masuk dalam kategoriaborsi; lebih tepat disebut proses pengeluaran janin (melahirkan) yang tidak alami.
 2-
 
Jika janinnya belum berusia enam bulan, tetapi kalau janin tersebut tetap dipertahankan dalam rahim ibunya, maka kesehatan ibunya bisa terganggu. Dalam kondisi seperti ini, kehamilannya tidak boleh dihentikan, dengan cara menggugurkan kandungannya. Sebab, sama dengan membunuh jiwa. Alasannya, karena hadis-hadis yang ada telah melarang dilakukannya pengguguran, serta ditetapkannya diyat untuk tindakan seperti ini.
 3-
 
Jika janin tersebut meninggal di dalam kandungan. Dalam kondisi seperti ini, boleh dilakukan penghentian kehamilan. Sebab, dengan dilakukannya tindakan tersebut akan bisa menyelamatkan nyawa ibu, dan memberikan solusi bagi masalah yang dihadapinya;sementara janin tersebut berstatus mayit, yang karenanya harus dikeluarkan.
 4-
 
Jika janin tersebut belum berusia enam bulan, tetapi kalau janin tersebut tetap dipertahankan dalam rahim ibunya, maka nyawa ibunya akan terancam. Dokter pun sepakat, kalau janin tersebut tetap dipertahankanenurut dugaan kuat atau hampir bisa dipastikanyawa ibunya tidak akan selamat, atau mati. Dalam kondisi sepertiini, kehamilannya boleh dihentikan, dengan cara menggugurkan kandungannya, yang dilakukan untuk menyembuhkan dan menyelamatkan nyawa ibunya. Alasannya, karenaRasulullah saw. memerintahkan berobat dan mencari kesembuhan. Di samping itu, jikajanin tersebut tidak digugurkan, ibunya akan meninggal, janinnya pun sama, padahaldengan janin tersebut digugurkan, nyawa ibunya akan tertolong, sementaramenyelamatkan nyawa (kehidupan) tersebut diperintahkan oleh Islam. Dengan demikian,dalil-dalil tentang kebolehan menghentikan kehamilan, khususnya untuk menyelamatkan nyawa ibu, juga dalil-dalil berobat dan mencari kesembuhan, padadasarnya merupakan dalil mukhashshish bagi hadis-hadis yang mengharamkan tindakan pengguguran janin. Secara umum dalil haramnya pengguguran kandungan tersebutdinyatakan dalam konteks pembunuhan, atau penyerangan terhadap janin. Karena itu,penghentian kehamilan dengan tujuan untuk menyelamatkan nyawa ibu tidak termasuk dalam kategori penyerangan, dan karenanya diperbolehkan.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->