Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
11Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Key Sektor Dan Kebijakan Industri Di Indonesia

Key Sektor Dan Kebijakan Industri Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 2,134|Likes:
Published by Ambara Sugama
kebijakan industri manufaktur dan key sektor di Indonesia, berdasarkan tabel IO 2008
kebijakan industri manufaktur dan key sektor di Indonesia, berdasarkan tabel IO 2008

More info:

Published by: Ambara Sugama on Sep 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/17/2013

pdf

text

original

 
 
UNIVERSITAS INDONESIA
TUGAS PENGGANTI UAS EKONOMI PEMBANGUNANDosen : Padang Wicaksono, Ph.D
Keterkaitan Antar-Sektor dan Kebijakan Pengembangan Industri Manufaktur diIndonesia : Studi Empiris dengan Tabel Input Output Tahun 2008 dan PeraturanPresiden No 28 Tahun 2008
Oleh:I Made Ambara NPM 0906583825
FAKULTAS EKONOMIPROGRAM PASCA SARJANA ILMU EKONOMIDEPOKJULI 2010
 
Tulisan Pengganti UAS Ekonomi Pembangunan Halaman 1
 Abstraksi
 
:Dengan menggunakan tabel input output Indonesia tahun 2008, dapat diketahui 11 sektor kunci yangmemiliki keterkaitan yang tinggi dengan sektor-sektor lain dalam perekonomian. Dari 11 sektor kuncitersebut, enam diantaranya termasuk kategori industri, sedangkan sisanya termasuk kategori jasa.Kesebelas sektor kunci tersebut merupakan sektor-sektor yang paling penting dalam menggerakkanperekonomian Indonesia, apabila dilakukan penambahan investasi pada sektor-sektor tersebut.Selanjutnya, berdasarkan aturan kebijakan pengembangan industri di Indonesia, pemerintah Indonesiasaat ini tidak proaktif mengidentifikasi sektor-sektor kunci dalam perekonomian dan memfasilitasipengembangannya seperti di masa Orde Baru atau terkesan pasif. Pasifnya kebijakan pemerintahIndonesia tersebut berimplikasi pada tidak terpecahkannya masalah kegagalan koordinasi antar-sektordalam perekonomian untuk melakukan pergeseran dasar perekonomian agar tingkat kemakmuran yanglebih tinggi bagi seluruh perekonomian seperti dijelaskan dalam teori Big Push dapat tercapai.
 Kata kunci
 
: keterkaitan antar-sektor, kegagalan koordinasi, Big Push, tabel I-O, sector kunci, kebijakanpengembangan Industri
1.
 
Pendahuluan
Perekonomian suatu negara, berdasarkan kesamaan karakteristik kegiatan yang dilakukan, dapatdiklasifikasikan kedalam beberapa sektor. Walaupun kegiatan yang dilakukan dalam setiap sektorberbeda, namun terdapat kesalingtergantungan (
complementarity
) antara sektor yang satu dengan sektorlainnya. Kesalingtergantungan antar-sektor tersebut dapat menjadi hambatan apabila perekonomiansuatu negara ingin dipacu untuk mencapai keseimbangan baru yang dapat meningkatkan kesejahteraanseluruh sektor, misalnya dengan proses industrialisasi. Hambatan tersebut terjadi karena diperlukaninisiatif suatu sektor untuk mengambil langkah pertama, sementara setiap sektor dalam perekonomiancenderung untuk menunggu aksi sektor lainnya daripada menjadi
 pioneer 
untuk memulai prosesindustrialisasi tersebut.Dalam kondisi
complementarity
dan tidak adanya sektor yang berinisiatif mengambil langkah pertamauntuk memulai proses industrialisasi, terjadilah kondisi yang disebut kegagalan koordinasi (
coordination failure
). Oleh sebab itu, dalam kondisi tersebut, diperlukan
intervensi pemerintah
(dikenal denganistilah
 Big Push
) untuk mengkoordinasikan proses industrialisasi di seluruh sektor dalam perekonomiansecara bersamaan. Menurut Rosentein-Rodan, jika berbagai sektor dalam perekonomian mengadopsiteknologi yang bersifat
increasing return
secara bersamaan (memulai proses industrialisasi), sektor-sektor tersebut akan menciptakan pendapatan yang dapat menjadi sumber bagi permintaan barang sektorlainnya dan memperbesar pasar bagi setiap sektor dan membuat industrialisasi menjadi menguntungkanbagi semua sektor.Dalam tahap implementasi proses industrialisasi tersebut, pemerintah sebagai faktor penentu harusmenentukan sektor-sektor mana saja yang perlu diberikan insentif dalam berbagai bentuk (
 Big Push)
.Terdapat berbagai pendekatan untuk menentukannya, salah satunya adalah pendekatan keterkaitan antar-sektor (
linkage
) Todaro (2009). Dalam pendekatan linkage, sektor-sektor yang perlu diberikan
 Big Push
 disebut sektor kunci (
key sectors
) yaitu sektor-sektor yang memiliki keterkaitan (
linkage
) tinggi dengan
 
Tulisan Pengganti UAS Ekonomi Pembangunan Halaman 2
sektor lain yang menggunakan output yang dihasilkannya dan dengan sektor lain yang menyediakaninput bagi sektor-sektor berkenaan.Berdasarkan pendekatan
linkage
tersebut, tulisan ini
bertujuan
untuk mengidentifikasi sektor-sektorkunci dalam perekonomian Indonesia dengan bantuan tabel input output (tabel I-O) Indonesia tahun2008 dan meneliti kebijakan pengembangan industri di Indonesia apakah telah memperhitungkan faktor
linkage
atau tidak. Berkaitan dengan tujuan penulisan tersebut,
permasalahan
yang ingin dipecahkanada dua yaitu :1.
 
Sektor-sektor apa saja di dalam perekonomian Indonesia yang merupakan
Key Sectors
?
Key sectors
 mana yang termasuk kategori industri?2.
 
Apakah kebijakan pengembangan industri di Indonesia telah mempertimbangkan faktor
linkage
antar-sektor dalam menentukan industri prioritas? Apakah pemerintah Indonesia saat ini mempunyaikomitmen yang kuat untuk mengembangkan industri manufaktur lebih lanjut?Selanjutnya terdapat empat bagian berikutnya dari tulisan ini yaitu : telaah pustaka, metodologipenelitian yang digunakan, hasil analisis dan terakhir adalah kesimpulan.
2.
 
Telaah Pustaka
2.1 Kebijakan Pengembangan Industri Manufaktur di IndonesiaSampai dengan tahun 1965, 56% output perekonomian Indonesia bersumber dari sektor pertanian.Sementara itu, pada tahun yang sama, sektor industri hanya menyumbang 13%. Persentase output darisektor pertanian terus menurun pada tahun 1980 dan 2000 seiring dengan kebijakan pengembanganindustri subtitusi impor dan industri manufaktur padat karya yang berorientasi ekspor (lihat tabel 2.1).Tabel.2.1 Perubahan Persentase Output Sektoral terhadap GDP di Indonesia
Sektor 1965 1980 2000
Agricultural (Pertanian) 56 30 17Industri 13 49 47Jasa 31 21 36Sumber: Hayami & Godo (2009)Selain itu, pada tahun 1965 prosentase ekspor barang dari industri manufaktur hanya 4% dan berubahmenjadi 57% dari total ekspor barang pada tahun 2000 (Hayami dan Godo, 2000). Keberhasilanperubahan struktur output seperti ditunjukkan oleh tabel 2.1 dan juga struktur ekspor tidak dapatdilepaskan dari intervensi kebijakan pemerintah Indonesia untuk memberikan fasilitas berupa proteksiuntuk mendukung pengembangan industri subtitusi impor pada masa oil boom dan penetapan nilai tukarRupiah yang
overvalue
untuk pengembangan industri manufaktur padat karya berorientasi ekspor pasca-oil boom. Kebijakan seperti itu sangat diperlukan untuk membangun industri yang mampu berperan

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
dcluster liked this
Ahmad Rifai liked this
Freddy Mitnick liked this
Djunaidi Tauda liked this
Djunaidi Tauda liked this
Agung Indra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->