Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ABSSBK

ABSSBK

Ratings: (0)|Views: 20|Likes:

More info:

Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Jun 30, 2008
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2009

pdf

text

original

 
Reposisi Peran Dan FungsiAdat Basandi Syarak, Syarak Basandi KitabullahBagi Masyarakat Nagari Dewasa Ini
(‘Musyawarat’ - asas demokrasi -, Sebagai Dasar Mengembangkan‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’)
Oleh :
H. Mas’oed Abidin
 Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Sumatera Barat 
Pengantar
Kehidupan bermasyarakat di Sumatra Barat sudah lama direkat olehkentalnya hubungan kebersamaan (
ta’awun
) di dalam tataran budaya
beratsepikul ringan sejinjing 
sebagai perwujudan nyata nilai-nilai
 Adat BasandiSyara’, Syara’ Basandi Kitabullah
(ABS-SBK).Tataran budaya sedemikian telah terbukti dalam masa sangat panjangmampu memberikan dorongan-dorongan beralasan (motivasi) bagi semuagerak perubahan (reformasi) dari satu generasi ke generasi berikut di RanahBundo ini. Bahkan telah pula terbukti menjadi modal sangat besar untukmeraih kemajuan di berbagai bidang pembangunan di daerah dan nagari,di dusun dan taratak. Serta memberikan sumbangan yang tidak kecil dalammewujudkan
 persatuan bangsa
dan
kesatuan wilayah
di Negara KesatuanRepublik Indonesia tercinta ini.Kehidupan masyarakat Sumatra Barat kedepan di Alaf Baru ini, mestidi pacu dengan ajakan agar selalu menanam kebaikan-kebaikan yang
makruf.
Mesti pula dipagar rapat-rapat dengan pencegahan dari hal-halyang merusak dan
mungkara.,
Didalamnya ditanamkan upaya bergunayang dapat menumbuhkan harga diri dengan sikap mental mau berusahasendiri, giat bekerja (
enterprising
). Yang dituju adalah masyarakat baruSumatra Barat yang dapat menolong diri sendiri (
independent
) serta mampu
mereposisi
kondisinya dalam mengatasi kemiskinan dan ketertinggalandiberbagai bidang.Insya Allah masyarakat kita di Sumatra Barat akan mendapatkan hakasasinya yang setara dengan kewajiban asasi yang telah ditunaikan.Sesungguhnya bimbingan aqidah kita bersendikan Kitabullah telahmengajarkan bahwa tidak pantas bagi satu masyarakat yang hanya selalumenuntut hak tanpa dibebani keharusan menunaikan kewajiban.
1
 
Martabat satu kaum akan hilang bila yang ada hanya memilikikewajiban-kewajiban tetapi tidak dapat menentukankan hak apa-apa.Karena itu, hak asasi manusia tidak akan pernah ujud tanpa didahuluioleh kewajiban asasi manusia. Hal ini sangatlah penting ditanamkankembali dalam upaya
mambangkik batang tarandam.
Kandungan Kitabullah mewajibkan kita untuk memelihara hubunganyang langgeng dan akrab dengan karib dan daerah tetangga, sebagaikewajiban iman dan taqwa kita kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, sesuaiFirman-Nya, “
Sembahlah Allah, dan janganlah kamu mempersekutukan-Nyadengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu-bapak.Berhubungan baiklah kepada karib kerabat. Berbuat ihsan kepada anak-anak yatim,kepada orang-orang miskin, dan tetangga yang hampir, tetangga yang jauh, danteman sejawat serta terhadap orang-orang yang keputusan belanja diperjalanan(yaitu orang-orang yang berjalan dijalan Allah) dan terhadap pembantu-pembantudi rumah tanggamu. Sesungguhnya Allah tidak suka terhadap orang-orang yangsombong dan membangga-banggakan diri”
(QS.4, An-Nisak ayat 36)
.
 Menumbuhkan harga diri, dan memperbaiki nasib secara keseluruhandalam berbagai bidang, diyakini akan terwujud melalui ikhtiar yang terusmenerus,
sustainable
disertai akhlak sabar tanpa kesombongan serta mampumelawan sikap mudah menyerah dan tidak mudah berputus asa. Sikap jiwamasyarakat seperti inilah yang sangat dituntut mengedepan dalammenyambut Otonomi Daerah di Sumatra Barat pada awal abad ini.
( I )
Firman Allah menyatakan,
  
 
  
     
 
  
 
   
 
  
 
 
 
   
 
 
  
 
   
 
        
 
 
 
 
 
   
 
        
 
 
 
 
 
        
 
 
 
 
“ Hai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki danseorang perempuan dan menjadikan kamu berkabilah-kabilah (bangsa-bangsa)danberpuak-puak (suku-suku) supaya kamu saling kenal mengenal …”,
(QS.49, al Hujurat :13).
Nabi Muhammad SAW memesankan bahwa
“Perbedaan ditengah-tengah umatku adalah rahmat” 
(Al Hadist). Dan sebuah lagi,
“innaz-
2
 
zaman qad istadara”,
 
bahwa sesungguhnya zaman berubah masa berganti
(Al Hadist).Petatah petitih
(kata hikmah) di
 Minangkabau
mengungkapkan
“Pawang biduak nak rang Tiku, Pandai mandayuang manalungkuik,Basilang kayu dalam tungku, Disinan api mangko hiduik”.
Kembali ke Nagari
semestinya lebih dititik beratkan kepada
kembalibanagari.
 Perubahan cepat yang sedang terjadi, apakah karena sebab derasnyagelombang
arus globalisasi
, atau
 penetrasi budaya luar 
(asing) telah membawaakibat bahwa perilaku masyarakat, praktek pemerintahan, pengelolaanwilayah dan asset, serta perkembangan norma dan adat istiadat di banyaknagari di Sumatera Barat mulai tertinggalkan. Perubahan perilaku tersebuttampak dari lebih mengedepannya perebutan prestise yang berbalutmaterialistis dan individualis. Akibatnya, perilaku yang kerap tersua adalahkepentingan bersama dan masyarakat sering di abaikan.Menyikapi perubahan-perubahan sedemikian itu, acapkali idealismekebudayaan Minangkabau menjadi sasaran cercaan. Indikasinya terlihatsangat pada setiap upaya pencapaian hasil kebersamaan (kolektif danbermasyarakat) menjadi kurang diacuhkan dibanding pencapaian hasilperorangan (individual).Sesungguhnya
nagari
di
 Minangkabau
(Sumatera Barat) seakan sebuahrepublik kecil, ada wilayah (
ulayat/pusako
), ada rakyat (
suku
), adapemerintahan (
sako
), ada kedaulatan (
adaik salingka nagari
). Republik Miniini memiliki
sistim demokrasi murni, pemerintahan sendiri, asset sendiri,wilayah sendiri, perangkat masyarakat sendiri, sumber penghasilansendiri, bahkan hukum dan norma-norma adat sendiri.
(II)
Sebagai masyarakat beradat dengan pegangan
adat bersendi syariatdan syariat yang bersendikan Kitabullah
, maka kaedah-kaedah adat itumemberikan pula pelajaran-pelajaran antara lain,
1.
Mengutamakan prinsip
hidup seimbang.
Ketahuilah bahwa ni’mat Allah, sangat banyak.
 
 
      
 
        
 
     
 
 
 
 
 
        
 
 
3

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->