Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Nuansa Akhlaq (satu)

Nuansa Akhlaq (satu)

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 355|Likes:

More info:

Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Jun 30, 2008
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2010

pdf

text

original

 
 JAUHI SIKAP TERCELARasulullah SAW selalu menganjurkan kepada setiap penganutIslam untuk menjauhi delapan sikap tercela yang manakala ada bisamenyebabkan tampilnya bencana, baik dalam hubungan seorangataupun masyarakat dan negara.Delapan sikap yang mesti di jauhi itu adalah ; 1.Selalu merasa sedihdan kecewa, yang senantiasa menyisakan sikap putus asa danakibatnya menyerahkan segala sesuatu tanpa berusaha. 2. Perasaangelisah, seakan selalu dikejar bayang-bayang. 3. Lemah, baik fisik(jasad), perasaan (kalbu) ataupun akal fikiran, yang berujung denganmenjadikan diri siap untuk di tindas orang lain, 4. Malas, sehinggatertutupnya pintu keberhasilan. 5. Sikap pengecut, yang menghambatdiri untuk berusaha secara sungguh-sungguh. 6. Bakhil, yangakibatnya bisa tidak menghiraukan keadaan keliling, hapusnyasolidaritas, hilangnya kepedulian. Sikap bakhil bisa pula berdampakkepada pengejaran kesenangan (harta) duniawiyah tanpamenghiraukan kepentingan orang lain (individualistis), 7. Selalu dalamcengkeraman hutang, yang berakibat kurangnya ukuran kepantasandan kepatutan, atau tak seukuran bayang-bayang dengan badan.8. Berada dalam penindasan orang lain, sebagai konsekwensi logis dariketujuh sikap tercela sebelumnya.Bila kita meneliti dan memahami langkah yang telah kita tempuhselama ini, setidaknya dalam waktu tigapuluh dua tahun masa yangtelah berlalu, maka sesungguhnya kedelapan sikap tercela ini telahmenghimpit bangsa ini melalui penerapan cara-cara amat sistimatikseakan dipaksanakan harus berlaku sejak dari kekuasaan atas hinggalapis terbawah.Bangsa yang besar ini menjadi sangat kecil tatkala penipuan dalamslogan demi pembangunan dibenarkan penipuan sebagai suatukeharusan, dan penindasan hak-hak masyarakat dianggap sebagai
 
suatu kewajaran. Nilai-nilai kepatuhan ditampilkan dalam bentukmemutar-balikan perintah menjadi pembenaran tindakan dalam disiplinbirokrasi. Kepatuhan kepada atasan bahkan menduduki posisi tertinggimelebihi ketaatan kepada Allah SWT. Semuanya merupakansebahagian bukti dari sikap lemah dan putus asa.Masyarakat bertumbuh menjadi pengecut, harus n’rimo apa adanya,tanpa keinginan untuk membantah, dikerangkeng pada perangai AsalBapak Senang. Sebetulnya, ABS perlu, bila artinya adalah AsalBangsa ini Sejahtera”.Menjauhi kedelapan perangai ini menjadi suatu kewajiban asasi dalamhidup manusia sebagai “hamba Allah”. Dapat dilakukan denganaktifitas amaliah yang terpadu terarah (sustained) secara pasti denganpenerapan disiplin beragama dalam kerangka “iman dan taqwa”.Upaya lainnya juga dengan cara melazimkan do’a (munajat) kepadaAllah SWT pada setiap pagi dan petang.Diantara do’a munajat yang di ajarkan Rasulullah SAW tersebutuntuk kita amalkan adalah, ”Allahumma, wahai ALLAH, sungguh akuberlindung kepada MU dari pada rasa sedih atau kecewa (al-hammiy)dan gelisah (al-hazniy). Dan akupun berlindung kepada MU, wahaiAllah, dari watak yang penuh dengan kelemahan (al-‘ajziy) serta sifatkemalasan (al-kasali). Dan, aku pun juga memohon kepada Engkau,wahai Allah, perlindungan dari sikap pengecut (al-jubniy) dan bakhil(al-bukhliy). Aku pun berselindung kepada MU, wahai Allah daricengkeraman hutang (ghalabatid-dayni) dan penindasan orang lain(qahriy ar-rijaal)”. (Do’a ma’tsur dari HR.Bukhari Muslim).Ditengah bangsa kita mengalami masa ujian sekarang ini (chaospolitik, ekonomi, sosial dan budaya), dan dirasakan adanya upayapemaksaan dari pihak lain, diantaranya upaya menguasai/membeliIndonesia dengan label penyelematan ekonomi nasional, termasuk didalamnya rencana privatisasi BUMN (diantaranya PT.Semen Padang)dengan keinginan menguasai lebih dari 51% saham nasional, makasebaiknya do’a ini kembali dilazimkan membacanya setiap pagi dansore.
 
Do’a munajat ini harus pula di iringi usaha sekuat tenaga dan secarabersama-sama menghilangkan sifat-sifat tercela ini dengan memulaidari diri sendiri, untuk mengerjakan apa yang bisa dan bermanfaatuntuk orang banyak dengan modal (self-help) di keliling kita.Modal besar itu, adalah kesepakatan, kerjasama, kesetia kawanan,seia-sekata (ukhuwwah), sumber daya (alam dan manusia) dalamsuatu ikatan kebangsaan sebagai Rahmat Allah, serta selalu memohonpertolongan dari Allah SWT. Sebab, yang ada itu sebenarnya sudahteramat cukup untuk memulai. Semoga Allah selalu meredhai.***Padang, 4 Agustus 1998. JANGAN MENJADIORANG ANIAYADikal Nabi Ibrahim AS di uji oleh Allah (Subhanahu wata'ala),tentang ketabahan-nya, kerelaan berkorban, keteguhan pendirian,sikapnya dalam memuliakan tetamu, berbuat baik sesama kerabat,dan kesiapannya dalam melaksanakan perintah Allah dan melepaskanketergantungan kepada perintah materi (kebendaan), ternyata ia lulusdari ujian yang berat itu.Ujian jiwa ini, secara beruntu dia alami, dan sungguh pun berat,dia berhasil melaluinya.Ketabahannya terbukti, dikala ia dihadapkan kepada pilihandibakar di dalam sebuah unggun-api, Oleh Namrudz (MaharajaNebucadnear) yang menguasai Mesopotamia. Atau kedudukan yanglayak di sisi sang penguasa, manakala ia berkenan menggantikanperannya melaksanakan Dakwah Ilallah kepada Dakwah Ilalmaal(perjuangan mendapatkan harta). Terbukti, Ibrahim A.S. lebih memilihmenegakkan kebenaran dengan serba tipuan. Dia menang, danimbalannya api unggun yang bergejolak membakar setiap kayu kering

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
madjuh liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->