Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ISRA'M~1

ISRA'M~1

Ratings: (0)|Views: 16|Likes:

More info:

Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Jun 30, 2008
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
Isra’ Mi’rajMeneropong Kekuasaan Allahdalam Ilmu Modern *Oleh: H. Mas’oed Abidin**
Bulan Rajab telah kita tinggalkan. Di dalamnya terdapat satu peristiwa kembar (Isra’ danMi’raj) Muhammad SAW yang merupakan pilar penting dalam rentetan Risalah Islam.
Peristiwa pertama
dikenal dengan peristiwa Isra’ (perjalanan malam hari) Rasulullah SAWberawal dari Masjidil Haram (Makkah) dan berakhir di Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis,Palestina). Kedua tempat itu telah diberkati sekelilingnya
(
alladzi barakna haulahu
), sebagaitempat diutusnya banyak Nabi dan Rasul-Rasul sejak Ibrahim AS hingga Isa ibni Maryam.Di sekitar
Baitulmaqdis
telah diturunkan Kitabullah (Taurat, Zabur, Injil, dan beberapashuhuf) melalui Rasul-Rasul Allah pegangan Agama Samawi untuk bimbingan dan pedomanummat manusia dari masa ke masa. Di keliling
Masjidil Haram
(Makkah dan Madinah)diwahyukan Al Quranul Karim kepada Muhammad SAW, yang menjadi rahmat besar tiadaternilai untuk seluruh penduduk alam ini, sampai akhir masa.Perjalanan Isra’ merupakan bukti kemuthlakan kekuasaan Allah Maha Pencipta (
linuriyahuumin ayatina
) yang mampu merubah ruang dan waktu, tak terpaut kepada dimensi menurutbatas akal fikiran manusia. Kecerdasan akal (rasional intelegensia) yang dipunyai manusiasangat terbatas. Mengandalkan semata-mata kemampuan rasio tidak akan mampu mencernaperistiwa sangat spektakular ini. Apalagi kalau yang menjadi ukuran hanyalah jarak, waktu,ruang dan dimensi materi.Sampai kinipun, saat teknologi transportasi sudah maju, peristiwa Isra’ masihmerupakan misteri ilmu pengetahuan. Ada yang percaya bahwa peristiwa itu benar terjadi. Adapula beranggapan sebagai cerita dongeng dan mimpi belaka. Ilmu pengetahuan malahmempertanyakan bagaimana persamaan geraknya dengan teknologi transportasi dan betapakajiannya menurut hukum dasar
mekanika
(ilmu gerak) yang dikenal sekarang. Lebih ekstrimlagi kalau tidak terkaji oleh ilmu pengetahuan modern, maka peristiwa itu mustahil diterima.Diketahui hingga sekarang ada dua hukum dasar mekanika (ilmu gerak).
Kesatu
,disebut sebagai
mekanika klasik
(dikembangkan
Isaac Newton
, dengan tiga hukum dasarnyayaitu kelembaban,gerak dan aksi-reaksi), berlaku untuk gerakan suatu materi yangkecepatannya rendah, jauh lebih kecil dibanding dengan kecepatan cahaya (300.000 km/detikkuadrat).
Kedua
, disebut
mekanika modern
(dikembangkan
Albert Einstein,
dengan teori relativitas dankonsep kenisbiannya), berlaku untuk materi yang kecepatannya sangat tinggi, yang besarnyamendekati kecepatan cahaya, dan ini hanya bisa dicapai oleh materi yang berukuran kecilseperti
electron
.Suatu kejadian menurut embanan teori realitivitas dalam dimensi ruang dan waktu,(keduanya bukan besaran yang muthlak, melainkan tergantung kepada sipengamat), makadalam dimensi ini belum ada satu benda melebihi kecepatan maksimum (kecepatan cahaya).Kecepatan itu bisa dicapai oleh materi yang memiliki
massa diam nol,
yakni
gelombangelektromagnet (seperti sinar gamma, sinar X, dan cahaya)
.
11
 
Teori ini juga menyebutkan adanya perobahan kerangka waktu, panjang, dan massa.Semakin tinggi kecepatan suatu materi massa semakin bertambah besar terjadi
time dilatation
(pemuluran waktu) dan panjang mengalami kontraksi. Konsekwensi teori (realitivitas) inimelahirkan suatu kaedah, bahwa materi tidak dapat dimusnahkan, tidak dapat diciptakan,tetapi dapat dikonversi kedalam bentuk atau gelombang.Perjalanan menempuh jarak antara Masjidil Haram (Makkah) dengan Masjidil Aqsha(Palestina) dengan hasil teknologi transportasi maju hari ini bisa ditempuh kurang dari semalam(memakai kapal terbang, termasuk rumusan mekanika klasik). Akan tetapi, tingkat teknologitransportasi 15 millenium lalu itu adalah Kuda, Onta, Keledai atau jalan kaki. Di sinilahtumbuhnya bantahan musyrikin Quraisy karena kemampuan akal melihat sebagai suatu yangmustahil.Pertanyaan berikut, kenderaan apa yang dipakai Muhammad melakukan perjalananmalam (Isra’). Bila disebut dengan berkenderaan
buraq
(berasal dari kata
barq
artinya kilat).Maka itupun dilihat sebagai suatu yang berlebihan, selanjutnya juga sangat mustahil. Kilatadalah satu gelombang elektromagnet dengan kecepatan maksimum seperti kecepatan cahaya,sehingga dengannya jarak matahari dan bumi bisa dijelang dalam waktu
delapan menit
Sebenarnya Buraq (
barq
) tidak sama dengan kilat dalam arti yang lazim, karena memilikikecepatan ‘sekejap mata’ dan mampu menempuh jarak sejauh mata memandang. Kenyataankeseharian kita membuktikan bahwa mata tanpa alat bantu bisa memandang bintang dilangityang jaraknya ribuan kali jarak matahari. Karenanya dapat disimpulkan buraq bukanlah kilatdalam dimensi pengertian umum dengan kecepatan melampuai cahaya, bahkan mungkin 18 juta kali kecepatan cahaya.Sekali lagi, bila Muhammad masih terkungkung pada dimensiruang dan waktu, mustahil dia bisa bergerak secepat kilat, kecuali jika telah dirubah menjadi
foton
(paket energi gelombang elektromagnet, yang kecepatannya sama dengan cahaya),
dan bila ituyang terjadi sangat sulit untuk kembali kepada materi semula, lebih rumit membayangkanterjadi pada diri manusia seperti Muhammad.Kejadian ini diluar jangkauan akal dan indera manusia. Akal tidak mampumenggambar lintasan gerak yang terjadi.Bahkan ilmu pengetahuan murni tidak mampu menuliskan persamaannnya dalam teorigerak (mekanika) Newton ataupun Einstein. Kedua teori gerak tersebut dalam kasus ini tidakberlaku lagi.Kata kuncinya terletak pada kata-kata “
asraa
” (kata kerja transitif yang membutuhkanobyek) dan berasal dari katakerja intransitif “
saraa
”, berarti telah berjalan malam hari.
Obyekasraa adalah Muhammad
.Kata-kata Isra’ diambil dari bentuk mashdar saraa, sehingga secara harfiyah diartikanperjalanan malam hari dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsha, yang sepenuhnya dalamperencanaan sampai pada pelaksanaan perjalanan (baik dalam bentuk sarana, alat yang dipakai,sifat perjalanan, waktu dan kecepatan) semata-mata adalah absolut (muthlak) menjadi ilmu dankekuasaan Allah adanya.
Subhanallah.
 Secara bijaksana Allah memperlihatkan kekuasaan muthlak itu dengan awalah kalimat
“Subhanal-ladzii”
dan seterusnya (
QS.17:1
).Disinilah wilayah iman, dan bila kita lihat dari sisi ini, jelaslah ada satu konsep yanglebih tua dari umurnya teori gerak (mekanika) klasik ataupun modern, yaitu
teori gerak kun fayakun (
absolut kekuasaan Allah
).
Kekuatan agung (raksasa) ini merupakan wilayah iman(keyakinan) yang berurat berakar pada kalbu (hati) manusia. Suatu kekuatan inti (inner side)dalam bentuk emotional inteligensia, yang pada gilirannya mampu
menumbuhkan
kesadaranilmiah rasionil, seperti diperlihatkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq tatkala mendengar peristiwa
22
 
Isra’ itu disampaikan oleh Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Diamembenarkan peristiwa mencengangkan ini, bahkan lebih dari itu, diapun percaya bilaMuhammad menyatakan naik kelangit sekalipun.Inilah kesadaran rasionil ilmiah, karena Muhammad adalah utusan Allah.
”Innahuhuwa as-sami’ ul-bashir”,
artinya
“sungguh Dia (Allah) Maha Mendengar lagi MahaMelihat”.
(
QS.17:1
).
*** Peristiwa kedua, adalah Mi’raj (naik ketempat yang paling tinggi), sebagai dijelaskan pembuktiannya oleh Allah dalam Firman-Nya
 Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktuyang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Didekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya(Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhan-Nya yang paling besar” (QS.53,An-Njm,ayat 13-18).
 
(Muhammad melihat Jibril untuk pertama kalinya dalam bentuk asli itu adalah tatkaladiturunkan wahyu pertama Surat Al ‘Alaq (96) ayat 1-5. Keabsahan penglihatan Muhammad inidiperkuat oleh Wahyu Allah QS.53,An-Najm, ayat 1-14)
Mi’raj adalah kelanjutan Isra’, naik ketangga. Kata mi’raj mashdar dari ‘
aroja,
berartitelah naik tangga.Harfiyahnya, mi’raj bermakna tangga, bentuk pluralnya
ma’arij
 juga dipakai dalampenamaan salah satu Surat dalam Al Quran (S,70).Dalam Surah al Ma’arij itu disebutkan; “
ta’ruju al-malaaikatu wa ar-ruuhu fii yauminkaana miqdaruhuu khamsiina alfa sanatin
”, atau “
 Malaikat-Malaikat dan Jibril naik (menghadap)kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun
” (QS.70:4).Perjalanan satu hari malaikat, berbanding sama dengan 50.000 tahun dalam hitunganmanusia. Suatu angka yang misterius.Atau dalam surah lainnya disebutkan pula;
“Yudabbirul amra minas-samaai ilaa al-ardhi, tsumma ya’ruju ilaihi fii yaimin kaanamiqdaruhu alfa sanatin mimmaa ta’udduna
”, artinya, “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi,kemudian urusan itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahunmenurut perhitunganmu” (QS.32:5).
Makna sesungguhnya dari angka misterius 50.000 tahun dan 1.000 tahun, denganperbandingan hitungan waktu satu hari (kecepatan malaikat) sesungguhnya merupakan rahasiailmu Allah.Namun, jika angka tersebut dipahami sebagai
pemuluran waktu
(time dilatation)
dalamkonsep mekanika realitivistik, maka perjalanan malaikat satu hari baru teramati dalam dimensiwaktu 50.000 tahun (minimal 1000 tahun) oleh manusia (pengamat diam).Hal ini hanyabisa terjadi kalau kecepatan yang berlaku lebih dari kecepatan cahaya dalam teori ilmupengetahuan modern. Kalau konsep ini ditelaah, pertanyaannya adalah “apakah malaikat itusuatu gelombang elektro magnetik”? Dalam sebuah hadist, ‘Aisyah R.’Anha, meriwayatkanbahwa
 Malaikat itu tercipta dari
 
nur 
(cahaya).Karena Malaikat adalah makhluk ghaib, bukan materi, maka pasti bukan tergolongkangelombang elektromagnetik yang dapat dideteksi oleh manusia dan dapat dikendalikansebagaimana lazimnya gelombang elektromagnetik lainnya dialam ini.
33

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->