Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peranan Guru Taman Kakan

Peranan Guru Taman Kakan

Ratings: (0)|Views: 132|Likes:

More info:

Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Jun 30, 2008
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2014

pdf

text

original

 
Pendidikandan Perubahan
1
Mukaddimah
Sudah lama kita mendengar ungkapan, “jadilah kamu berilmu yang mengajarkanilmunya, atau belajar (muta’alliman), atau menjadi pendengar (mustami’an). Dan sekali jangan menjadi kelompok keempat, yang tidak memiliki aktifitias keilmuan sama sekali.Yakni tidak mengajar, tidak pula belajar, serta enggan untuk mendengar”.Peran
Guru
adalah sesuatu
pengabdian mulia
dan
tugas sangat berat
.Kemuliaannya terpancar dari keikhlasan membentuk anak manusia menjadi pintar,berilmu dan mampu mengamalkan ilmunya, untuk kebaikan diri sendiri, kerluarga, dankemaslahatan umat dikelilingnya.Tugas itu berat, karena umat hanya mungkin dibuat melalui satu proses pembelajarandengan pengulangan terus menerus (kontiniutas) serta pencontohan (uswah) yang baik.Maka, tidak dapat tidak pekerjaan ini memerlukan ketaletenan dan semangat yangprima.Keberhasilan akan banyak ditopang oleh
kearifan
yang dibangun oleh kedalamanpengertian serta pengalaman dalam membaca situasi serta upaya membentuk kondisiyang kondusif (mendukung) disekitar kita. Pemahaman ini sangat perlu ditanamkantatkala kita mulai melangkah ke alaf baru.
 Tantangan di alaf Baru, abad ke 21
Alaf Baru, atau Millenium Baru
yang diawali dengan abad keduapuluh satu, ditandai :
(a). mobilitas serba cepat dan modern,(b). persaingan keras dan kompetitif,(c). komunikasi serba efektif, dunia tak ada jarak seakan globalvillage,(d). akan banyak ditemui limbah budaya kebaratan westernisasi.
 
Alaf baru ini diyakini hadir dengan
tantangan global
yang tidak bisa di cegah.Pertanyaan yang segera meminta jawaban adalah, “Sudahkah kita siap menghadapiperubahan zaman yang cepat dan penuh tantangan ini?”Semua elemen masyarakat sangat berkewajiban mempersiapkan generasi baru yangsiap bersaing dalam era global tersebut.Globalisasi membawa
banyak tantangan
(sosial, budaya, ekonomi, politik dan bahkanmenyangkut setiap aspek kehidupan kemanusiaan.
1
Disampaikan oleh H. Mas’oed Abidin, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah IndonesiaSumbar – Padang, dalam pertemuan dengan para pendidik dan Guru dan PengelolaSekolah Taman Kanak se Sumatera Barat di Gedung Budi Mulya Padang, dengan judulPeranan Guru dan Guru Taman Kanak dalam membentuk generasi umat yangbertanggung Jawab.
1
 
Globalisasi menjanjikan pula
harapan dan kemajuan
seperti pertumbuhan ekonomiyang pesat, menjadi alat menciptakan kemakmuran. Masyarakat. Indonesia sebagaibagian dari Asia Tenggara, sebelum terjadinya krisis ekonomi 1997, dampaknya masihterasa hingga hingga sekarang, selama tiga dasawarsa 1967-1997 pernah mengalamipertumbuhan ekonomi yang semu secara pesat.Bank Dunia memasukkan kedalam "
The Eight East Asian Miracle",
menjadi macan Asiabersama: Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Hong Kong, Thailand, Singapura, Malaysia.
2
Globalisasi membawa
perubahan prilaku
, terutama pada generasi muda (para remaja).Para remaja cenderung bergerak menjadi
generasi buih
yang terhempas dipantaimenjadi
dzurriyatan dhi’afan.
Generasi buih adalah suatu generasi yang berpeluangmenjadi “
X-G
the loses generation,
tidak berani ikut serta didalam berlomba melawangelombang samudera globalisasi.Penyimpangan prilaku menjadi ukuran atas kemunduran moral dan akhlak.Hilangnya kendali para remaja, berakibat ketahanan bangsa akan lenyap denganlemahnya remaja. Penyebab utama karena;
rusaknya sistim, pola dan politik pendidikan.
diperparah oleh hilangnya tokoh panutan,
berkembangnya kejahatan orang tua,
luputnya tanggung jawab lingkungan masyarakat,
impotensi dikalangan pemangku adat,
hilangnya wibawa ulama,
bergesernya fungsi lembaga pendidikan menjadi bisnis,
profesi guru dilecehkan.
Prilaku umat juga berubah.
Interaksi 
dan ekspansi
kebudayaan
asing bergerak secara meluas.
2
 
Dalam bidang ekonomi ini, negara-negara Asean menikmati pertumbuhan rata-rata7-8 % pertahun, sementara Amerika dan Uni Eropa hanya berkesempatan menikmatitingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata 2,5 sampai 3 % pertahun. Populasi Aseansekarang 350 juta, diperkirakan tahun 2003 saat memasuki AFTA, populasi ini akanmencapai 500 juta (Adi Sasono, Cides, 1997).Sayang sekali, pertumbuhan ekonomi ini tidak dapat dipelihara. Maka scenariopertumbuhan untuk tahun 2019, atau APEC, dimana termimpikan kawasan ini akanmenguasai 50,7 % kekayaan dunia, Amerika dan Uni Eropa hanya 39,3% danselebihnya 10 % dikuasai Afrika dan Amerika Latin (Data Deutsche Bank, 1994),tampaknya jauh panggang dari api.Bila mimpi ini menjadi kenyataan, apa artinya semua ini? Kita akan menjadi pasarraksasa yang akan diperebutkan oleh orang-orang di sekeliling. Bangsa kita akandihadapkan pada "Global Capitalism". Kalau kita tidak hati-hati keadaan akanbergeser menjadi "Capitalism Imperialism" menggantikan "Colonialism Imperialis"yang sudah kita halau 50 tahun silam. Dengan "Capitalism Imperialism" kita akanterjajah di negeri sendiri tanpa kehadiran fisik si penjajah.
2
 
Pengaruh budaya asing berkembang pesat, seperti ;
a. pengagungan materia secara berlebihan
(
materialistik 
),
b. pemisahan kehidupan duniawi dari supremasi agama
(
sekularistik 
),
c. pemujaan kesenangan indera mengejar kenikmatan badani 
(
hedonistik 
).
Ketiga perangai dimaksud merupakan penyimpangan sangat jauh dari budaya luhur,yang pada akhirnya berpeluang besar melahirkan
Kriminalitas, perilaku Sadisme, danKrisis moral
secara meluas.Hilangnya keseimbangan
 
moral
(dis-equilibrium)
dalam tatanan kehidupanbermasyarakat menyebabkan krisis-krisis, diantaranya ;
a.
Krisis nilai.
Akhlaq, etika individu dan moral sosial berubah drastik.Prilaku luhur bergeser kencang kearah tidak acuh. Kadang-kadangsudah mentolerir sesuatu yang sebelumnya disebut maksiat.
 b.
Krisis konsep
pergeseran pandang (view) cara hidup, dan ukurannilai jadi kabur. Sekolahan yang merupakan cerminan idealitasmasyarakat tidak bisa dipertahankan.
c.
Krisis kridebilitas dengan
erosi kepercayaan.
 
Pergaulan orangtua, guru dan muballig dimimbar kehidupan mengalami
kegoncangan wibawa
.
d.
Krisis beban institusi pendidikan terlalu besar
.Tuntutantanggung jawab moral sosial kultural dikekang oleh sisitim danaturan birokrasi. Kesudahannya, membelenggu
dinamika
institusi,akhirnya impoten memikul beban tanggung jawab.
Krisis relevansiprogram pendidikan
mendukung kepentingan
elitis non-populis
,tidak demokratis. Orientasi pendidikan beranjak darimempertahankan
 prestasi
kepada
orientasi prestise, keijazahan.
e.
Krisis solidaritas,
dan membesarnya kesenjangan miskin kaya, dankesempatan mendapatkan pendidikan tidak merata, kurangnyaidealisme generasi remaja tentang peran dimasa datang.
Pergeseran budaya
dengan
mengabaikan nilai-nilai agama
telah melahirkan tatananhidup
berpenyakit sosial kronis,
antara lain ;
 
a.kegemaran berkorupsi.b.Aqidah masyarakat bertauhid namun akhlak tidamencerminkan akhlak Islami.c.Melalaikan ibadah.
Menghidupkan Antisipasi Umat
Umat mesti mengantisipasi dengan penyesuaian-penyesuaian agar tidak menjadikalah. Dalam persaingan dimaksud, beberapa upaya semestinya disejalankan dengan ;
a.Memantapkan watak terbuka,
3

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Feby Polymorpa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->