Implementasi Pemahaman
Adat
Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah
adani
mengandung kata
maddana al-madaina
(
َنئِاَدَملا َنّدَم
) artinya,
banaa-ha
(
نهَب
) yakni membangun atau
hadhdhara
(
َرّضَح
) yaitumemperadabkan dan
tamaddana
(
َنّدَمت
) artinya menjadi beradab --
yang nampak dalam kehidupan masyarakatnya berilmu
(periksa,rasio)
,memiliki rasa
(emosi)
secara individu maupun secara kelompok serta memilikikemandirian (kedaulatan) dalam tata ruang dan peraturan-peraturan yang salingberkaitan
يرْضَحلا
=
al hadhariyyu
) adalah masyarakat berbudaya dan
al-madaniyyah
(tamaddun)
yang maju, modern, berakhlaq dan memiliki peradaban
melaksanakan ajaran agama (
syarak
) dengan benar, karena agama (Islam) tidakdibatasi ruang-ruang masjid, langgar, pesantren, majlis ta’lim semata, namunmenata gerak kehidupan riil, tatanan politik pemerintahan, sosial ekonomi, senibudaya, hak asasi manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mewujudkanmasyarakat yang hidup senang dan makmur (
َّعت
=
tana'ama
) dengan aturan (
َِدَم ٌْوُق
=
qanun madaniy
) atau
syarak mangato, adaik mamakai
yang melindungihak-hak
privacy
, kepemilikan (
perdata,
ulayat) dan hak-hak sipil masyarakatnya.Maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat madani adalah masyarakat kuatberpendidikan dan berpandangan kota (
urban
) meskipun mereka mendiamidaerah nagari dan taratak (
rural
) seperti nampak jelas dalam tatanan masyarakat
Madinah el Munawwarah
dimasa hayat Nabi Muhammad SAW.Ajaran Islam berdasar Alquran “
mengeluarkan manusia dari sisi gelapkealam terang cahaya
(nur).
Konsep ini menghantui paham sekuler materialistismeng-ikutsertakan agama dalam arena kehidupan. Padahal melupakan nilaidasar (
basic of value
) Islam dan hanya mengambil sisi luar (
ritual ceremonial
) akankehilangan kemampuan bertarung ditengah perkembangan global. Masyarakatyang lalai dan senang menerima akan terjerumus kedalam penggadaian dirimelecehkan nilai-nilai bangsa. Nilai dinul Islam melahirkan
masyarakat proaktif
menghadapi perubahan sebagai suatu realitas yang mendorong melakukan
2
Lihat Kamus Arab-Indonesia, Al Munawwir, Cet.XIV, Pustaka Progressif Surabaya,1997, hal.1320. Lihat juga Al-Munjid fi al-Lughah al-'Arabi'ah al-Mu'ashirah, Cet. I, DaarulMusyrif Bairut, 2000, hal. 1326-1327.
3
Lihat QS.14, Ibrahim : 1.
H.
Mas’oed Abidin3
MM