Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
62Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ppok

ppok

Ratings: (0)|Views: 1,539 |Likes:
Published by Om Zainul

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Om Zainul on Sep 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
 
1973 - 2003
PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK
( PPOK )
PEDOMAN DIAGNOSIS&PENATALAKSANAANDI INDONESIAPerhimpunan Dokter Paru Indonesia2003
 
 
 Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan Asma Di Indonesia
1
DAFTAR ISI
I
 
Definisi
 
2II
 
Permasalahan di Indonesia 2III
 
Faktor Risiko
 
3IV
 
Patogenesis dan Patologi 3V
 
Diagnosis 4A
 
Gambaran KlinisB
 
Pemeriksaan Penunjang45VI
 
Diagnosis Banding 6VII
 
Klasifikasi 7VIII
 
Penatalaksanaan 8A
 
Penatalaksanaan Umum PPOK
 
1.
 
Edukasi
 
2.
 
Obat - obatan
 
3.
 
Terapi oksigen
 
4.
 
Ventilasi mekanik5.
 
Nutrisi
 
6.
 
Rehabilitasi
 
B
 
Penatalaksanaan PPOK Stabil
 
C
 
Penatalaksanaan PPOK Eksaserbasi AkutD
 
Terapi Pembedahan
 
881012131515172024IX
 
Komplikasi 25X
 
Keadaan Khusus
 
25A
 
Persiapan Bedah pada PPOKB
 
Perjalanan Udara (Air Travel)C
 
Vaksinasi
 
252627XI
 
Pencegahan
 
27XII
 
Rujukan ke Spesialis Paru 27XIII
 
Diagnosis dan Penatalaksanaan di Puskesmas27A
 
Diagnosis
 
B
 
Penatalaksanaan2729
 
 
 Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan Asma Di Indonesia
 2
I. DEFINISI
 
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
 
PPOK adalah penyakit paru kronik yang ditandai oleh hambatan aliran udara di saluran napas yangbersifat progressif nonreversibel atau reversibel parsial. PPOK terdiri dari bronkitis kronik dan emfisemaatau gabungan keduanya.
Bronkitis kronik
 
Kelainan saluran napas yang ditandai oleh batuk kronik berdahak minimal 3 bulan dalam setahun,sekurang-kurangnya dua tahun berturut - turut, tidak disebabkan penyakit lainnya.
Emfisema
 
Suatu kelainan anatomis paru yang ditandai oleh pelebaran rongga udara distal bronkiolus terminal,disertai kerusakan dinding alveoli.
 
Pada prakteknya cukup banyak penderita bronkitis kronik juga memperlihatkan tanda-tanda emfisema,termasuk penderita asma persisten berat dengan obstruksi jalan napas yang tidak reversibel penuh, danmemenuhi kriteria PPOK.
 
II. PERMASALAHAN DI INDONESIA
 
Di Indonesia tidak ada data yang akurat tentang kekerapan PPOK. Pada Survai Kesehatan RumahTangga (SKRT) 1986 asma, bronkitis kronik dan emfisema menduduki peringkat ke - 5 sebagai penyebabkesakitan terbanyak dari 10 penyebab kesakitan utama. SKRT Depkes RI 1992 menunjukkan angkakematian karena asma, bronkitis kronik dan emfisema menduduki peringkat ke - 6 dari 10 penyebabtersering kematian di Indonesia.
 
Faktor yang berperan dalam peningkatan penyakit tersebut :
 
 
Kebiasaan merokok yang masih tinggi (laki-laki di atas 15 tahun 60-70 %)
 
 
Pertambahan penduduk
 
 
Meningkatnya usia rata-rata penduduk dari 54 tahun pada tahun 1960-an menjadi 63 tahun padatahun 1990-an
 
 
Industrialisasi
 
 
Polusi udara terutama di kota besar, di lokasi industri, dan di pertambangan
 
Di negara dengan prevalensi TB paru yang tinggi, terdapat sejumlah besar penderita yang sembuh setelahpengobatan TB. Pada sebagian penderita, secara klinik timbul gejala sesak terutama pada aktiviti,radiologik menunjukkan gambaran bekas TB (fibrotik, klasifikasi) yang minimal, dan uji faal parumenunjukkan gambaran obstruksi jalan napas yang tidak reversibel. Kelompok penderita tersebutdimasukkan dalam kategori penyakit Sindrom Obstruksi Pascatuberkulosis (SOPT).
 
Fasiliti pelayanan kesehatan di Indonesia yang bertumpu di Puskesmas sampai di rumah sakit pusatrujukan masih jauh dari fasiliti pelayanan untuk penyakit PPOK. Disamping itu kompetensi sumber dayamanusianya, peralatan standar untuk mendiagnosis PPOK seperti spirometri hanya terdapat di rumahsakit besar saja, sering kali jauh dari jangkauan Puskesmas.
 
Pencatatan Departemen Kesehatan tidak mencantumkan PPOK sebagai penyakit yang dicatat. Karena ituperlu sebuah Pedoman Penatalaksanaan PPOK untuk segera disosialisasikan baik untuk kalangan medismaupun masyarakat luas dalam upaya pencegahan, diagnosis dini, penatalaksanaan yang rasional danrehabilitasi.
 

Activity (62)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dini Iriani liked this
GoEz Mcih Cakep liked this
Rizky Firdaus liked this
Mario Lakonage liked this
Dwi Aprilizia liked this
Ninik Dyah liked this
Febrina Carolina liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->