Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Rangkuman Bekal Bagi Para Dai di Dalam Dakwah

Rangkuman Bekal Bagi Para Dai di Dalam Dakwah

Ratings: (0)|Views: 143 |Likes:
Dokumen ini adalah rangkuman dari kitab "Bekal Bagi Para Da'i di Dalam Dakwah" oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin
Dokumen ini adalah rangkuman dari kitab "Bekal Bagi Para Da'i di Dalam Dakwah" oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin

More info:

Categories:Types, Speeches
Published by: Wahyu Fahmy Wisudawan on Sep 13, 2010
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/08/2011

pdf

text

original

 
BEKAL BAGI PARA DA'I DI DALAM DAKWAH
Oleh: Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
Rahimahulloh
Dalam buku ini beliau
Rahimahulloh
berdo'a
(terj.)
:
Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada beliau,keluarga beliau dan sahabat beliau, serta siapa saja yang mengikuti mereka dengan lebih baik sampai hari kiamat 
1
.Saya memohon kepada Alloh agar menjadikanku dan kalian termasuk  para pengikut beliau secara bathin dan zhahir, mewafatkan kita di atasagama beliau, membangkitkan kita (pada hari kiamat kelak) di dalambarisan beliau, memasukkan kita ke dalam syafa’at beliau danmengumpulkan kita di dalam surga na’im (yang penuh kenikmatan)bersama orang-orang yang Alloh anugerahkan nikmat kepada merekadari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada’ dan shalihin.
Sesungguhnya Alloh berfirman
(terj.)
:
"Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telahdiberi Kitab (yaitu): 'Hendaklah kamu
menerangkan isi Kitab
itukepada manusia, dan
 jangan kamu menyembunyikannya
.'." [Q.S. Ali Imron: 187]Syaikh
menjelaskan
(terj.)
:
Perjanjian yang Alloh ambil ini, bukanlah seperti perjanjian tertulis yangdapat disaksikan manusia, namun ia adalah perjanjian untuk mempelajarsegala hal yang Alloh berikan kepada seseorang berupa ilmu. Apabila Alloh telah memberikannya ilmu, maka
ini merupakan perjanjian
yang Alloh telah mengikat pria atau wanita yang Ia berikan ilmu tersebut.
Kemudian Alloh berfirman
(terj.)
:
"Berbekallah, dan Sesungguhnya
 sebaik-baik bekal adalah takwa
." [Q.S. al-Baqoroh : 197]
1
 
Aku teringat dengan ucapan Rosululloh
Shollallohu ‘alaihi wa Sallam (terj.),"Wajib atas kalian untuk berpegang dengan sunnahku dan sunnah khulafaur rosyidin yangmendapatkan hidayah sesudahku. Pegang teguh sunnah tersebut dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian.Hati-hati kalian dari perkara-perkara yang baru, karena setiap perkara baru adalah bid'ah dan setiap bid'ahadalah kesesatan." 
[
SHAHIH.
Riwayat Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah.]Dan sabda beliau yang lain ketika mensifati sebagian kaum muslimin yang selamat darinya
(terj.),"Apa yang
 pada hari ini aku dan para sahabatku
berada di atasnya." 
[
SHAHIH.
Riwayat Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah.]
 
Dengan demikian, bekal bagi setiap muslim adalah bertakwa kepada Alloh
 Azza wa Jalla
. Dan balasannya tak lain adalah surga. Sebagaimanafirman-Nya
(terj.)
:
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepadasurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." [Q.S. Ali Imron: 133]
2
Dalam ayat selanjutnya (134-135) dilukiskan sebagian ciri orang yangbertakwa:
1.
Orang yang
berinfak
, baik pada waktu lapang maupun sempit.
2.
Orang yang
menahan amarahnya
dan memaafkan (kesalahan)orang lain.
3.
Orang yang apabila berbuat keji atau menganiaya diri sendiri,mereka
bersegera mengingat Alloh
, lalu memohon ampunanatas dosa-dosanya. Kemudian
tak meneruskan
perbuatan dosatersebut.Definisi Takwa adalah sebagaimana yang disebutkan di dalam sebuah
atsar 
Tholq bin Habib
Rohimahulloh
:
Takwa adalah, Anda mengamalkan ketaatan kepada Alloh, di atas cahayadari Alloh dan mengharap pahala Alloh.Syaikh
menjelaskan:Di dalam ucapan ini, terhimpun sifat :
1.
Ilmu
3
,
2
 
Barangkali
al Akh
Abu Salma (atau juru ketiknya --barangkali) keliru dalam penulisan sumber ayat-Nya.Seharusnya di surat Ali Imron, bukan Al Baqoroh.
3
Aku teringat dengan ucapan Imam Bukhori
Rohimahulloh
dalam kitab
Shahih
-Nya juz 1hlm. 45. Aku menukilnya tidak langsung dari kitab
Shahih
itu (maklum
Tholabul Ilmi
),namun dari kitab
Ushuluts Tsalatsah
 
(اهتلدأو ةثل ص)
yang ditulis oleh
Syaikh
Muhammad bin Abdul Wahhab
Rohimahulloh
. Karena kitab ini punya teman danberbahasa Arab, kutulis juga bahasa Arabnya karena aku khawatir keliru dalammengingat apa yang diucapkan oleh temanku –
 Akh
Dikdik Fazzarudin, Elektro 2006 -ketika menterjemahkannya untukku. Silahkan dicek apa terjemahan ini benar ataukahsebaliknya.
 ر ْ ف ِ غتسو ل إ  َ لإ   ُ نأ م ْ عا" :ىلا لق يللو ,لو ل بق مل (ا).لو ل بق ملا أب "ك َ بنذل
(Bab) Ilmu sebelum amal, dan dalilnya adalah firman Alloh Ta'ala (Q.S.Muhammad: 19 -penj.) : "Maka
ketahuilah
, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah selain Allah dan
mohonlah
 
ampunan
bagi dosamu." (Demikian) Alloh mendahulukan berilmu(dengan firman Alloh yang didahului ‘ketahuilah’ –penj.), kemudian baru setelahnyaberamal (yakni realisasinya adalah memohon ampun dalam konteks ayat ini –penj.).
 
2.Amal,3.Mengharap pahala, dan4.Takut akan siksa-NyaTentunya, seorang da'i-lah yang paling utama untuk berhias dengankarakteristik ini, yaitu bertakwa kepada Alloh di saat bersendirian maupundi saat berhadapan dengan manusia.Enam Bekal Seorang Da'i dalam Menyeru di Jalan Alloh dan Rosul-Nya:
1. Ilmu
Sebagai sebuah bekal pertama, seorang da’i haruslah memiliki ilmu yang
shahih
yang berangkat dari
Kitabulloh
dan Sunnah Rosululloh
Shollallohu‘alaihi wa Sallam
.Sementara itu, setiap ilmu yang diambil dari selain
Kitabulloh
dan SunnahRosululloh,
wajib diteliti terlebih dahulu
. Apabila ilmu tersebut selarasdengan
Kitabulloh
dan sunnah Rosululloh, maka diterima. Dan apabilamenyelisihi maka wajib ditolak dengan tidak peduli siapapun yangmengucapkannya.Ibnu ‘Abbas
rodhiyallohu‘anhu
berkata,
(terj.)
:
Sungguh nyaris kalian ditimpa hujan batu dari langit. Saya mengatakan,"sabda Rosululloh", kalian malah menjawab dengan ucapan Abu Bakr dan’Umar.
Apabila pada ucapan Abu Bakr dan ’Umar yang menyelisihi ucapanRasulullah
Shollallohu ’alaihi wa Sallam
saja diancam seperti ini oleh Ibnu ‘Abbas, lantas bagaimanakah keadaan ucapan orang yang keilmuan danketakwaannya di bawah beliau berdua
Rodhiyallohu anhuma
?
Syaikh
menjelaskan:
 Adapun dakwah tanpa ilmu, maka ini adalah dakwah di atas kejahilan.Berdakwah di atas kejahilan itu madharatnya lebih besar dibandingkanmanfaatnya. Karena da’i yang berdakwah di atas kejahilan ini,menempatkan dirinya sebagai orang yang mengarahkan danmembimbing. Apabila ia orang yang jahil, maka dengan melakukandakwah seperti ini (di atas kejahilan), dapat menyebabkannya sesat danmenyesatkan, wal’iyadzubillah.
Subhanalloh
, inilah ilmunya para ulama yang fakih. Dapat melihat apa yang luputdari penglihatan kita. Barangkali dari sinilah, atau sejenisnya,
Syaikh
Utsaiminmenghimpun sifat takwa di atas yang berupa “Ilmu”.
Wallohu a’lam
.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->