Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendidikan Terpadu

Pendidikan Terpadu

Ratings: (0)|Views: 691|Likes:
Published by ziyya_elhakim

More info:

Published by: ziyya_elhakim on Sep 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/14/2010

pdf

text

original

 
Pendidikan Terpadu: Sebuah harapanOleh Rum Rosyid
Pendidikan nasional selama ini tidak memiliki visi yang jelas tentang pemberdayaanmanusia Indonesia sendiri. Memang hal ini tergantung pada sistem politik dan kebijakan pendidikan pemerintah, selama pemerintah lebih menitikberatkan pada pemanfaatan dan pengagung-agungan produksi impor maka produksi dalam negeri akan terus mengalamikemerosotan atau bahkan mati sama sekali. Politik ekonomi pemerintah selama ini tidak sejalan dengan politik pendidikannya, politik pendidikannya juga tidak sesuai dengan politik budayanya, demikian juga politik budayanya tidak sesuai dengan politik ideologinya. Atau dengan kata lain antara politik yang satu dengan politik yang lain tidak ada yang sejalan, seirama, dan senafas.Dari segi ideologi, nasionalisme adalah ideologi yang paling dominan, namun ketika berada dalam politik ekonomi dan politik militer berbeda karena lebih mementingkankepentingan luar negeri dalam arti menggunakan teori-teori Barat dan persenjataanimpor. Ini jelas menunjukkan tidak adanya keselarasan dan kesesusaian antara politik ideologi dan politik ekonomi maupun militer. Demikian juga yang terjadi dengan politik  pendidikan dan politik lainnya tidak ada yang selaras. Pendidikan di Indonesia sampaisaat ini masih berjalan secara parsial dan terpisah-pisah tanpa adanya kordinasi yang jelasdari pemerintah. Parsialisasi ini dapat dilihat dari banyaknya lembaga pendidikan yang berlindung atau didirikan oleh beberapa departemen, misalnya Departemen Pertahananmemiliki Akabri, Akpol dan sebagainya; Departemen Agama memiliki lembaga pendidikan agama, Departemen Keuangan memiliki lembaga pendidikan STAN,Departemen Dalam Negeri memiliki lembaga pendidikan STPDN dan sebagainya. Dasar  pemikiran pendirian tersebut di satu sisi adalah untuk pemberdayaan sumber dayamanusia masing-masing departemen, namun ada analisis lain yaitu sebagai lahan untuk mendapat anggaran lebih besar. Karena lembaga-lembaga pendidikan di masing-masingdepartemen merupakan sumber proposal proyek yang sangat strategis.Implikasi dari parsialisasi dan terkesan miskordinasi sistem pendidikan nasional tersebutmenyebabkan munculnya bibit-bibit egoisme masing-masing departemen. Kordinasi yangseharusnya menjadi salah satu strategi yang sangat penting menjadi terpental dengan parsialisasi tersebut. Oleh karena itu, barangkali layak dikemukakan di sini dilontarkanadanya ide Pendidikan Nasional Terpadu. Modus operandinya adalah dihilangkannyamasing-masing lembaga pendidikan di departemen yang berbeda kemudian dijadikanmenjadi satu payung. Namun sebelumnya harus dilakukan kesepakatan bersama secaramantap bahwa payung tersebut harus tetap mengakomodasi kepentingan dan aspirasimasing-masing departemen.Untuk menyelaraskan perlu kiranya digagas politik pendidikan nasional terpadu yangmencakup dan sejalan dengan politik ideologi, politik pemerintahan, politik budaya, politik ekonomi, politik hukum, dan politik-politik lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk memperjelas visi pendidikan nasioanl terpadu sebagai upaya untuk keluar dariketerpurukan multidimensional bangsa Indonesia ini.Dengan konsep pendidikan nasional terpadu visi pendidikan nasional adalah jelas pemberdayaan manusia Indonesia dalam seluruh aspek kehidupan, seluruh sector 
 
kehidupan, seluruh disiplin keilmuan, seluruh lapisan masyarakat, seluruh strata sosial,seluruh kerangka ajaran agama, seluruh etnis bangsa, seluruh budaya bangsa, seluruhtradisi local masyarakat, dan seluruh harapana manusia Indonesia. Pendidikan nasionalterpadu artinya memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia seluruhnya untuk mengembangkan minat, bakat, potensi, kreativitas, dan keterampilannya yang kemudiandidukung sepenuhnya dan diakui sepenuhnya oleh dunia industri serta pemerintah denganaturan hukum yang jelas dan tegas. Pemberdayaan lewat pendidikan tentunya perludilakukan perombakan sistem pendidikan secara menyeluruh dimana tindakan-tindakandan praktik-praktik penyelewengan sebagaiman dikemukakan di sub sebelumnya telahterbabat habis dalam proses pendidikan nasional. Kualitas alumni bukan hanya dinilaidari keberhasilan menduduki jabatan akan tetapi dinilai sejauh mana alumni tersebuttelah memberikan sumbangan bagi pemberdayaan masyarakat. Inilah yang barangkalimenjadi idaman manusia Indonesia seutuhnya dan para founding father negara Indonesia.Pendidikan nasional selama ini tidak pernah bersahabat dengan dunia industri. Duniaindustri seakan-akan berada di luar dunia pendidikan nasional. Padahal dunia industri dan pendidikan adalah dua pihak yang saling membutuhkan. Industri di sini mencakupseluruh jenis industri misalnya industri pertanian, industri kehutanan, industri kesehatan,industri olah raga, industri pendidikan, industri kelautan, industri komunikasi, industritransportasi, industri informasi, industri militer dan intelijen, industri budaya, industriarsitektur, industri keuangan, industri entertainment, industri hukum, industri mediamassa dan sebagainya. Simbiosis mutalisme di atas merupakan satu-satunya sarana yang paling strategis bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional. Dengan adanya simbiosismutualisme inilah yang kemudian memunculkkan konsep pendidikan nasional terpadu.Artinya segala kebutuhan kehidupan manusia Indonesia diupayakan dipenuhi denganmembuat penelitian yang kemudian memproduksinya. Semua ini dilakukan oleh putera- puteri Indonesia betapapun buruknya kualitas bila hal itu adalah produk dalam negeriharus dihormati dan harus dikembangkan oleh pendidikan yang ada dengan penelitianyang intensif. Atau dengan kata lain bahwa hasil penelitian yang dilakukan danditemukan oleh ilmuwan Indonesia harus direspons dan didukung sepenuhnya oleh duniaindustri. Bukan hanya menerima jadi dari luar negeri, karena betatapun bagusnya produk luar negeri lambat laun akan menyengsarakan dan memiskinkan masyarakat Indonesiasendiri.Adanya penyatuan payung pendidikan nasional dalam satu departemen. Departemen ini benar-benar bertanggung jawab secara nasional baik dalam hal kualitas, standar minimallulusan, dan standar kesuksesan seorang alumni. Sebagai payung pendidikan secaranasional berarti dia memiliki kewenangan dalam menentukan berbagai komponen pendidikan. Departemen ini memiliki jaringan yang sangat kuat dengan berbagaidepartemen. Jaringan tersebut didasarkan pada hubungan saling mengisi dan bertanggung jawab. Artinya bahwa departemen pendidikan nasional terpadu ini harus memiliki ikatanstructural, fungsional, emosional, dan intelektyal dengan departemen lain. Misalnyadengan Departemen Pertahanan, maka departemen pendidikan nasional terpadu ini bekerja sama secara intensif dalam hal penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengembangan teknologi persenjataan militer. Kerja sama bentuk ini dimaksudkan untuk mnegurangi ketergantungan tekonologi militer kepada lura negeri. Penelitian yang
 
intensif dengan dukungan dana yang cukup serta langsung dipraktikkan dalamdepartemen yang bersangkutan merupakan bentuk kerja sama yang salingmenguntungkan dan memberdayakan.Departemen pendidikan nasional yang terpadu dalam penelitian persenjataan tersebut bukan hanya berkaitan dengan persenjataan dengan teknologi tingkat menengah, akantetaoi juga teknologi tingkat tinggi yang tentunya memerlukan para ahli militer,arsitektur, nuklir, fisika, elektro dan keahlian lain yang mendukung pengembangan persenjataan canggih. Demikian juga kerja sama dengan departemen lain misalnyadepartemen pertanian, keuangan, kesehatan dan sebagainya. Dengan demikian,departemen pendidikan nasional terpadu ini bukan berarti berada di atas departemenlainnya, akan tetapi merupakan satu-satunya departemen yang memiliki otoritas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sebagai upaya untuk memberdayakanmasyarakat Indonesia seluruhnya.Kepercayaan tersebut merupkan modal yang sangat luar biasa ampuhnya bagi pencurahan perhatian kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan nasional. Kepercayaan yangsaat ini menguap dari masing-masing pihak merupakan akibat secara tidak langsung dariterpecahnya konsentrasi pengelola pendidikan nasional. Di satu sisi departemen inimengurusi dan bertanggung jawab terhadap kualitas pendidikan nasional, namun di sisilain tidak mampu mengakses dan memberikan regulasi yang tegas terhadap lembagayang ada di bawah naungannya. Kepercayaan tersebut bisa dimunculkan kembali jika pemerintah memilki political will yang kuat dan konsisten terhadap kualitas pendidikannasional, karena pada dasarnya pemerintah Indonesia hanya ada satu dan berada di bawahkekuasaan satu presiden dan satu wakil presiden dengan bekerja sama dengan DPR.Apalagi menghadapi sistem pemerintahan Indonesai hasil pemilihan umum 2004 ini yanglebih menganut sistem presidensil, maka peemrintah mnemiliki kekuasaan yang luar  biasa dalam menentukan hitam putih, merah biru, hijau kuningnya pendidikan nasional.Pendidikan nasional pada dasarnya adalah otak dari sebuah badan besar yakni negaraIndonesia. Jika otak tersebut dipisah-pisah baik energi, potensi maupun kekuatannya,maka kinerja otak tersebut tidak akan bisa maksimal. Demikian juga dengan pendidikannasional bila kekuatan, energi, dan potensinya dipisah-pisahkan ke masing-masingdepartemen, maka performancenya juga tidak akan bisa mencapai maksimal. Sebagaikekuatan utama dalam pendidikan nasional, maka pendidikan nasional terpadu inimencakup seluruh disiplin keilmuan yang berkembang saat ini. Kinerjanya dapatditentukan dengan target jangk apendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Namunsemua itu tidak boleh melupakan aspek moralitas yang menjadi kendali utama sistem pendidikan nasional terpadu ini. Sebab tanp adanya kendali moralitas yang tinggi, maka pemusatan kekuatan, potensi dan energi akan menjadi sasarn empuk bagi para "tikus-tikus intelektual" yang tidak mengenal tempat dan waktu itu. Dengan demikian, pemanfaatan departemen pendidikan sebagai muara satu-satunya seluruh proses pendidikan nasional menjadi mudah dimonitor. Tentunya semua ini didasarkan padalegislasi dan hukum yang jelasa dan mantap tidak interpretable dan multi tafsir.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->