3makhluk hidup disebut biokatalisator. Contoh biokatalisator adalah enzim dan beberapamolekul RNA yang disebut ribozim.
B. Biokalisator Merupakan Pelaku Metabolisme
Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat reaksi tetapi zat itu sendiri tidak ikutberreaksi. Katalisator di dalam sel makhluk hidup disebut biokatalisator atau enzim. Secarakimia, enzim tersusun atas dua bagian: bagian protein dan bagian bukan protein. Bagianprotein (
apoenzim
) bersifat labil (mudah berubah) misalnya mudah terpengaruh oleh suhu,dan keasaman
.
Bagian yang bukan protein (
gugusan prostetik)
, yaitu gugusan yang aktif.Gugus prostetik yang berasal dari molekul anorganik disebut kofaktor, misalnya berupalogam besi, tembaga, seng atau zat organik yang mengandung logam. Gugus prostetik yang terdiri dari senyawa organik kompleks disebut koenzim, misalnya NADH, FADH,koenzim A, tiamin (vitamin B
1
). Adapun ciri-ciri enzim adalah enzim merupakan suatubiokatalisator, protein, bekerja secara khusus, jumlah yang dibutuhkan tidak terlalubanyak, dapat bekreja bolak balik, tidak ikut bereaksi, dapat digunakan berulang kali, danbekerjanya dipengaruhi lingkungan.
1. Biokatalisator
Reaksi-reaksi di tabung reaksi seringkali memerlukan katalisator untuk mempercepatproses reaksi. Di dalam sel juga terdapat katalisator yang berbentuk enzim. Katalisatoryang membantu berlangsungnya reaksi di dalam tubuh makhluk hidup tersebut hanya diha-silkan oleh sel-sel makhluk hidup. Oleh karena itu disebut sebagai biokatalisator.
2. Protein
Enzim itu adalah suatu protein, dengan demikian sifat-sifat enzim sama denganprotein, yaitu: pada suhu tinggi menggumpal, terpengaruh pH.
3. Bekerja secara Khusus
Enzim bekerja secara khusus, artinya enzim tertentu hanya dapat mempengaruhireaksi tertentu, tidak dapat mempengaruhi reaksi lainnya. Zat yang terpengaruh oleh enzimdisebut
substrat.
Substrat adalah zat/bahan yang berreaksi. Oleh karena macam zat/bahanyang berreaksi itu di dalam sel sangat banyak, maka macam enzim pun juga banyak.Kekhususan enzim dengan substrat dapat dibayangkan seperti hubungan antaragembok dengan anak kunci; setiap gembok memiliki anak kunci tersendiri. Demikian pulaenzim, memiliki bagian aktif tertentu yang hanya cocok untuk substrat tertentu pula.