Haery Sihombing
2
Teknologi membantu kita dengan berbagai cara yang tak terbilang banyaknya, namun ternyataselalu berbalik. Contoh, kendaraan bermotor (misal: mobil, bus, sepeda motor, dll) telahmenciptakan tidak hanya sekedar kota- kota modern, namun pula hal yang sebaliknya, yaitu daerahpinggiran. Sekali hal itu dimungkinkan terjadi, maka akan ada pemisahan pusat- pusat daerahkomersial dari pusat- pusat pemukiman, dan dari pusat- pusat rekreasi, serta dari pusat- pusatindustri yang membuat hal tersebut sekarang ini dibutuhkan. Kendaraan bermotor juga menjadisalah satu penyebab utama kecelakaan dan kematian. Kehadiran kendaraan bermotor telahmerubah pola- pola tindakan hukum, kehidupan seks dan terutama lingkungan kita. Hal ini contohpaling sempurna yang menunjukkan dampak besar dari teknologi dalam kehidupan kita.Sebagai contoh, kendaraan bermotor telah menambah beban dari tugas orangtua di mana dalamsejarahnya tidak ada masyarakat yang pernah mengalami hal tersebut sebelumnya. Dulu,dikarenakan begitu sedikitnya jumlah kendaraan bermotor, maka anak- anak dapat mengitarikomunitasnya dengan relatif aman. Namun sekarang, dengan kehadiran banyak kendaraanbermotor, hal tersebut telah membuat beberapa meter dari tempat tinggal mereka menjadi sangatberbahaya. Vasconcellos (2005) mengatakan”
traffic accidents occur in built environments that is aman-made environment
”Satu hal yang kemudian dapat dikatakan adalah, bahwa kendaraan bermotor telah menggiringkepada satu keseluruhan strategi baru dalam berkeluarga, yaitu: memagari halaman rumah dansuatu keadaan di mana orangtua harus menjaga anak- anak dengan mengawasinya dari waktu kewaktu. Tanggungjawab ini bukanlah bagian dari berkeluarga jika anak dapat bergerak aman.Kendaraan bermotor telah berkontribusi meningkatkan perasaan- perasaan yang aneh dan frustasiorangtua-orangtua. Saat perasaan- perasaan tersebut tergandakan dengan perasaan terisolasi(yang dalam beberapa kasus dapat ditelusuri terhadap daerah- daerah pemukiman pinggir kotayang digagas-cipta dengan kendaraan bermotor), kerap kali membawa mereka kepada kekerasan,penciptaan satu level kekerasan anak dalam masyarakat kita yang tertinggi di dunia. Jadi secaraluar biasa, kita temukan bahwa kendaraan bermotor mempengaruhi orangtua dalam suatu carayang tak seorangpun pernah memimpikannya.Semua pertanyaan- pertanyaan ini muncul karena teknologi benar- benar menggagas-ciptakan kita.Kita adalah dan akan berbeda daripada kita sebelumnya. Pada bagian yang terbesar, kita tidakdapat mengetahui dengan cara- cara apa perbedaan- perbedaan tersebut akan menyatakandirinya. Sama halnya seperti kita yang tidak dapat mengantisipasi cara- cara bagaimana kendaraanbermotor mengubah kita.Kita selalu berkeyakinan bahwa teknologi adalah kita kendalikan, hal itu netral dan mudah, danyang demikian tadi hanyalah kita gunakan sebagai sangkaan. Namun bukanlah demikianmasalahnya, karena teknologi membangun sebuah kehidupannya sendiri: otomatis. Seperti yangdikatakan Emerson, ”Sesuatu ada dikedudukannya dan menunggangi kemanusiaan.”Bayangkanlah usaha kita untuk menjalankan mobil, televisi, atau komputer sendirian. Tidakmungkin!Teknologi berputar menjungkir-balikkan kita seperti sebuah kendaraan yang tidak dapat dihentikandan kemungkinan- kemungkinan untuk mempengaruhinya adalah begitu terbatas. Kemudian,konsekuensi- konsekuensi dari penggunaan- penggunaan teknologi cenderung berbeda dariharapan – harapan kita, dan bahkan sangat berlawanan dari yang kita maksudkan. Hanya denganpemahaman ini, manajer- manajer secara cerdik menggunakan teknologi, menilai dampak-dampaknya, dan secara rasional dipersiapkan untuk menanggulangi suatu kejadian- kejadian yangtak terperkirakan yang akan merupakan penyebabnya.
Kecelakaan Lalu lintas
Menurut
press release
Shell (Shell, 2008b) yang mengutip laporan dari laporan WHO mengenai
Road Traffic Injury Prevention
, bahwa di dunia ini diperkirakan sebanyak 1,2 juta jiwa manusiamelayang setiap tahunnya bagai akibat kecelakaan kendaraan bermotor. Sementara itu,diperkirakan untuk 20 tahun mendatang jumlahnya akan semakin meningkat hingga 65% apabilatidak dilakukan tindakan nyata dalam pencegahan.Sedangkan di Indonesia sendiri, tercatat sebanyak 30.000 nyawa manusia melayang setiaptahunnya sebagai akibat kecelakaan lalu lintas. Jumlah kecelakaan kendaraan bermotor di