Istilah ³Remaja´ berasal dari bahasa latin ³Adolescere´ yang bererti remaja. Jhon Pieget, (dalamLapu,2010) mengungkapkan; secara psikologi masa remaja adalah usia saat individu berintegrasidengan masyarakat dewasa, usia saat anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang yang lebihtua, melainkan berada dalam tingkat yang samaMenurut para ahli, salah satunya adalah Kartono seorang ilmuan sosiologi, (dalam Lapu, 2010)mengemukakan pendapatnya bahawa kenakalan remaja atau dalam bahasa Inggeris dikenalidengan istilah
juvenile delinquency
merupakan gejala patologis sosial pada remaja yangdisebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang.Anonim, (2010) menyebutkan kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang darinorma-norma hukum pidana yang dialukukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikandirinya sendiri dan orang-orang sekitarnya. Sedangkan Daryanto (1997) menyebutkan kenakalandengan kata dasar nakal adalah suka berbuat tidak baik, suka mengganggu, dan suka tidak menurut, sedangkan kenakalan adalah perbuatan nakal, perbuatan tidak baik dan bersifatmengganggu ketenangan orang lain ; tingkah laku yang melanggar norma kehidupan masyarakat.Dalam tulisan-tulisan lain, kenakalan remaja diertikan sebagai suatu hasil dari suatu proses yangmenunjukkan penyimpangan tingkah laku atau pelanggaran terhadap norma-norma yang ada.Kenakalan remaja disebabkan oleh pelbagai faktor baik, faktor peribadi, faktor keluarga yangmerupakan lingkungan utama (Willis, 1994), mahupun faktor lingkungan sekitar yang secara potensial dapat membentuk perilaku seorang anak. (Mulyono, 1995).Pelbagai macam faktor yang berpengaruh pada kenakalan remaja, iaitu faktor keluarga (sepertikedekatan hubungan orang tua±anak, gaya pengasuhan orang tua, pola disiplin orang tua, serta pola komunikasi dalam keluarga) dan faktor lain di luar keluarga (seperti hubungan dengankelompok bermain atau µ
peer group
¶, ketersediaan pelbagai sarana seperti gedung bioskop,diskotik, tempat-tempat hiburan, televisi, VCD, internet, akses kepada ubatan terlarang dan buku-buku porno serta minuman beralkohol). (Gunarsa,1995).Seks bebas merupakan tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang ditujukan dalam bentuk tingkah laku. Faktor penyebab remaja melakukan seks bebas, diantaranya adalah