Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
14Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tesis

Tesis

Ratings: (0)|Views: 2,595|Likes:
Published by Abaz Photoholic
Tesis tentang kepariwisataan di Wonosobo. Sedikit mengulas mengapa Wonosobo yang kaya akan pariwisata justru banyak kendala untuk menjadikan sentra kepariwisataan nasional.
Tesis tentang kepariwisataan di Wonosobo. Sedikit mengulas mengapa Wonosobo yang kaya akan pariwisata justru banyak kendala untuk menjadikan sentra kepariwisataan nasional.

More info:

Published by: Abaz Photoholic on Sep 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Masalah
Berbagai organisasi internasional antara lain PBB, Bank Dunia danWorld Tourism Organization (WTO), telah mengakui bahwa pariwisatamerupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia terutamamenyangkut kegiatan social dan ekonomi. Diawali dari kegiatan yang semulahanya dinikmati oleh segelintir orang-orang yang relatif kaya pada awal abadke-20, kini telah menjadi bagian dari hak azazi manusia, sebagaimanadinyatakan oleh John Naisbitt dalam bukunya Global Paradox yakni bahwa
where once travel was considered a privilege of the moneyed elite, now it isconsidered a basic human right 
. Hal ini terjadi tidak hanya di negara majutetapi mulai dirasakan pula di negara berkembang termasuk pula Indonesia.Dalam hubungan ini, berbagai negara termasuk Indonesia pun turutmenikmati dampak dari peningkatan pariwisata dunia terutama pada periode1990 – 1996. Badai krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak akhir tahun1997, merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi masyarakat pariwisata Indonesia untuk melakukan
re-positioning 
sekaligus
re-vitalization
kegiatan pariwisata Indonesia. Disamping itu berdasarkanUndang-undang No. 25 Tahun 2000 tentang Program Perencanaan Nasional pariwisata mendapatkan penugasan baru untuk turut mempercepat pemulihanekonomi nasional dan memulihkan citra Indonesia di dunia internasional.Penugasan ini makin rumit terutama setelah dihadapkan pada tantangan baruakibat terjadinya tragedi 11 September 2001 di Amerika Serikat.Aset pariwisata bagi daerah adalah menjadi salah satu factor yangmenunjang pembangunan daerah. Betapa tidak, di era otonomi daerah yangmemungkinkan satu daerah memiliki kewenangan besar untuk mengatur 
 
rumah tangganya, sector pariwisata menjadi salah satu sumber pendapatanasli daerah (PAD) yang ujungnya digunakan untuk pembangunan daerahtersebut.System desentralisasi pemerintahan semacam ini terdapat keuntungandan mengikuti pula beberapa kerugian. Keuntungan yang dimaksud adalahsetiap daerah memiliki hak prerogative untuk mengatur rumah tangga pariwisatanya sendiri dan berhak atas hasil dari manajemen kepariwisataanyang dikelolanya. Sistem semacam ini juga memungkinkan daerah untuk dapat berkembang kepariwisataannya karena untuk menggenjot pendapatandari sector ini, kreativitas dan inovasi pemerintah daerah sangat dibutuhkanagar mampu menyedot wisatawan, baik wisatawan nusantara maupunwisatawan mancanegara.Disamping peluang yang dimaksud, beberapa kelemahan juga mengikuti perubahan system, terutama pada aspek sumber daya manusia dan pola penerapan system baru tersebut terhadap objek yang ada. Kelemahan sumber daya manusia yang dimaksud adalah, masih terdapat perangkat pengelolaasset pariwisata yang mengikuti ‘cara lama’ dengan hanya membiarkantempat wisata berjalan dengan normative, tidak ada kreativitas yang munculdengan kesadaran keharusan meraup pendapatan asli daerah setinggi-tingginya dari sector wisata.Di Kabupaten Wonosobo, asset pariwisata sangat banyak yang harusmendapatkan perhatian serius dari semua elemen. Menurut tugas pokok danfungsi Pemerintah Kabupaten Wonosobo, pihak yang paling bertanggungjawab atas perkembangan bidang kepariwisataan ini adalah DinasPariwisata dan Kebudayaan. Sebagai badan usaha pemerintah yang bertanggungjawab atas hal tersebut, tentulah didalamnya proses kreativitas pengembangan manajemen pariwisata harus diterapkan untuk dapatmenunjang suksesi pemerintahan secara umum.Diruntut secara ringkas, keberadaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
 
adalah penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi setelah penghabusanDepartemen Kebudayaan yang tadinya merupakan satu kesatuan denganDinas Pendidikan dan Kebudayaan. Susuan rganisasi dan tata kerja dinas-dinas daerah memberikan legitimasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk menjadi pihak yang menjadi garda depan pembangunan sectokepariwisataan.Perubahan yang terjadi pada system tersebut, disamping terjadinya berbagai kejadian besar di Indonesia sempat membuat sector kepariwisataannasional mengalami penurunan jumlah pengunjung dalam angka yang cukupdrastic. Aksi terror yang terjadi disejumlah tempat wisata membuat pengunjung, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantaraenggan menyambangi tempat-tempat wisata yang ada. Disinilah hal tersebutmemberi pengaruh besar terhadap sector kepariwisataan dalam skala kecil dimasing-masing daerah. Di Wonosobo contohnya, angka kunjungan di tempat-tempat wisata selama tiga tahun terakhir (terhitung sampai 2009), jumlah pengunjung wisata hanya mengalami kenaikan yang normatif.Dari enam objek wisata besar yang ada, masing-masing Dieng Plateau,Lembah Dieng, Telaga Menjer, Kalianget, Gelanggang Renang Mangli danWaduk Wadaslintang, pada tahun 2007 jumlah pengunjung 205.598 orangyang terdiri dari 9,665 wisatawan mancanegara dan 195.933 wisatawannusantara. Setahun berikutnya angkanya naik menjadi 219.748 pengunjungdan pada tahun 2009 kenaikan terjadi hingga menembus 326.551 pengunjungyang 23.235 orang merupakan wisatawan mancanegara.Padahal, untuk sekelas objek wisata alam yang sangat indah itu,setidaknya jumlah pengunjung harus mampu digenjot dengan angkasedikitnya dua kali lipat dari jumlah tersebut agar kepariwisataan nasionalmelonjak tinggi. Tantangan inilah yang harus dihadapi oleh Dinas Pariwisatadan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo untuk membangun sector kepariwisataan menjadi lebih baik.

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Bahtiar Daud liked this
Sri Tari liked this
Nurul Hayati liked this
Rusma Wijaya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->