P. 1
Skripsi Tentang Penanganan Pemerintah Indonesia Terhadap Pengungsi Rohingya

Skripsi Tentang Penanganan Pemerintah Indonesia Terhadap Pengungsi Rohingya

Ratings: (0)|Views: 2,492 |Likes:
Published by Kadarudin
BABI PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Rohingya adalah nama sebuah etnis di Arakan, Myanmar Utara, yang terpinggirkan oleh pemerintahan junta militer. Mereka, dianggap sebagai orang-orang yang tak bernegara dan tidak diakui secara penuh kewarganegaraannya oleh pemerintah Burma. Tidak seperti golongan etnik lain yang setidaknya diakui

warganegaranya oleh rezim Burma, masyarakat Rohingya dianggap sebagai penduduk sementara dan tidak mendapat hak kewarganegaraan penuh. Mereka diharuskan mendap
BABI PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Rohingya adalah nama sebuah etnis di Arakan, Myanmar Utara, yang terpinggirkan oleh pemerintahan junta militer. Mereka, dianggap sebagai orang-orang yang tak bernegara dan tidak diakui secara penuh kewarganegaraannya oleh pemerintah Burma. Tidak seperti golongan etnik lain yang setidaknya diakui

warganegaranya oleh rezim Burma, masyarakat Rohingya dianggap sebagai penduduk sementara dan tidak mendapat hak kewarganegaraan penuh. Mereka diharuskan mendap

More info:

Categories:Types, Research, Law
Published by: Kadarudin on Sep 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2013

pdf

text

original

 
B A B IPENDAHULUANA.Latar Belakang Masalah
Rohingya adalah nama sebuah etnis di Arakan, Myanmar Utara,yang terpinggirkan oleh pemerintahan junta militer. Mereka, dianggapsebagai orang-orang yang tak bernegara dan tidak diakui secara penuhkewarganegaraannya oleh pemerintah Burma.Tidak seperti golongan etnik lain yang setidaknya diakuiwarganegaranya oleh rezim Burma, masyarakat Rohingya dianggapsebagai penduduk sementara dan tidak mendapat hak kewarganegaraanpenuh. Mereka diharuskan mendapat izin sebelum menikah, dan izintersebut biasanya disahkan setelah beberapa tahun. Pergerakanmerekapun dibatasi, mereka diharuskan mendapat izin bahkan untuksinggah ke desa lainnya, dan sering dihalangi untuk mendapatpengobatan dan pendidikan.Sebagai “orang asing”, masyarakat Rohingya tidak diperbolehkanbekerja sebagai pengajar, perawat, abdi masyarakat atau dalam layananmasyarakat, dan di wilayah Rohingya, para pengajarnya biasanya berasaldari golongan etnik Budha Rakhine, yang seringkali menghalangikesempatan untuk mendapatkan pendidikan bagi masyarakat Rohingya.Pemerkosaan dan kerja paksa adalah hal yang cukup lazim, serta
1
 
seringnya pemerasan terhadap mereka. Tentara meminta uang darimereka dan ketika mereka tidak dapat membayar, mereka akan ditahandan disiksa.
1
Masyarakat Rohingya juga mengalami penyiksaan secara religi,hampir tidak mungkin bagi mereka untuk mendapat izin renovasi,perbaikan dan pembangunan Masjid. Dalam tiga tahun terakhir,setidaknya 12 Masjid di Arakan Utara dihancurkan, dengan jumlahterbesar di tahun 2006. Sejak 1962, tidak ada Masjid baru yang dibangun.Bahkan para pemimpin agama telah dipenjara karena merenovasi Masjid.Perlakuan rezim Burma terhadap kaum minoritas Muslim Rohingya,disebut-sebut “seburuk-buruk perlakuan terhadap kemerdekaan manusia”.Seorang pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (yang dalampenulisan selanjutnya penulis singkat dengan kata PBB) yang seringbertugas ke daerah-daerah krisis kemanusiaan menggambarkankekejaman yang terjadi di Utara Arakan, bagian barat Burma, “Kalian akanmengerti arti kesengsaraan ketika kalian melihatnya”.
2
Kesengsaraan Muslim Rohingya sudah dimulai sejak tahun 1978oleh Junta Myanmar, akibatnya ratusan ribu orang mengungsi ke negara-
1
Pengungsi Rohingya enggan kembali ke Myanmar, Hanin Mazaya, 05 Februari2009, (http://www.arrahmah.com/index.php/news/read/3292/pengungsi-rohingya-enggan-kembali-ke-myanmar .) diakses 16 Maret 2009, pukul 15:10 WITA.
2
Kabar dari seberang ‘nasib pengungsi Rohingya’, Muhammad Yusuf, 26Februari 2009, (http://www.hinamagazine.com/news/nasib-pengungsi-rohingya.html.)diakses 16 Maret 2009, pukul 15:15 WITA.
2
 
negara tetangganya dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Antaralain mereka mengungsi ke perbatasan Burma dengan India. Suasanakelaparan sangat terlihat di daerah-daerah pengungsian tersebut. DiPerbatasan Cina, wanita-wanita Rohingya dijual ke tempat-tempatprostitusi.
“United Nations High Commissioner for Refugees” 
(yang dalampenulisan selanjutnya penulis singkat dengan kata UNHCR) pernahmemulangkan sekitar 200 ribu warga Rohingya ke Burma, namun banyakyang kembali kepengungsian.Mereka tak sanggup bertahan di daerah asalnya. “Selamapelecehan hak-hak kemanusiaan masih terjadi di Burma, kami tidak akankembali. Kami terjebak antara mulut buaya dan ular, kemana kami akanpergi ?” ujar salah seorang pengungsi
3
. Mereka bingung, pemerintahBurma menganggap Rohingya itu orang Bengal, sedangkan pemerintahBangladesh juga mengusir mereka karena Rohingya itu orang Burma.“Kemana kami akan pergi ?”
4
 Tidak hanya pemerintah Burma yang mengintimidasi mereka,bahkan Junta pun menggembar-gemborkan gerakan anti Islam dikalangan masyarakat Budha Rakhine dan penduduk Burma sebagaibagian dari kampanye memusuhi Rohingya. Gerakan ini berhasil,
3
Solidaritas untuk pengungsi rohingya di aceh, Muhammad Ardan, 11 Januari2009, (http://www.siwah.com/news/jurnalis-oposisi-burma-mengunjungi-pengungsi-rohingya.html.) diakses 16 Maret 2009, pukul 15:18 WITA.
4
Pengungsi Rohingya enggan kembali ke Myanmar, Hanin Mazaya, 05 Februari2009, (http://www.arrahmah.com/index.php/news/read/3292/pengungsi-rohingya-enggan-kembali-ke-myanmar .),
Ibid.
3

Activity (39)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Hegar Julius liked this
Karin Mardianto liked this
Karin Mardianto liked this
Arief Budiman liked this
murianda liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->