B. Pengertian Filsafat Hukum, Manfaat dan Kedudukannya dalam Konstelasi HukumPengertian Filasat Hukum
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa filsafat hukum adalah cabang filsafat, yaitufilsafat tingkah laku atau etika, yang memperlajari hakikat hukum. Atau dapat dikatakan pula bahwa ilmu yang memperlajari hukum secara filosofis. Sementara itu ilmu hukum hanyamelihat gejala-gejala hukum sebagaimana dapat diamati oleh panca indera manusia mengenai perbuatan-perbuatan manusia dan kebiasaan-kebiasaan di dalam kehidupan masyarakat.Sehingga dapat dikatakan bahwa ada dua macam hukum, yaitu hukum yang deskriptif dan hukum yang preskriptif. Hukum yang deskriptif (
descriptif laws)
adalah hukum yangmenunjukkan sesuatu itu dapat terjadi, misalnya hukum gravitasi, hukum archimedes atauhukum yang berhubungan dengan ilmu-ilmu kealaman. Sedangkan
prescriptive laws
adalahhukum yang telah ditentukan atau hukum yang memberi petunjuk. Hukum
presriptive
inilahyang merupakan bahan penelitian filsafat hukum.Mengingat obyek filsafat hukum adalah hukum, maka masalah atau pertanyaan yangdibahas oleh filsafat hukum itupun antara lain berkisar pada apa-apa yang diuraikan di atastadi, seperti hubungan hukum dan kekuasaan, hubungan hukum kodrat dan hukum positif,apa sebab orang menaati hukum, apa tujuan hukum, sampai kepada masalah-masalah filsafathukum yang ramai dibicarakan pada saat ini (oleh sebagian orang disebut masalah filsafathukum kontemporer, suatu istilah yang kurang tepat, mengingat sejak dahulu masalahtersebut juga telah diperbicarakan) seperti masalah hak asasi manusia dan etika profesihukum.Menurut Apeldorn, ada tiga pertanyaan penting yang dibahas dalam Filsafat Hukum,yaitu, (a) apakah pengertian hukum yang berlaku umum; (b) apakah dasar kekuatan mengikatdari hukum, dan (c) apakah yang dimaksud dengan hukum kodrat.3