Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
10Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aplikasi Fuzzy

Aplikasi Fuzzy

Ratings: (0)|Views: 1,090|Likes:
Published by Muhammad Rachmadi

More info:

Published by: Muhammad Rachmadi on Sep 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/01/2014

pdf

text

original

 
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2007 (SNATI 2007) ISSN: 1907-5022Yogyakarta, 16 Juni 2007 
L-
65
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENANGANAN KESEHATAN BALITAMENGGUNAKAN PENALARAN FUZZY MAMDANI
Ika Kurnianti Ayuningtiyas
1
, Fajar Saptono
2
, Taufiq Hidayat
3
 Laboratorium Pemrograman dan Informatika Teori Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
1
 
 Jln. Kaliurang KM 14,5 Yogyakarta 55501, Telp. (0274) 895287 ext: 134, Faks. (0274) 895007 e-mail: iyut_cancer@yahoo.com
1
 , guitarist_keren@yahoo.com
2
 , ach_fiqrin@yahoo.com
3
ABSTRAKSI
Penanganan kesehatan balita merupakan salah satu hal yang patut dijadikan perhatian lebih, sehinggadapat mengurangi resiko tidak optimalnya penanganan kesehatan balita pada instansi yang terkait. SistemPendukung Keputusan Penanganan Kesehatan Balita sangat tepat diterapkan untuk penanganan masalah yangmembutuhkan penyelesaian mandiri dari komputer untuk pemrosesan data balita dengan perhitungan yangcepat dan akurat. Dengan menggunakan penalaran Logika FuzzyMamdani dalam pemrosesan data input danoutput, serta informasi pendukung berupa grafik sangat mendukung dalam pengambilan keputusan penanganankesehatan balita di suatu wilayah.
 Kata kunci:
 
Sistem Pendukung Keputusan,Kesehatan Balita, Logika Fuzzy, Mamdani
1.
 
PENDAHULUAN1.1
 
Latar belakang
Teknologi informasi merupakan salah satu
tool
penting untuk mengatasi (sebagian) masalahderasnya arus informasi. Di Indonesia pemerintahsudah mulai memanfaatkan teknologi informasiuntuk meningkatkan efesiensi kinerja lembaga-lembaga Negara. Beberapa daerah sudah memakaisistem terintegrasi untuk menjalankan fungsi-fungsiyang ada dalam pemerintahan, seperti pendataan penduduk (KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran), pengurusan pajak, pengurusan SIM, dan lainsebagainya.Dalam bidang kesehatan dapat disorot banyaknya kasus gizi buruk balita juga masihadanya kasus kematian bayi yang disebabkan baik oleh faktor klinis maupun non-klinis. Contoh penyebab non-klinis antara lain: protokol klinis yangtidak dipatuhi, pelayanan yang sub standar, danrekam medik tidak lengkap. Contoh riil lain yangmenjadi fokus penulis adalah Kartu Menuju Sehat(KMS) yang merupakan acuan dasar pemantauantumbuh kembang balita, ternyata tidak optimaldalam penggunaannya sehingga keadaan kesehatan balita tidak terpantau dan banyak timbul kasus gizi buruk di lapangan. Instansi-instansi terkait lainnya juga akan mengalami keterlambatan dalam penanganan kasus yang terjadi, karena informasiyang didistribusikan tidak akurat. Hal inidikhawatirkan dapat mengancam kualitas SDMgenerasi penerus yang merupakan salah satu faktor  penting penentu arah bangsa Indonesia.Hal tersebut yang mendasari pembuatanSistem Pendukung Keputusan PenangananKesehatan Balita ini. Dengan perancangan sistemyang berbasis
website,
pihak-pihak terkait dalam halini rumah sakit/puskesmas, pemerintah juga orangtua dapat lebih mudah dalam memantau pertumbuhan balita, dan dapat sesegera mungkinmengambil keputusan yang tepat untuk penanganankesehatan balita sesuai fungsi masing-masing pihak.
 1.2
 
Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang yang telahdiuraikan sebelumnya, maka rumusan masalahnyaadalah bagaimana membuat sistem pendukungkeputusan untuk penanganan kesehatan balita agar diperoleh informasi yang akurat untuk distribusi bantuan dan keputusan tindakan.
1.3
 
Tujuan
Penelitian bertujuan untuk mempermudahdalam pemantauan tumbuh kembang balita,mempercepat distribusi informasi antar pihak terkait,distribusi bantuan yang cepat dan tepat guna danmemaksimalkan fungsi KMS sebagai alat untuk memantau pertumbuhan balita.
 2.
 
DASAR TEORI2.1
 
Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau
 Decission Support System
merupakan salah satu jenis sistem informasi yang bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada penggunainformasi agar dapat melakukan pengambilankeputusan dengan lebih baik dan berbasis
evidence
.Secara hierarkis, SPK biasanyadikembangkan untuk pengguna pada tingkatanmanajemen menengah dan tertinggi. Dalam pengembangan sistem informasi, SPK baru dapatdikembangkan jika sistem pengolahan transaksi(level pertama) dan sistem informasi manajemen(level kedua) sudah berjalan dengan baik. SPK yang baik harus mampu menggali informasi dari
database
 melakukan analisis, serta memberikan interprestasidalam bentuk yang mudah dipahami dengan formatyang mudah untuk digunakan (
user friendly
)[1].
 
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2007 (SNATI 2007) ISSN: 1907-5022Yogyakarta, 16 Juni 2007 
L-
66Beberapa karakteristik yang membedakansystem pendukung keputusan dengan systeminformasi lain yaitu:a.
 
Dirancang untuk membantu pengambilankeputusan dalam memecahkan masalahan yangsifatnya semi terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menambahkan kebijaksanaanmanusia dan informasi komputerisasi. b.
 
Proses pengolahannya, mengkombinasikan pengguanaan model-model analisis denganteknik pemasukan data konvensional sertafungsi-fungsi pencari atau pemeriksa informasi.c.
 
Dapat digunakan atau dioperasikan denganmudah oleh orang-orang yang tidak memilikidasar kemampuan pengoperasian komputer yang tinggi. Pendekatan yang digunakan biasanya model interaktif.d.
 
Dirancang dengan menekankan pada aspek fleksibilitas serta kemampuan adaptasi yangtinggi sehingga mudah disesuaikan dengan berbagai perubahan lingkungan yang terjadi dankebutuhan pengguna.
2.2
 
Kartu Menuju Sehat
Kartu Menuju Sehat untuk Balita (KMS-Balita) adalah alat yang sederhana dan murah, yangdapat digunakan untuk memantau kesehatan dan pertumbuhan anak. Oleh karenanya KMS harusdisimpan oleh ibu balita di rumah, dan harus selaludibawa setiap kali mengunjungi posyandu ataufasilitas pelayanan kesehatan, termasuk bidan dandokter.KMS-Balita menjadi alat yang sangat bermanfaat bagi ibu dan keluarga untuk memantautumbuh kembang anak, agar tidak terjadi kesalahanatau ketidakseimbangan pemberian makan padaanak. KMS-Balita juga dapat dipakai sebagai bahan penunjang bagi petugas kesehatan untuk menentukan jenis tindakan yang tepat sesuai dengankondisi kesehatan dan gizi anak untuk mempertahankan, meningkatkan atau memulihkankesehatannya.KMS balita berisi catatan penting tentang pertumbuhan, perkembangan anak, imunisasi, penanggulangan diare, pemberian kapsul vitamin A,kondisi kesehatan anak, pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI, pemberian makanananak dan rujukan ke Puskesmas/RS. KMS balita juga berisi pesan-pesan penyuluhan kesehatan dangizi bagi orang tua balita tentang kesehatan anaknya.
2.3
 
Logika Fuzzy
Logika fuzzy diciptakan karena logika boolean tidak mempunyai ketelitian yang tinggi,hanya mempunyai angka logika 0 dan 1 saja.Sehingga untuk membuat sistem dengan ketelitianyang tinggi maka tidak dapat digunakan logika boolean.Istilah yang digunakan dalam fuzzy adalahsebagai berikut:a.
 
 Degree of membership
/Derajat Keanggotaan
 
Fungsi dari derajat keanggotaan adalah untuk memberikan bobot pada suatu input yang telahdiberikan, sehingga input tadi dapat dinyatakandengan nilai. b.
 
Variabel Fuzzy
 
Merupakan variabel yang hendak dibahas dalamsuatu sistem fuzzy.
 
c.
 
Scope
/Domain
 
Merupakan batas dari kumpulan input tertentu.d.
 
Label
 
Adalah kata-kata untuk memberikan suatuketerangan pada
scope
.
 
e.
 
Fungsi Keanggotaan
 
Suatu bentuk bangun yang merepresentasikansuatu batas dari
scope.
Beberapa fungsi untuk menyatakan fungsi keanggotaan:1.
 
Representasi Linear: pemetaan input kederajat keanggotannya digambarkansebagai suatu garis lurus.2.
 
Representasi Kurva Segitiga: merupakangabungan antara 2 garis (linear).3.
 
Representasi Kurva Trapesium: seperti bentuk segitiga, hanya saja ada beberapatitik yang memiliki nilai keanggotaan 1.4.
 
Representasi Kurva-S: hampir sama dengankurva linear akan tetapi nilai yang tidak  pasti berurut naik atau turun melainkanfleksibel.f.
 
Crisp
Input
 
 Nilai input analog yang diberikan untuk mencari
degree of membership.
 g.
 
Universe
 
of 
 
 Discourse
Batas input yang telah diberikan dalammerancang suatu sistem fuzzy.Dalam membangun sebuah sistem Fuzzydikenal beberapa metode penalaran, antara lain :metode Tsukamoto, metode Mamdani dan metodeSugeno. Untuk perancangan Sistem PendukungKeputusan Penanganan Kesehatan Balita ini,digunakan metode Mamdani.Metode Mamdani sering juga dikenal dengannama Metode Max-Min. Untuk mendapatkan output,diperlukan empat tahapan:1.
 
Pembentukan Himpunan FuzzyPada Metode Mamdani, baik variabel inputmaupun variabel output dibagi menjadi satuatau lebih himpunan fuzzy.2.
 
Aplikasi Fungsi ImplikasiPada Metode Mamdani, fungsi implikasi yangdigunakan adalah MIN.3.
 
Komposisi AturanAda 3 metode yang digunakan dalammelakukan inferensi sistem fuzzy, yaitu: max,additive dan probabilistik OR (probor). Padametode Mamdani untuk komposisi antar fungsiimplikasi menggunakan fungsi MAX.4.
 
Penegasan (defuzzy)
 
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2007 (SNATI 2007) ISSN: 1907-5022Yogyakarta, 16 Juni 2007 
L-
67Input dari proses defuzzifikasi adalah suatuhimpunan fuzzy yang diperoleh dari komposisiaturan-aturan fuzzy, sedangkan output yangdihasilkan merupakan suatu bilangan padadomain himpunan fuzzy tersebut. Sehingga jikadiberikan suatu himpunan fuzzy dalam rangetertentu, maka harus dapat diambil suatu nilaicrisp tertentu sebagai output. Beberapa metodedefuzzy pada komposisi aturan metodeMamdani:a.
 
Metode CentroidSolusi crisp diperoleh dengan caramengambil titik pusat daerah fuzzy C.…. (1)…. (2) b.
 
Metode Bisektor c.
 
Metode
 Min of Maximum
(MOM)d.
 
Metode
Smallest of Maximum
(SOM)e.
 
Metode
 Largest of Maximum
(LOM)
3.
 
PERANCANGAN3.1
 
Diagram Aliran Data
Pada sistem pendukung keputusan ini,terdapat tiga pengguna, yaitu user, admin dansuperadmin, yang digambarkan pada gambar 1.
Gambar 1.
Diagram Konteks SPK PKBSedangkan Diagram Aliran Datadigambarkan pada gambar 2.
3.2
 
Perancangan Fuzzy
Perancangan Fuzzy dilakukan untuk mendapatkan output berupa grafik perbandinganumur, berat dan tinggi balita, serta nilai gizi balita.Gambar 3 adalah
 flowchart 
untuk penalaran fuzzyMamdani. 
Gambar 2.
Diagram Aliran Data SPK PKB
µµ=
==
n0iiCn0iiCi
)z()z(*z z
∫ ∫ 
=
nn
dz zdz z z z
11
)()(
µ µ 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->