Para pendukung konservatif menganggap ketidak adilan sosial sebagai kodrat. Mereka berpandangan kaum miskin, anak jalanan, dan kaum kriminal, semuanya menderitakarena kesalahan mereka sendiri. Kaum konservatif mengajukan bukti-bukti dari merekayang mau berusaha banyak yang berhasil dalam studi,karier,dan hidup bebas di luar penjara.Pendukung liberal beranggapan, pendidikan tidak berkaitan dengan persoalan ekonomidan politik. Mereka tidak melihat kaitan pendidikan dengan struktur kelas,dominasi politik ,hegemoni budaya,dan diskriminasi jender. Inilah paradigma pendidikan yang berkembang saat ini di Indonesia. Mekanisme pe-rangking-an, untuk memacu persainganantar murid,membangun gedung-gedung,dan semua hal yang dominan kepada hal-halfisik, pada akhirnya melalaikan pembangunan mental dan moral. Akibatnya kini kitaterperosok dalam pertikaian antar etnis,agama, dan integrasi wilayah. Paradigma liberalhanyalah kosmetik. Ujung-ujungnya adalah human investment. Bangsa Indonesia telahmenjadi bagian sekaligus korban dari mesin besar industri kapitalisme.Paradigma liberal inilah yang mendominasi segenap pemikiran maupun praktik pendidikan. Paradigma ini berakar pada cita-cita masyarakat Barat tentangindividiualisme. Sejarah paham ini terkait erat dengan kebangkitan kelas menengah yangdiuntungkan kapitalisme.Pengaruh paradigma liberal, di Indonesia, tampak dalam pendidikan yang mengutamakan prestasi melalui mekanisme persaingan antarmurid. Pe-ranking-an murid implikasi belakadari paradigma ini.Penganut paradigma liberal hanya sibuk dengan reformasi bersifat kosmetik: membangun prasarana dan sarana pendidikan seperti perluasan gedung sekolah, perpustakaan, fasilitasolahraga, laboratorium, komputer, dan menyehatkan rasio jumlah guru-murid. Puninvestasi untuk meningkatkan pengajaran seperti cara belajar siswa aktif (CBSA).Paradigma kritis pendidikan menghendaki perubahan struktur sosial secara fundamental.Pendidikan ini mendekonstruksi struktur-struktur sosial,ekonomi, politik, dan budayayang melambangkan ketidakadilan. Paradigma kritis menghendaki perubahan struktur sosial secara fundamental. Pendidikan mendekonstruksi struktur-struktur sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang melambangkan ketidakadilan. Visi pendidikan adalahmelakukan kritik atas ideologi dominan sebagai wujud preferential option for the poor- pemihakan terhadap rakyat miskin yang menderita. Tugas utama pendidikan, meminjamistilah sosiolog Peter L Berger, meniadakan piramida korban manusia buntut pembangunanisme yang gelojoh, tamak, korup, zalim, dan manipulatif.Paradigma konservatif memelihara status quo, sedangkan paradigma liberal ujung-ujungnya human invesments untuk mesin besar industri kapitalistik. Paradigma kritis pendidikan menghendaki perubahan struktur sosial secara fundamental Paradigma kritis pendidikan menghendaki perubahan struktur sosial secara fundamental.Menurut William O'neil(2001) bahwa pendidikan kalau boleh diibaratkan seperti seorangmusafir yang sedang berada pada persimpangan jalan. Jalan mana yang akan ditempuhuntuk mencapai tujuan adalah pilihan. Begitu juga dengan pendidikan, memilih jalan itumerupakan hal yang amat penting dan menentukan keberhasilan. Akan tetapi, dalam pendidikan yang menjadi persoalan adalah apakah pendidikan akan melegitimasi sistemdan struktur sosial yang ada ataukah berperan ritis dalam usaha melakukan perubahan