Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
FESTIVAL

FESTIVAL

Ratings: (0)|Views: 9|Likes:

More info:

Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Jul 02, 2008
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/14/2009

pdf

text

original

 
FESTIVAL ISLAM 1976 TEROMPET KEBANGKITAN ISLAM KEDUA
Oleh : H. Mas'oed Abidin
Mari kita ungkapkan satu peristiwa sejarah yang pendek pada dua puluhtahun silam.Pada bulan April - Jui 1976 di London di selenggarakan World of IslamFestival 1976, yang di persiapkan secara apik sejak beberapa tahun sebelumnyadengan melibatkan lembaga-lembaga ternama dan kerjasama Universitas-universitasLondon.
1
Rencana besar itu telah terselenggara dengan dukungan tokoh-tokoh Inggris, pencinta Kebudayaan dan Kultur, yang bernaung dibawah satu badan WORLD OFISLAM FESTIVAL TRUST, dan diketuai oleh seorang diplomat terkenal Sir HaroldBeeley dan dibantu oleh 8 orang anggota. Diantaranya hanya dua orang Muslim,yaitu Yahya Al Tajir (Duta Besar Uni Emirat Arab) dan Sheikh Shukri (seorangBankir). Direktur penyelenggara seorang ilmuwan Paul Keeler.Seiring dengan World of Islam Festival 1976 ini juga dilaksanakan satu
INTERNATIONAL ISLAMIC CONGRES
di London, dibawah undangan IslamicCouncil of Europe.
1
.(1). Beberapa lembaga-lembaga kebudayaan yang ikut ambil bagian di dalam penyelenggaraan Festival ini, adalah The Arts Council of Britain, The BritishLibrary, The British Museum, The Victoria and Albert Museum, TheHorniman Museum, The Commonwelth Institute.Universitas-Universitas Inggris, melalui kegiatan festival ini mengangkat program akademis berupa seminar-seminar dan kuliah umum. DiantaraPerguruan Tinggi yang aktif itu adalah Universitas-Universitas London,Oxford, Cambridge, Edinburg, dan lain-lain. Dari luar Britain, ikut aktif AlAzhar University, Mesir, King Abdul Aziz University, Saudi, TempleUniversity Philadelphia USA, dan banyak lagi lainnya. Negara-negara Islam, seperti Mesir, Syria, Iran, Iraq, Saudi danTunisia, memberikan pinjaman barang-barang sejarah Islam, danmengetengahkan konsep-konsep kebudayaan, sebagai bukti dari api (spirit)Islam.1
 
Kongres ini menampilkan lebih kurang 40 orang sarjana, ulama, pemikir dan pemuka-pemuka Islam dari Barat dan Timur.
1
Dari Indonesia, waktu itu di undang Bapak Mohammad Natsir yang pada beberapa sidang-sidang utamanya mendapat kehormatan sebagai salah seorangPresiden Kongres.
2
 Kongres Islam Internasional, London 1976, ini adalah pertama kali diadakan.
1
.(2). Diantara para ilmuwan, pemimpin Islam dunia yang hadir,antara lain
Maulana Abul Ala Al Maududi
(Lahore),
 Dr.Brohi
(Karachie),
Mohammad Aman H.Hobohm
(Embassy JermanBarat di Sri Langka),
Mrs.Aisha Lemu
(Sakoto, Nigeria),
Mrs. Fathima Heeren Sarka
(Munich),
 Prof. Kurshid Ahmad 
(Leicester, UK),
 DR. Ahmad An Najar 
(King Abdul AzizUniversity),
 Prof. Ismail Faruqi, Prof. Muhammad Quthb
.
2
.(3). Bapak Mohammad Natsir -- Bekas Perdana Menteri Negara Kesatuan Republik Indonesia, 1950 - 1951, dansebelumnya dikenal dengan Mosi Integralnya denganhapusnya RIS menjadi Negara Kesatuan RI --, sebenarnyasejak 1967 telah di angkat menjadi Vice President WorldMuslim Congress yang bermarkas di Karachi (Pakistan), danSekjennya adalah seorang diplomat dan pemikir terkenal DR.Inamullah Khan.1967 itu juga (26 Februari), sebagai hasil MusyawarahUlama se DKI di Jakarta, beliau ditetapkan menjadi KetuaDewan Dakwah Islamiyah Indonesia, sampai wafat (1993).1969, Pak Natsir terpilih menjadi Anggota Majlis Ta'sisi(pendiri) World Muslim League (Rabithah Alam Islamy) diMekkah.1976, sekembali beliau dari Festival London, Pak Natsir ditetapkan menjadi Anggota Majlis A'la Al-Alamylil Masajid(Dewan Masjid Sedunia) bersama-sama dengan Sheikh Ali AlHarakan, bermarkas di Makkah el Mukarramah.Seluruhnya jabatan tersebut tidak pernahdicabut dari tangan beliau sampai akhir hayatnya (1993).Sehubungan dengan World of Islam Festival1976 di London ini, beliau mengungkapkan panjang lebar dalam satu ceramah umum di Gedung Kebangkitan NasionalJakarta (19 Juni 1976), di saat mana Festival masih2
 
Berlangsung dalam 12 hari siang malam. Tidak salah kalau biaya Festival Islam inidua juta pounsterling dan pembukaannya oleh Ratu Elisabeth II.Ada beberapa ungkapan para ahli -- "mujaddid" -- dan para pemimpin duniaIslam dikala itu, sehingga menampakkan penggambaran nyata dari "shahwahIslamiyah" -- kebangkitan Islam -- yang terang merupakan "spirit of Islam", dandalam kurun yang panjang membekas dalam mental spiritual ummat Islam itu sendiriAmier Muhammad Al Faishal
sebagai key-note speaker mengungkapkan ;
"Manusia telah bisa mempelajari bagaimana mengendalikan alamlingkungannya, tetapi dia tidak belajar mengendalikan dirinya sendiri.Maka dia menjadi kehilangan arah serta kehilangan rasa perimbangannya".
Muhammad Quthb
1
memperkenalkan ; 
"Islam sebagai satu kekuatan yang mampu untuk memberi. Yaknimemberi al-iktsir penawar hidup dan kunci-kunci penyelesaian bagi persoalan-persoalan hidup di alam modern sekarang ini, baik di Timur ataupun di Barat.
 berlangsung.Rekaman ceramah beliau di terbitkan olehYayasan Idayu, Jakarta 1976, dan Media Dakwah, Jakarta1987. Dibawah judul "World Of Islam Festival, DalamPerspektif Sejarah".(4). Amier Muhammad Al Faishal, Perdana Menteri Kerajaan Saudi Arabia(1976), menyampaikan key-note speaks pada International IslamicCongres.Lihat, Natsir, World Of Islam Festival, Dalam Perspektif Sejarah,Jakarta, Idayu, 1976 - Medan Da'wah, 1987.
1
. (5). Mohammad Quthb, dari paper berjudul "What Islam can Give toHumanity Today -- A Summing Up", (lihat juga, Natsir, Kebudayaan IslamDalam Perspektif Sejarah, Jakarta, Girimukti Pasaka, 1988, CetakanPertama, hal. 313-314).3

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->