6. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 24 Tahun 2009 tentangKeselamatan Penerbangan;Menetapkan :
PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG TATANANKEBANDARUDARAAN NASIONAL.BABIKETENTUAN UMUM
1. Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan denganbatas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udaramendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muatbarang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi,yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamananpenerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya,yang terdiri atas bandar udara umum dan bandar udara khususyang selanjutnya bandar udara umum disebut dengan bandarudara.2. Kebandarudaraan adalah segala sesuatu yang berkaitan denganpenyelenggaraan bandar udara dan kegiatan lainnya dalammelaksanakan fungsi keselamatan, keamanan, kelancaran, danketertiban arus lalu lintas pesawat udara, penumpang, kargodan/atau pos, tempat perpindahan intra dan/atau antarmoda sertameningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.3. Tatanan Kebandarudaraan Nasional adalah sistemkebandarudaraan secara nasional yang menggambarkanperencanaan bandar udara berdasarkan rencana tata ruang,pertumbuhan ekonomi, keunggulan komparatif wilayah, kondisialam dan geografi, keterpaduan intra dan antarmoda transportasi,kelestarian Iingkungan, keselamatan dan keamanan penerbangan,serta keterpaduan dengan sektor pembangunan lainnya.4. Jaringan Penerbangan adalah beberapa rute penerbangan yangmerupakan satu kesatuan pelayanan angkutan udara.5. Bandar Udara Umum adalah bandar udara yang dipergunakanuntuk melayani kepentingan umum.6. Bandar Udara Khusus adalah bandar udara yang hanya digunakanuntuk melayani kepentingan sendiri untuk menunjang kegiatanusaha pokoknya.