Nyeri encok memang beragam. Kaliberasi nyeri berbeda antara encok yang satu denganyang lain. Demikian pula mula timbul dan durasi nyerinya. Encok asam urat disebut goutatau penyakit pirai.
Nyeri penyakit pirai bersifat khas, seperti ditusuk jarum, karena asam urat yangmenumpuk di persendian akan berubah menjadi kristal urat. Kristal renik mirip jarum berukuran mikron ini yang menusuk-nusuk persendian dan memunculkankeluhan nyeri tertusuk jarum.
Encok asam urat biasanya terjadi sekaligus pada beberapa sendi. Paling sering di jempolkaki. Sering sehabis memakai sepatu yang kesempitan. Tak jarang sehabis dioperasi,selagi emosi atau sedang kelelahan. Kumat di malam hari, dan biasanya bersifat progresif, semakin hari semakin berat.
Sesuai dengan mekanisme terbentuknya kristal urat, persendian yang dekat denganpermukaan kulit lebih sering terkena.
Hawa dingin memudahkan terbentuknya kristalurat pada bagian sendi yang asam uratnya meninggi. Begitu juga persendian yang seringmengalami tekanan mekanik, seperti oleh sepatu, sandal, siku, bahu (memikul barang).Berbeda dengan encok lainnya, encok asam urat membuat kulit persendian merahmeradang, juga membengkak. Muncul rasa nyeri jika ditekan, mungkin disertai demamdan lesu.Serangan pada yang klasik bersifat episodik setahun sekali. Biasanya mereda sendiri.Kalau hebat, perlu obat pereda nyeri selain penurun asam urat.Kenapa meninggi?Asam urat meninggi sebab ada gangguan metabolisme protein atau ginjal gagalmembuang asam urat berlebih, kalau bukan kebanyakan menu tinggi purin (gugus protein). Gangguan ini bisa bersifat genetik. Normalnya asam urat tak lebih dari 7mg% (pria) dan 6mg% (wanita). Lebih dari kadar normal, sebagian besar akan muncul keluhan nyeri sendi. Adakalanya pula kendati sudahmelebihi nilai normal, keluhan belum muncul.
Asam urat yang bukan turunan bisa sebab penyakit leukemia (kelebihan sel darahputih), kelebihan sel darah merah, hiperaktif kelenjar gondok (hyperthyroidism),darah tinggi, jantung koroner, gangguan ginjal, keracunan timbel, minum obatdarah tinggi golongan thiazide dan asam salisilat, serta kegemukan.
Jadi, pengobatan asam urat tak cukup hanya dengan antiasam urat. Pada kasus sebabturunan, mungkin memang tak dapat dilakukan koreksi karena “dapur” tubuh tidak beressejak awal. Namun, tidak demikian bila penyebabnya bukan turunan, melainkanoleh faktor didapat, seperti sudah disebut di atas.