Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendidikan Indonesia Dalam Kerancuan Ideologi

Pendidikan Indonesia Dalam Kerancuan Ideologi

Ratings: (0)|Views: 941 |Likes:
Published by ziyya_elhakim

More info:

Published by: ziyya_elhakim on Sep 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

 
PENDIDIKAN INDONESIA DALAM KERANCUAN IDEOLOGI: IlusiKurikulum Pendidikan dalam Kuasa NeoliberalismeOleh Rum Rosyid
Diakui atau tidak, dunia pendidikan kita sungguh telah terperangkap ke dalam kemelutyang mungkin belum pernah terbayangkan semula. Kritik sistim dan bongkar-pasangkurikulum -seperti yang ditempuh selama ini- ternyata tak pernah memuaskan. Maka apasalahnya jika kita melirik kepada ideologinya. Mungkin di sana ada jawabnya. Dikatakanoleh seorang filsuf pendidikan, Paulo Freire, bahwa tidak ada pendidikan yang netral dan bebas nilai. Bahkan tulisan yang Anda baca sekarang inipun cukup banyak memuatideologi yang saya yakini. Permasalahannya adalah,apakah Anda peduli? jika ideologikita sama,maka Anda akan melanjutkan membaca,dan jika ideologi Anda berbeda dengansaya, sebaiknya Anda juga melanjutkan membaca karena paling tidak Anda mulai belajar untuk menerima perbedaan ideologis. Semoga ini akan menyenangkan.Pendidikan hingga saat ini diyakini oleh sebagian besar orang sebagai kegiatanmulia,mengandung kebajikan, dan sekali lagi bebas nilai. Pikiran kita selama ini masihterendam mitos, tak luput juga para pendidik banyak yang tidak kunjung siuman bahwamereka punya andil besar dalam pertarungan ideologi dan politik. Ideologi (inggris);berasal dari bahasa Yunani ide (idea/gagasan) dan logos (studi tentang,ilmu pengetahuan tentang). Secara harfiah,sebagaimana dalam metafisika klasik, ideologimerupakan ilmu pengetahuan tentang ide-ide, studi tentang asal-usul ide. Dalam pengertian modern, ideologi mempunyai arti negatif sebagai teorisasi atau spekulasidogmatik dan khayalan kosong yang tidak betul atau tidak realistis; atau bahkan palsudan menutup-nutupi realitas yang sesungguhnya. Dalam pengertian yang lebih netral,ideologi adalah setiap sistem gagasan yang mempelajari keyakinan-keyakinan dan hal-halideal filosofis, ekonomis, politis, sosial.IDEOLOGI • Diciptakan oleh Desstutt de Tracy tahun 1796 di perancis. Science of ideas,the study of origins, evolution and nature of ideas. Namun telah terjadi pergeseransehingga tidak ada satu-satunya pengertian subtansial. • Ricoeur (1986) ; mengandungsifat dasar permulaan yang sangat mendua, ambigu: positif dan negatif Konstruktif dandestruktif. Karena itu ideologi perlu disertai presisi dan proporsinya yang jelas. Presisi: •Pranarka ( 1985) Ideologi suatu cara berpikir dan ideologi sebagai materi yg dibahasdalam pemikiran itu. • Sydney Hook / Bachtiar (1976) Ideologi sebagai pandangandunia/kosmos tempat manusia di dalamnya, yang merupakan bimbingan kegiatan politik dlm arti yang seluas- luasnya. • Karl Marx Ideologi sebagai kesadaran palsu mengenaikenyataan- kenyataan sosial ekonomi dan merupakan angan-angan kolektif yg diperbuat& ditanggung bersama oleh kelas sosial tertentu.Ideologi PendidikanPendidikan dimanapun dikepung situasi dilematis,pro status quo ataukah ingin menjadiagen transformasi sosial menuju masyarakat yang sadar. Dalam buku Ideologi-ideologiPendidikan oleh William F O’neil, ahli pendidikan University Of Southern California ASini mengupas enam ideologi yang berkembang di masyarakat dunia. ideologi-ideologi ituadalah: fundamentalisme, intelektualisme, konservatisme, liberalisme, liberasionisme,dan anarkisme. Berbagai ideologi ini kemudian disederhanakan kedalam tiga kelompok  besar: konservatif, liberal, dan kritis.
 
Para pendukung konservatif menganggap ketidak adilan sosial sebagai kodrat. Mereka berpandangan kaum miskin, anak jalanan, dan kaum kriminal, semuanya menderitakarena kesalahan mereka sendiri. Kaum konservatif mengajukan bukti-bukti dari merekayang mau berusaha banyak yang berhasil dalam studi,karier,dan hidup bebas di luar  penjara.Pendukung liberal beranggapan, pendidikan tidak berkaitan dengan persoalan ekonomidan politik. Mereka tidak melihat kaitan pendidikan dengan struktur kelas,dominasi politik ,hegemoni budaya,dan diskriminasi jender. Inilah paradigma pendidikan yang berkembang saat ini di Indonesia. Mekanisme pe-rangking-an, untuk memacu persainganantar murid,membangun gedung-gedung,dan semua hal yang dominan kepada hal-halfisik, pada akhirnya melalaikan pembangunan mental dan moral. Akibatnya kini kitaterperosok dalam pertikaian antar etnis,agama, dan integrasi wilayah. Paradigma liberalhanyalah kosmetik. Ujung-ujungnya adalah human investment. Bangsa Indonesia telahmenjadi bagian sekaligus korban dari mesin besar industri kapitalisme.Paradigma liberal inilah yang mendominasi segenap pemikiran maupun praktik  pendidikan. Paradigma ini berakar pada cita-cita masyarakat Barat tentangindividiualisme. Sejarah paham ini terkait erat dengan kebangkitan kelas menengah yangdiuntungkan kapitalisme.Pengaruh paradigma liberal, di Indonesia, tampak dalam pendidikan yang mengutamakan prestasi melalui mekanisme persaingan antarmurid. Pe-ranking-an murid implikasi belakadari paradigma ini.Penganut paradigma liberal hanya sibuk dengan reformasi bersifat kosmetik: membangun prasarana dan sarana pendidikan seperti perluasan gedung sekolah, perpustakaan, fasilitasolahraga, laboratorium, komputer, dan menyehatkan rasio jumlah guru-murid. Puninvestasi untuk meningkatkan pengajaran seperti cara belajar siswa aktif (CBSA).Paradigma kritis pendidikan menghendaki perubahan struktur sosial secara fundamental.Pendidikan ini mendekonstruksi struktur-struktur sosial,ekonomi, politik, dan budayayang melambangkan ketidakadilan. Paradigma kritis menghendaki perubahan struktur sosial secara fundamental. Pendidikan mendekonstruksi struktur-struktur sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang melambangkan ketidakadilan. Visi pendidikan adalahmelakukan kritik atas ideologi dominan sebagai wujud preferential option for the poor- pemihakan terhadap rakyat miskin yang menderita. Tugas utama pendidikan, meminjamistilah sosiolog Peter L Berger, meniadakan piramida korban manusia buntut pembangunanisme yang gelojoh, tamak, korup, zalim, dan manipulatif.Paradigma konservatif memelihara status quo, sedangkan paradigma liberal ujung-ujungnya human invesments untuk mesin besar industri kapitalistik. Paradigma kritis pendidikan menghendaki perubahan struktur sosial secara fundamental Paradigma kritis pendidikan menghendaki perubahan struktur sosial secara fundamental.Menurut William O'neil(2001) bahwa pendidikan kalau boleh diibaratkan seperti seorangmusafir yang sedang berada pada persimpangan jalan. Jalan mana yang akan ditempuhuntuk mencapai tujuan adalah pilihan. Begitu juga dengan pendidikan, memilih jalan itumerupakan hal yang amat penting dan menentukan keberhasilan. Akan tetapi, dalam pendidikan yang menjadi persoalan adalah apakah pendidikan akan melegitimasi sistemdan struktur sosial yang ada ataukah berperan ritis dalam usaha melakukan perubahan
 
sosial dan transformasi menuju dunia yang lebih adil. Dari adanya dua pilihan itulah,akhirnya melahirkan Ideologi pendidikan liberal dan Kritis. Kedua paradigma tersebutdijabarkan sebagai berikut. Menurut paradigma kritis, pendidikan merupakan arena perjuangan politik.Dalam perspektif kritis, urusan pendidikan adalah melakukan refleksi kritis, terhadap 'thedominant ideologi' kearah transformasi sosial. Tugas utama pendidikan adalahmenciptakan ruang agar sikap kritis terhadap sistim dan sruktur ketidak adilan, sertamelakukan dekonstruksi dan advokasi menuju sistim sosial yang lebih adil. Pendidikantidak bisa bersikap netral, bersikap obyektif maupun berjarak dengan masyarakat(detachment) seperti anjuran positivisme. Visi pendidikan adalah melakukan kritik terhadap sistim dominan sebagai pemihakan terhadap rakyat kecil dan yang tertindasuntuk mencipta sistim sosial baru dan lebih adil. Dalam perspektif kritis, pendidikanharus mampu menciptakan ruang untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara bebasdan kritis untuk transformasi sosial. Dengan kata lain tugas utama pendidikan adalah'memanusiakan' kembali manusia yang mengalamidehumanisasi karena sistim dan struktur yang tidak adil.Kedua yakni paradigma Liberal, berangkat dari keyakinan bahwa tidak ada masalahdalam sistim yang berlaku ditengah masyarakat, masalahnya terletak pada mentalitas,kreativitas, motivasi, ketrampilan teknis, serta kecerdasan anak didik. Paradigma pendidikan liberal kemudian menimbulkan suatu kesadaran, yang dengan meminjamistilah Freire (1970) disebut sebagai kesadaran naif. Keadaan yang di katagorikan dalamkesadaran ini adalah lebih melihat 'aspek manusia' menjadi akar penyebab masalahmasyarakat. Dalam kesadaran ini 'masalah etika, kreativitas, 'need for achevement'dianggap sebagai penentu perubahan sosial.Jadi dalam menganalisis misalnya mengapa suatu masyarakat miskin menurut paradigma pendidikan liberal karena 'salah' masyarakat yang miskin itu sendiri, yakni mereka malas,tidak memiliki kewiraswataan, atau tidak memiliki budaya 'membangunan' danseterusnya. Oleh karena itu 'man power development' adalah sesuatu yang diharapkanakan menjadi pemicu perubahan. Pendidikan dalam kontek ini tidak mempertanyakansystim dan struktur yang berlaku, bahkan systim dan struktur yang ada dianggap sudah baik dan benar.Dalam memandang tentang realitas sosial yang sedang berjalan, kaum liberal lebih berorientasi pada upaya menyesuaikan “subyek” terhadap realitas yangmelingkupinya. Dengan demikian, berdasarkan pandangan ini, yang harus berubah adalah“subyeknya”, dalam hal ini peserta didik, agar bisa beradaptasi dengan sistem danstruktur yang sedang berjalan.Berkaitan dengan pendidikan, kaum liberal beranggapan bahwa persoalan pendidikanterlepas dari persoalan politik dan ekonomi masyarakat. Dan pendidikan tidak memilikikewajiban untuk menjadi pendorong terjadinya perubahan sosial. Pendidikan kemudianlebih diarahkan pada penyesuaian atas sistem dan struktur sosial yang berjalan. Yanglebih diperhatikan adalah bagaimana meningkatkan kualitas dari proses belajar mengajar sendiri, melalui pembangunan fasilitas dan kelas yang baru, modernisasi peralatansekolah, penyeimbangan rasio guru-murid.Selain itu juga berbagai investasi untuk meningkatkan metodologi pengajaran dan pelatihan yang lebih effisien dan partisipatif, seperti kelompok dinamik (group dynamics)'learning by doing', 'experimental learning', ataupun bahkan Cara Belajar Siswa Aktif 

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Adin's Fakerz liked this
Ariel Chiro liked this
Madiika Sumardin liked this
Ali Fakhrudin liked this
Darmawan Gelo liked this
Dwi Anto liked this
Kangpatmo Nerusu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->