Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
9Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Undang-Undang Peradilan Umum Dalam Satu Naskah

Undang-Undang Peradilan Umum Dalam Satu Naskah

Ratings: (0)|Views: 3,577|Likes:
Published by Tmr Gitu Looh

More info:

Published by: Tmr Gitu Looh on Sep 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/29/2012

pdf

text

original

 
UNDANG-UNDANG PERADILAN UMUMDALAM SATU NASKAH(UU Nomor. 49 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 8Tahun 2004 Jo UU Nomor 2 Tahun 1986)Oleh :Prof. Dr. H. Muchsin, S.H.UNDANG-UNDANG PERADILAN UMUM DALAM SATU NASKAH(UU Nomor. 49 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua AtasUU Nomor 8 Tahun 2004 Jo UU Nomor 2 Tahun 1986)
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,Menimbang :a. bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan sehingga perlu diwujudkan adanya lembaga peradilan yang bersih dan berwibawa dalam memenuhi rasa keadilan dalam masyarakat; b. bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum sebagaimana telahdiubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangankebutuhan hukum masyarakat dan ketatanegaraan menurut Undang-Undang Dasa Negara Republik Indonesia Tahun 1945;c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlumembentuk Undang-Undang tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun1986 tentang Peradilan Umum;Mengingat :1. Pasal 20, Pasal 21, Pasal 24, dan Pasal 25 Undang-Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945;2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3316) sebagaimana telahdiubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 tentangPerubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang MahkamahAgung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4958);3. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1986 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3327) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2004 tentangPerubahanAtas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 34, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4379);
 
4. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2009 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5076);Penjelasan umum Undang-Undang ini berbunyi sebagai berikut:Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam Pasal24 ayat (1)menegaskan bahwa kekuasaan kehakiman merupakankekuasaan yang merdeka untumenyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan.Pasal 24 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menentukan bahwa Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilandi bawahnya dalam lingkunganperadilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilanmiliter,lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi.Perubahan Undang-Undang ini antara lain dilatarbelakangi dengan adanya Putusan MahkamahKonstitusi Nomor 005/PUU-IV/2006 tanggal 23 Agustus2006, di mana dalam putusannya tersebuttelah menyatakan Pasal 34 ayat (3) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 dan ketentuan pasal- pasal yangmenyangkut mengenai pengawasan hakim dalam Undang-Undang Nomor 22Tahun 2004tentang Komisi Yudisial bertentangan dengan Undang-UndangDasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945 dan karenanya tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Sebagai konsekuensilogis-yuridis dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut, telah dilakukan perubahan atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana telah diubah denganUndang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 14Tahun 2004 tentangMahkamah Agung berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009tentangPerubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985tentang Mahkamah Agung, selainUndang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 tentang Komisi Yudisial itu sendiri yang terhadap beberapa pasalnya telah dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.Bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umumsebagaimana telah diubahdengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2004tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 2Tahun 1986 tentang Peradilan Umum merupakan salah satu undang-undang yangmengaturlingkungan peradilan yang berada di bawah Mahkamah Agung, perlu puladilakukan perubahan sebagai penyesuaian atau sinkronisasi terhadap Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agungdan perubahan atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 tentang Komisi Yudisial.Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum telahmeletakkan dasar kebijakan bahwa segala urusan mengenai peradilan umum, pengawasan tertinggi baik menyangkut teknis yudisial maupun non yudisial yaitu urusan organisasi, administrasi,danfinansial berada di bawah kekuasaan Mahkamah Agung. Sedangkan untukmenjaga danmenegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilakuhakim, pengawasan ekstenal dilakukanoleh Komisi Yudisial. PerubahanKedua atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentangPeradilan Umum dimaksudkan untuk memperkuat prinsip dasar dalam penyelenggaraankekuasaankehakiman, yaitu agar prinsip kemandirian peradilan dan prinsipkebebasan hakim dapat berjalan pararel dengan prinsip integritas dan akuntabilitas hakim.Perubahan penting lainnya atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umumsebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2004 tentang PeradilanUmum antara lain sebagai berikut:
 
1. penguatan pengawasan hakim, baik pengawasan internal oleh MahkamahAgung maupun pengawasan eksternal atas perilaku hakim yang dilakukan oleh Komisi Yudisial dalam menjagadan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat serta perilaku hakim;2. memperketat persyaratan pengangkatan hakim, baik hakim pada pengadilan negeri maupunhakim pada pengadilan tinggi, antara lain melalui proses seleksi hakim yang dilakukan secaratransparan, akuntabel, dan partisipatif serta harus melalui proses atau lulus pendidikan hakim;3. pengaturan mengenai pengadilan khusus dan hakim ad hoc.4. pengaturan mekanisme dan tata cara pengangkatan dan pemberhentian hakim;5. kesejahteraan hakim;6. transparansi putusan dan limitasi pemberian salinan putusan;7. transparansi biaya perkara serta pemeriksaan pengelolaan danpertanggung jawaban biaya perkara;8. bantuan hukum;9. Majelis Kehormatan Hakim dan kewajiban hakim untuk menaati Kode Etik dan PedomanPerilaku Hakim.Perubahan secara umum atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentangPeradilan Umumsebagaimana yang telah diubah dengan Undang-UndangNomor 8 Tahun 2004 tentang PeradilanUmum pada dasarnya untuk mewujudkan penyelenggaraan kekuasaan kehakiman yang merdekadanperadilan yang bersih serta berwibawa, yang dilakukan melalui penataansistem peradilan yangterpadu (integrated justice system), terlebih peradilanumum secara konstitusional merupakan salahsatu badan peradilan di bawah Mahkamah Agung yang mempunyai kewenangan dalam memeriksa,mengadili dan memutus perkara perdata dan pidana.Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIAdanPRESIDEN REPUBLIK INDONESIAMEMUTUSKAN:Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM.Pasal IBeberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1986 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3327) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2004 tentangPerubahan Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986tentang Peradilan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 34, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4379), diubah sebagai berikut:BAB IKETENTUAN UMUMBagian PertamaPengertian

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
M Eldy Subagja liked this
Adi Hedriadi liked this
Haur Wulung liked this
igen86 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->