Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Filsafat Hukum Dalam Pancasila Dan Uud 1945

Filsafat Hukum Dalam Pancasila Dan Uud 1945

Ratings: (0)|Views: 1,849 |Likes:
Published by Tmr Gitu Looh

More info:

Published by: Tmr Gitu Looh on Sep 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2013

pdf

text

original

 
 Ilustrator by Timur Abimanyu, SH.MH 
FILSAFAT HUKUM DALAM PANCASILA DAN UUD 1945
Latar Belakang, Perkembangan Filsafat hukum dimulai dengan sejarah filsafat barat,yang merupakan filsafat kuna dan terbagi dalam beberapa zaman seperti zamanFilsafat Pra – Sokrates, tokoh pertamanya adalah Thales (+ 625 -545 SM) samapaikepada zaman yang terakhir adalah Leukippos dan Demokritos, keduanya yangmengajarkan tentang atom. Akan tetapi yang paling dikenal adalah Demokritos (+460-370 SM) sebagai Filsuf Atomik. Dalam Perkembangan sejarah filsafat yang terkenaldengan para ahli filsafat, seperti kaum sofis dan Sokrates, Protagoras dan ahli sofisyaitu Gorglas yang terkenal diathena. Masih banyak lagi para ahli filsafat dari beberapa periode seperti pada masa Filsafat pada abad Petengahan, filsafat masa peralihan ke zaman modern dan Filsafat Modern. Perkembangan filsafat tersebutadalah merupakan sebagai akar dari fisafat hukum yaitu pada era abad ke 19, dimanafilsafat hukum menjadi landasan ilmu-ilmu dibidang hukum, seperti Ilmu Politik, IlmuEkonomi, dan lain-lainnya.Berkaitan dengan sejarah perkembangan filsafat hukum, di Indonesia perkembanganfilsafat hukum dapat dilihat pada Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, dimana pembudayaan nilai dasar negara Pancasila sebagai ideologi nasional secara filosofis-ideologis dan konstitusional adalah imperatif. Karenanya, semua komponen bangsa,lebih-lebih kelembagaan dan kepemimpinan negara berkewajiban melaksanakanamanat dimaksud.Demi tegaknya sistem kenegaraan Pancasila, negara (i.c. Pemerintah) berkewajibanmendidikkan dan membudayakan nilai dasar negara (ideologi negara, ideologinasional) bagi generasi penerus demi integritas NKRI. Pemikiran-pemikiran untuk  pelaksanaan pembudayaan nilai dasar negara Pancasila seyogyanya dikembangkansecara melembaga, konsepsional dan fungsional oleh negara dengan mendayagunakansemua kelembagaan dan komponen bangsa.Tujuan dan Maksud, bertujuan untuk mengetahui secara mendalam filsafat Hukumyang merupakan sumber dari sagal ilmu pengetahuan, dengan bercermin kepadaPancasila dan Undang Undang Dasar 1945 yang merupakan proyeksi di unsur-unsur filsafat hukum, dengan maksud untuk memperdalam nilai-nilai filsafat hukum yangterkandung didalam nilai-nilai luhur Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 yangdiselaraskan dengan kondisi dan sistim hukum di Negara Indonesa. Proyeksi nilai-nilailuhur tersebut adalah sebagai realisasi dari filsafat hukum yang merupakan sumber dari segala sumber Ilmu Pengetahuan di dunia.Kerangka Teori dan Konseptual, dengan didasari oleh Kerangka teori dan konsep darifilsafat hukum adalah Filsafat Kuna yaitu Thales dari Milotos yang difinisinya adalah :“Bahwa asal mula segalanya dari air, yang dapat diamati dalam bentuk yang bermacam-maca, tampak sebagai benda halus (uap), benda cair (air), dan sebagai benda keras (es) ”.Teori dan Konsep dari Filsafat Abad Pertengahan (Skolastik)bernama JohanesEriugena yaitu :“Bahwa makin umum sifat sesuatu, makin nyatalah sesuatu itu, yang paling bersifatumum itulah yang paling nyata, oleh karena itu zat yang sifatnya paling umum tentu
 
memiliki realitas yang paling tinggi dan zat yang demikian itu adalah alam semesta,alam semesta keseluruhan realita, hakekat alam adalah satu, esa “.Landasan Hukum, Nilai-nilai filsafat kuna sampai filsafat abad petengahan, Pancasila, pasal yang terkandung didalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Ketetapam MPR yang berkaitan dengan filsafat hukum Pancasila.Metode Penelitian,didalam penulisan makalah ini, penulis hanya menggunakan data primair yang terdiri dari bahan-bahan Pengetahuan lapangan yaitu data-datakepustakan filsafat hukum, serta bahan Pengetahuan Hukum primair yaitu produk- produk hukum undang-undang dan Ketetapan MPR yang terkait dengan filsafathukum sera bahan-bahan/artikel di internet : www. yahoo.com, www.google.com danmedia cetak lainya yang berkaitan dengan judul makalah penulis.Perumusan Masalah, terdapat permasalahan pada pemahaman filsafat hukumPancasila yaitu : - Bagaimanakah pemahaman dari setiap warga negara terhadapnorma-norma hukum yang berlaku dan apa yang menyebabkan sering terjadinya pelanggaran terhadap hukum ?Asumsi sementara dari penulisan adalah sebagai berikut : - Pelanggaran terhadaphukum yang sering terjadi adalah disebabakan kurangnya atau semakin pudarnyatingkat pemahaman terhadap nilai-nilai luhur dari Pancasila dan Undang UndangDasar 1945, yang mengakibatkan moral dari pelaku pelanggaran terhadap hukumtersebut semakin bertambah atau mungkin karena prodak hukum yang diberlakukanmengadung unsur-unsur politis saja, yang mengakibatkan tingkat penjenjeraan pada para pelaku elanggaran hukum tersebut semakin banyak.Pengertian Filsafat, pengertian Filsafat adalah berasal dari kata Yunani yaitu Filosofia berasal dari kata kerja Filosofein artinya mencintai kebijaksanaan, akan tetapi belummenampakkan hakekat yang sebenarnya adalah himbauan kepada kebijaksanaan.Dengan demikian seorang filsuf adalah orang yang sedang mencari kebijaksanaan,sedangkan pengertian “ orang bijak” (di Timur) seperti di India, cina kuno adalahorang bijak, yang telah tahu arti tahu yang sedalam-dalamnya(ajaran kebatinan), orang bijak/filsuf adalah orang yang sedang berusaha mendapatkan kebijaksanaan ataukebenaran, yang mana kebenaran tersebut tidak mungkin ditemukan oleh satu orangsaja.Dengan difinisi yang bermacam-macam, terdapat satu difinisi filsafat yaitu “Usahamanusia dengan akalnya untuk memperoleh suatu pandangan dunia dan hidup yangmemuaskan hati” ( difinisi ini sepanjang abad). Pertama-tama difinisi tersebut diatasadalah terdapat kata-kata “ Dengan akalnya” mendapat tekanan artinya tidak dapatdisangkal, bahwa semua orang, melalui agama masing-masing, telah memiliki suatu pandangan dunia dan hidup. Dari mana asal dunia dan manusia serta hidupnya, bagaimana manusia harus hidup didalam dunia ini, semuanya itu telah diajarkan olehagama, baik oleh agama-agama dunia yang besar maupun agama-agama suku yaitudengan melalui wahyu. Bahwa difinisi tersebut diatas adalah menerima pandangandunia dan hidup orang lain, jika hal tersebut memuaskan dirinya, jika tidamemuaskan ia akan berusaha terus, mengoreksi pandangan orang lain dan seterusnya.Yang melatar belakangi filsafat kuna adalah rasa keingin tahuan dari manusia dan rasakeingin tahuan manusia dari pertanyaan-pertanyaan yang tidak/ susah untuk mencari
 
 jawabannya. Akan tetapi akal manusia tidak puas dengan keterangan dongeng ataumite-mite dan mulai manusia mencari-cari dengan akalnya dari mana asal alamsemesta yang menakjubkan itu. Dan kemenangan serta jawaban tersebut diperolehsecara berangsur-angsur, berjalan hingga berabad-abad lamanya. Berawal dari mite bahwa pelangi atau bianglala adalah tempat para bidadari turun dari surge, mite inidisanggah oleh Xenophanes bahwa :” pelangi adalah awan” dan pendapat Anaxagoras bahwa pelangi adalah pemantulan matahari pada awan ( pendapat ini adalah pendapat pemikir yang menggunakan akal). Dimana pendekatan yang rasional demikianmenghasilkan suatu pendapat yang dapat dikontrol, dapat diteli akal dan dapatdiperdebatkan kebenarannya.Para pemikir filsafat yang pertama hidup dimiletos kira-kira pada abad ke 6 SM,dimana pada abad tersebut tentang pemikiran mereka disimpulkan dari potongan- potongan, yang diberitakan kepada manusia dikemudian hari atau zaman. Dan dapatdikatakan bahwa mereka adalah filsafat alam artinya para ahli fikir yang menjadikanalam yang luas dan penuh keselarasan yang menjadi sasaran para ahli filsafat tersebut(objek pemikirannya adalah alam semesta). Tokoh pertamanya yang melakukan penyelidikan adalah Thales (+ 625 -545 SM) dikuti dengan tokoh kedua yaituAnaximandros ( + 610-540 SM) dan ada juga tokoh lain yang bernama Pythagoras (+580 500SM), Xenophanesa (+ 570-430SM), Herakleitosa (+ 540-475SM),Parmenidesa (+540-475SM), Zeno (490 SM), Empedoklis (492-432 SM), Empedokles(492-432 SM), Anaxagoras (499-420 SM) dan yang terakhir adalah Leukippos danDemokritos, keduanya yang mengajarkan tentang atom. Akan tetapi yang palingdikenal adalah Demokritos (+ 460-370 SM) sebagai Filsuf Atomik.Sejarah Filsafat Kuna, Para ahli filsafat tersebut diatas adalah sebagai pintu pemikirantentang filsafat yang mengenai alam semesta., 1. Filsafat Pra Sokrates adalah filsafatyang dilahirkan karena kemenangan akal atas dongeng atau mite-mite yang diterimadari agama, yang memberitahukan tentang asal muasal segala sesuatu. Baik duniamaupun manusia, para pemikir atau ahli filsafat yang disebut orang bijak, yangmencari-cari jawabannya sebagai akibat terjadinya alam semesta beserta isinyatersebut. Sedangkan arti filsafat itu sendiri berasal dari bahasa yunani yaitu Filosofiaartinya bijaksana/pemikir yang menyelidiki tentang kebenaran-kebenaran yangsebenarnya untuk menyangkal dongeng-dongeng atau mite-mite yang diterima dariagama. Pemikiran filsuf inilah yang memberikan asal muasal segala sesuatu, baik dunia maupun manusia, yang menyebakan akal manusia tidak puas dengan keterangandongeng atau mite-mite tersebut dengan dimulai oleh akal manusia untuk mencari-caridengan akalnya, dari mana asal alam semesta yang menakjubkan itu. Mite-mitetentang pelangi atau bianglala adalah tempat para bidadari turun dari surge, mite inidisanggah oleh Xenophanes bahwa :” pelangi adalah awan” dan pendapat Anaxagoras bahwa pelangi adalah pemantulan matahari pada awan (pendapat ini adalah pendapat pemikir yang menggunakan akal). Dimana pendekatan yang rasional demikianmenghasilkan suatu pendapat yang dapat dikontrol, dapat diteli akal dan dapatdiperdebatkan kebenarannya.Para pemikir filsafat yang pertama hidup dimiletos kira-kira pada abad ke 6 SM,dimana pada abad tersebut tentang pemikiran mereka disimpulkan dari potongan- potongan, yang diberitakan kepada manusia dikemudian hari atau zaman. Dan dapatdikatakan bahwa nereka adalah filsafat alam artinya para ahli fikir yang menjadikanalam yang luas dan penuh keselarasan yang menjadi sasaran para ahli filsafat tersebut(objek pemikirannya adalah alam semesta).

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Elbert Lender liked this
adambitor1713 liked this
Anwar Nuris added this note
thank's so much kang.........
Umam Hasib liked this
Abusalim Senin liked this
Abdu Mobon's liked this
Selina Eny liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->