P. 1
UU Peradilan Agama Dalam Satu Naskah

UU Peradilan Agama Dalam Satu Naskah

Ratings: (0)|Views: 1,118 |Likes:

More info:

Published by: Timur Abimanyu, SH.MH on Sep 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2013

pdf

text

original

 
 
By Timur Abimanyu, SH.MH 
UNDANG-UNDANG PERADILAN AGAMADALAM SATU NASKAH
 
UU Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atasUU Nomor 7 Tahun 1989 yang telah diubah dengan UU Nomor 3Tahun 2006 tentang perubahan atas UU Nomor 7 Tahun1989 tentangPeradilan Agama
Oleh :
 
Prof. Dr. H. Muchsin, S.H.
 
SEJARAH RINGKASPERKEMBANGAN KOMPETENSI PERADILAN AGAMA&UNDANG-UNDANG PERADILAN AGAMADALAM SATU NASKAHI. PENDAHULUAN
Agama-agama yang kini ada di Indonesia telah lama dianut oleh masyarakat Indonesia.Agama yang pertama kali berada di Indonesia adalah agama Hindu, lalu disusul dengan Islam,dan Kristen. Perkembangan tersebut diikuti pula oleh keberadaan lembaga peradilannya.Bustanul Arifin mengatakan bahwa peradilan agama untuk masyarakat Islam terdapat pula diSingapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Filippina, anak benua India, Thailand, Srilanka, bahkan di Israel.R. Tresna menyebutkan bahwa dalam tingkatan permulaan manusia hidup bergaul,segala perselisihan yang timbul karena pertentangan kepentingan, diselesaikan denganmengambil tindakan sendiri, atau manusia bertindak sebagai hakim sendiri. Setelah lingkungan pergaulan hidup semakin teratur dan manusia sudah membiasakan diri hidup di dalam batas- batas tempat kediaman yang tertentu serta berpedoman pada tata-cara yang dianggap baik menurut keyakinan bersama. Oleh karena itulah nafsu untuk bertindak menjadi hakim sendiridipandangnya tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat. Dan kepala suku, kampung, desa,atau apa juga namanya sesuatu kesatuan hukum, yang merupakan bingkaian di dalam pergaulanhidup manusia di sesuatu daerah tertentu. 
 
 
Menurut penulis, apa yang dikemukakan oleh Tresna di atas menggambarkan adanya suatu wilayah yurisdiksi, prosedur, dan hukum materil yang digunakannya. Wilayah yurisdiksiditunjukkan oleh bagian kalimat “di dalam batas-batas tempat kediaman tertentu.” Prosedur ditunjukkan oleh bagian kalimat “berpedoman pada tata cara yang dianggap baik,” danhukum materil yang digunakannya diwakili oleh bagian kalimat “menurut keyakinan mereka.”
Tresna menyebutkan salah satu sumber yang mengatakan bahwa menurut prasastifinscriptie pada batu dinding dari candi-candi di zaman Airlangga, peradilan pada zaman itudipegang oleh raja sendiri, dan hukuman badan hanya dijatuhkan oleh raja dan kepada perampok dan pencuri. Akan tetapi, menjadi kenyataan pula, peradilan di zaman kunodilakukan pula oleh pejabat-pejabat tertentu. Bahkan, di dalam kesatuan-kesatuan hukumwilayah kerajaan, kepala kesatuan menjalankan juga peradilan atas dasar hukum adat, dan haltersebut bukan hanya terjadi di Pulau Jawa, melainkan juga di luar Pulau Jawa, sepertiMataram. Lebih jauh lagi, Tresna menyebutkan beberapa hasil penelitian ahli-ahli bangsaBelanda tentang adanya pemisahan peradilan seperti peradilan
 pradata
dan peradilan
 padu
.
Yang pertama,
khusus untuk perkara-perkara yang menjadi urusan peradilanraja.
Yang kedua,
untuk perkara-perkara yang tidak menjadi urusan peradilan raja.Menurutnya pula, apabila dilihat dari sudut asalnya, hukum
 pradata
itu bersumber  pada hukum Hindu, sedangkan hukum
 padu
berasal dari hukum Indonesia asli. Perbedaankeduanya bukan saja pada sumber asalnya melainkan juga pada lingkungankeberlakuannya. Selain itu, hukum
 pradata
terdapat pada kiutab hukum, sedangkan hukum padu terdapat pada hukum yang tidak tertulis. Akan tetapi, pemisahan tersebut tidaklah berarti pemisahan hukum
 pradata
dan hukum
 padu
identik dengan pemisahan dalam sistem Barat yangmemisahkan antara hukum publik dan hukum privat, tetapi pemisahan dalam hukum adat tidak seperti pemisahan dalam sistem Barat. Uraian di atas menunjukkan masuknya peradaban Hinduke Indonesia membawa pengaruh juga ke dalam tata hukum Indonesia sekalipun tidak meresapke bawah, serta membiarkan saja perkembangan hukum asli di tangan rakyat tanpa ada niat atauhasrat untuk mempengaruhi jalannya pertumbuhan hukum asli itu.Tata hukum Indonesia kembali mengalami perubahan setelah agama Islam masuk keIndonesia. Hukum Islam – pada akhirnya – tidak saja menggantikan hukum Hindu, yang berwujud di dalam hukum
 pradata
tetapi juga berusaha memasukkan pengaruhnya ke dalammasyarakat di dalam segala hidupnya. Meskipun hukum asli tidak diasingkan sama sekali, pengaruh hukum Islam dalam beberapa segi kehidupan rakyat telah mengambil kedudukanyang tetap bagi penganut-penganut agama Islam, terutama di dalam hukum keluarga.Salah satu pengaruh kedatangan agama Islam terhadap hukum asli, yang ditunjukkanoleh Tresna adalah yang terjadi di Mataram, yaitu perubahan yang pertama kali terjadi di dalamtata hukum di bawah pengaruh Islam, yang dilakukan oleh Sultan Agung, dalam pengadilan
 pradata,
yang dipimpin raja sendiri. Perubahan terjadi pada namanya menjadi
 
  pengadilan
Surambi,
dan tempatnya di serambi mesjid Agung, tidak lagi di Sitinggil. Sedangkan perkara-perkara kejahatannya disebut
kisas.
Pimpinan pengadilan pun mengalami perubahan,dari tangan raja ke tangan
 penghulu,
yang dibantu beberapa ulama sebagai anggota.Tresna menyebutkan pula bahwa perubahan yang dilakukan di Mataram, dilakukan pula di Priangan. Menurut laporan Joan Frederik Gobius (Residen di Cirebon tahun 1714-1717)sebagaimana dikutip Tresna, tata usaha Pengadilan di Priangan diatur menurut tata usahaPengadilan di Mataram, karena Bupati-bupati di Priangan setelah takluk kepada Mataram,dibiarkan tetap menjalankan pemerintahan dan peradilan khusus perkara-perkara
 padu
,sedangkan perkara-perkara
 pradata
dikirimkan ke Mataram. Akan tetapi, karena Priangan jauhdari Mataram, kekuasaan Mataram tidak begitu dirasakan di Priangan, apalagi para Bupati tepatmengirimkan upetinya ke Mataram dan pada waktu yang ditentukan datang menghadap keMataram untuk membuktikan kesetiaannya. Oleh karena itu mereka dapat berbuatsekehendaknya di daerah-daerahnya seperti belum ditaklukkan. Akibatnya, banyak perkarayang diselesaikan di masing-masing kabupaten, tidak dikirimkan ke Mataram. Keadaan serupaitu lebih tampak ketika kekuasaan Mataram merosot setelah Sultan Agung dan Amangkurat Iwafat.Pada waktu Kumpeni mengadakan penyelidikan tentang keadilan peradilan di tanahPriangan, didapati ada 3 (tiga) macam pengadilan: 1) Pengadilan Agama, 2) PengadilanDrigama, dan 3) Pengadilan Cilaga.Pengadilan Agama mengadili perkara atas dasar hukum Islam dan berpedoman kepadarukun-rukun yang ditetapkan oleh para penghulu. Kekuasaan Pengadilan Agama mencakup perkara-perkara mengenai hukuman badan atau hukuman mati, yang sebelumnya termasuk  perkara
 pradata
dan diadili di Mataram. Pengadilan Agama berwenang pula mengadili perkara perkawinan dan waris. Pengadilan Drigama mengadili perkara-perkara yang tidak termasuk wewenang Pengadilan Agama sebagaimana tersebut di atas. Pengadilan ini bekerja denganmemakai hukum Jawa Kuno yang disesuaikan dengan hukum Adat setempat. Pengadilan Cilagaadalah semacam pengadilan wasit, yang khusus untuk orang-orang yang berniaga. Perkara- perkara yang termasuk golongan ini diurus dan diselesaikan oleh suatu badan, yang berasal dari beberapa utusan kaum berniaga.Bagaimana halnya dengan pengadilan di Kerajaan Banten? Keterangan yang dapatdikumpulkan oleh ahli-ahli sejarah tidak cukup untuk menggambarkan dengan nyata keadaandan pertumbuhan, maupun sejarah peradilan di Kerajaan Banten. Tresna selanjutnyamengatakan bahwa pengadilan di banten disusun menurut pengertian Islam, kecuali pada abadke-16 hingga tahun 1600, ada pula bentukan-bentukan penagdilan yang berdasar pada hukumHindu, karena masih di bawah kekuasaan Pakuan-Pajajaran.Pada waktu kekuasaan Sultan Hasanudin, atau pada abad ke-17, hanya ada satu macam pengadilan, yang dipimpin oleh Kadhi, sebagai hakim tunggal. Akan tetapi, putusannya yang

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Anas Ubaidillah liked this
Ulvie Hay liked this
Kasan Pengex liked this
Aris Ckn liked this
Adi Hedriadi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->