Kata Pengantar
Berbicara Otonomi Daerah maka tidak terlepas dengan kewenangan Pemilihan KepalaDaerah (Pilkada), yaitu mengenai kewenangan yang diberikan Pemerintah Pusat kepadaPemerintah Daerah dengan sistim dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimanadimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesi (UUD 1945). Dimana Pilkadaadalah hak, kewenangan Pemerintah Daerah yang harus melaksanakan Pemilihan Kepada Daerahyang memiliki hak otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri segala urusan pemerintah daerahdan segala kepentingan masyarakat daerah /setempat sesuai dengan peraturan perundang-undanganyang berlaku yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai penyelenggara Negara KesatuanRepublik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, yaitu Pasal 1 ayat (2)UUD 1945 yaitu kedaulatan berada di tangan rakyat.Berkaitan dengan kewenangan yang diberikan oleh Pemeritah Pusat kepada PemerintahDaerah yang salah satunya adalah kewenangan bagi Kepala Daerah/Pemrintah Daerah denganlandasan hukum yaitu UU No. 32 Tahun 2004 yaitu untuk mengadakan Pemilihan Kepala Daerahdengan mengacu kepada Peraturan Pemeritah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU Nomor. 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum,Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan RakyatDaerah. Dalam Pasal 2 : ayat (1). Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota yang masing-masing mempunyai pemerintahan daerah, dan ayat (2). Pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah menurut asas otonomi dan tugas pembantu.Ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan UmumAnggota DPR, DPD dan DPRD pemilih harus terdaftar dalam daftar pemilih tetap,sehingga ketidak sempurnaan rekapitulasi daftar pemilih tetap secara nasional dapatmengakibatkan sebagian pemilih tidak dapat menggunakan hak memilihnya dan untuk memberikan kepastian tidak terjadinya kehilangan suara pemilih, perlu pengaturan pemberian tanda lebih dari satu kali pada surat suara dinyatakan sebagai suara yangsah. Demikianlah alur pikir dari penulis yang judul
” Problematika dan Implementasi Pilkadadalam Era Otonomi Daerah dan analisanya “
dengan tujuan agar dapat mendeteksi sampaisejauh manakah undang-undang Pilkada telah dijalankan oleh Pemerintahn Daerah dengankewenangan yang dimilikinya yaitu Otonomi Daerah tersebut.
Penulis, 2010.