Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Politik Hukum Problematika Dan Implementasi Pilkada Dalam Era Otonomi Daerah Dan ya

Politik Hukum Problematika Dan Implementasi Pilkada Dalam Era Otonomi Daerah Dan ya

Ratings: (0)|Views: 1,232 |Likes:

More info:

Published by: Timur Abimanyu, SH.MH on Sep 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2013

pdf

text

original

 
 
 By Timur Abimanyu, SH.MH 
PROBLEMATIKA DAN IMPLEMENATSI PILKADA DALAMERA OTONOMI DAERAH DAN ANALISANYADAFTAR ISI
Bab I : PendahuluanBab II : Otonomi Daerah Dan Pilkada
A.Ruang Lingkup dan Pengertian Otonomi Daerah.B.Ruang Lingkup dan Pengertian Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).C.Hubungan Hukum Pilkadan dan Oonomi Daerah.
Bab III : Pelaksanaan UU NO. 32 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah PenggantiUndang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.10 Tahun 2008.
A.Implementasi Otonomi Daerah.B. Implementasi dan Realisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)C.Promblematika dan Masalah-Masalah Pilkada.- Contoh Kasus No. 04 K/KPUD/2008D.Analisa Peraturan Perundang-undangan Otnomi Daerah dan Perundang-undanganPilkada berdasarkan faktor Internal. dan faktor Eksternal. 
Bab IV : Penutup
- Kesimpulan 
 
 
Kata Pengantar
Berbicara Otonomi Daerah maka tidak terlepas dengan kewenangan Pemilihan KepalaDaerah (Pilkada), yaitu mengenai kewenangan yang diberikan Pemerintah Pusat kepadaPemerintah Daerah dengan sistim dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimanadimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesi (UUD 1945). Dimana Pilkadaadalah hak, kewenangan Pemerintah Daerah yang harus melaksanakan Pemilihan Kepada Daerahyang memiliki hak otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri segala urusan pemerintah daerahdan segala kepentingan masyarakat daerah /setempat sesuai dengan peraturan perundang-undanganyang berlaku yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai penyelenggara Negara KesatuanRepublik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, yaitu Pasal 1 ayat (2)UUD 1945 yaitu kedaulatan berada di tangan rakyat.Berkaitan dengan kewenangan yang diberikan oleh Pemeritah Pusat kepada PemerintahDaerah yang salah satunya adalah kewenangan bagi Kepala Daerah/Pemrintah Daerah denganlandasan hukum yaitu UU No. 32 Tahun 2004 yaitu untuk mengadakan Pemilihan Kepala Daerahdengan mengacu kepada Peraturan Pemeritah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU Nomor. 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum,Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan RakyatDaerah. Dalam Pasal 2 : ayat (1). Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota yang masing-masing mempunyai pemerintahan daerah, dan ayat (2). Pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah menurut asas otonomi dan tugas pembantu.Ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan UmumAnggota DPR, DPD dan DPRD pemilih harus terdaftar dalam daftar pemilih tetap,sehingga ketidak sempurnaan rekapitulasi daftar pemilih tetap secara nasional dapatmengakibatkan sebagian pemilih tidak dapat menggunakan hak memilihnya dan untumemberikan kepastian tidak terjadinya kehilangan suara pemilih, perlu pengaturan pemberian tanda lebih dari satu kali pada surat suara dinyatakan sebagai suara yangsah. Demikianlah alur pikir dari penulis yang judul
” Problematika dan Implementasi Pilkadadalam Era Otonomi Daerah dan analisanya “ 
dengan tujuan agar dapat mendeteksi sampaisejauh manakah undang-undang Pilkada telah dijalankan oleh Pemerintahn Daerah dengankewenangan yang dimilikinya yaitu Otonomi Daerah tersebut.
Penulis, 2010.
 
 
 
BAB IPENDAHULUAN
Latar Belakang
UU No. 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah sangat berkaitan hubungannyadidalam kewenangan Pemerintah Daerah untuk melaksanakan Pemilihan Kepala Daerahdengan dilandasai oleh Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU Nomor. 10 Tahun 2008 tentang PemilihanUmum, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan DewanPerwakilan Rakyat Daerah dan dengan sistim dan prinsip Negara Kesatuan RepubliIndonesia, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia(UUD 1945).Berdasarkan Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945 kedaulatan berada di tangan rakyat, sehingga dalam penyelenggaraan pemilihan umum, rakyat yang telah memenuhi persyaratan berdasarkan peraturan perundang-undangan mempunyai hak konstitusional untuk memilih dan dipilih dansesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 yang telah digantidengan PP No.1 Tahun 2009 tentang Pemilihan Umum Anggota DewanPerwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah pemilih harus terdaftar dalam daftar pemilih tetap,sehingga terdapat ketidak sempurnaanrekapitulasi daftar pemilih tetap secara nasional dapat mengakibatkan sebagian pemilih tidak dapat menggunakan hak memilihnya;Dengan tujuan untuk memberikan kepastian tidak terjadinya kehilangansuara pemilih, perlu pengaturan pemberian tanda lebih dari satu kali pada suratsuara dinyatakan sebagai suara yang sah, dengan berdasarkan pertimbangan yaituuntuk mengatasi timbulnya kegentingan yang diakibatkan permasalahan dalam penyelenggaraan pemilihan umum maupun Pemilihan Kepala Daerah.Demikianlah uraian hubungan antara UU No. 32 Tagun 2004 tentang Otonomi Daerahyang mempunyai kewenangan didalam Pemilihan Kepala Daerah yang dilandasai olehPeraturan Pemerintah Nomor. 1 Tahun 2009 pengganti Undang-Undang No. 10 Tahun 2008tentang Pemilihan Umum, yang sebagaimana penulis uraikan dengan secara singkat. Tujuandan maksud dalam pembahahasan Pemilihan Kepala Daerah adalah untuk dapat mengetahuidengan secara tajam promblematika dan Implemenatsi dari PP No. 1 Tahun 2009 didalam

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->