2 1
produktivitasnya. Dan dalam lalu lintas banyak masalah atau gangguan yang dapatmenghambat dan mematikan proses produktivitas masyarakat. Seperti kecelakaan lalu lintas,kemacetan maupun tindak pidana yang berkaitan dengan kendaraan bermotor. Untuk itu polisilalu lintas juga mempunyai visi dan misi yang sejalan dengan bahasan POLRI di masa depanKemajuan sektor transportasi, dengan segala sarana dan prasarana teknologi pendukungyang ada, merupakan sarana sangat vital dalam kehidupan modern yang semakin mengglobalini, untuk memudahkan kita akses ke berbagai sumberdaya yang ada. Namun, pilihan-pilihanatas moda transportasi ini haruslah memberikan jaminan bagi keselamatan hidup manusia,menempatkan keselamatan di atas segalanya. Pembangunan berdimensi manusia (humandevelopment), disertai dengan teknologi transportasi berwajah manusiawi, haruslah menjadikepedulian kita bersama.Istilah teknis
manajemen lalu lintas
umumnya digunakan untuk menjelaskan suatu proses penyesuaian dan mengadaptasikan pemanfaatan dari sistem jalan yang ada agar dapatmemenuhi objektif yang telah ditentukan sesuai dengan kebutuhan tanpa harus melibatkansuatu investasi baru. Jadi dengan kata lain dapat diartikan sebagai suatu tindakan jangka pendek dengan memanfaatkan fasilitas yang ada semaksimal mungkin demi tercapainya
kamseltibcar lantas
.Dalam prakteknya tindakan manajemen tersebut diatas tidak mudah dilakukan khususnyadi kota-kota besar di Indonesia termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta, karena masihterdapat berbagai faktor yang lebih mendasar seperti aspek koordinasi, persepsi, interpretasi,integrasi, dll. antar instansi terkait yang masih harus di perbaiki dan ditingkatkan dengan fullcommitment. Disamping itu, jaringan jalan yang ada juga masih perlu ditingkatkan, dan banyak dari jalan-jalan yang ada pembangunannya sub-standar (tidak memenuhi standar yangseharusnya).Setiap disiplin ilmu memiliki suatu standarisasi yang mencakup fokus dan lokus. Focusmempersoalkan tentang “
what of the field”
atau metode dasar yang digunakan atau cara-carailmiah apa yang dapat digunakan untuk memecahkan suatu persoalan. Sedangkan Lokusmencakup “
where of the field”
atau medan atau tempat dimana metode tersebut digunakan ataudiimplementasikan (Keban, 2004). Dengan dua kategoorisasi standar yang dimiliki sebuahdisiplin ilmu tersebut maka setiap ilmu akan mengalami sebuah
“anomalies”.
Dalam terapanterhadap disiplin ilmu tersebut, penanganan lalu lintas dan permasalahannya perlu dilakukansuatu penguraian dari setiap komponen/faktor yang terlibat didalamnya baik secara langsungmaupun tidak langsung yang akan berpengaruh terhadap situasi lalu lintas jalan raya sehinggadapat ditemukan solusi terbaik dan terintegrasi dalam suatu program kegiatan yang mampumengakomodir setiap komponen tersebut dengan harapan upaya penanganan dapat berhasilsesuai dengan harapan atau
point goal
terpeliharanya keamanan, keselamatan, ketertiban dankelancaran lalu lintas guna mendukung terselenggaranya pembangunan nasional.
2.
FAKTOR KORELATIF LALU LINTAS
Dari beberapa penelitian dan pengkajian dilapangan faktor korelatif yang dapatmempengaruhi stabilitas keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas di jalanraya merupakan interaksi serta kombinasi dua atau lebih faktor yang saling mempengaruhisituasi lalulintas meliputi :a. Faktor manusia,Manusia sebagai pemakai jalan yaitu sebagai pejalan kaki dan pengendarakendaraan baik kendaraan bermotor maupun kendaraan tidak bermotor. Interaksi antarafaktor Manusia, Kendaraan, Jalan dan Lingkungan sangat bergantung dari perilakuManusia sebagai pengguna jalan menjadi hal yang paling dominan terhadap Kamseltibcar