Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
16Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Seminar

Makalah Seminar

Ratings: (0)|Views: 3,731|Likes:
Published by Dwi Yanuar Satria

More info:

Published by: Dwi Yanuar Satria on Sep 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/29/2013

pdf

text

original

 
LALU LINTAS DANPERMASALAHANNYA LALU LINTASDAN PERMASALAHANNYALALU LINTAS DANPERMASALAHANNYALALU LINTAS DANPERMASALAHANNYALALU LINTAS DANPERMASALAHANNYALALU LINTAS DANPERMASALAHANNYALALU LINTAS DAN ANNYALALU LINTAS DANPERMASALAHANNYALALU LINTAS DANPERMASALAHANNYALALU LINTAS DANPERMASALAHANNYALALU LINTAS DANPERMASALAHANNYALALU LINTAS DANPERMASALAHANNYA
MATERI
Kuliah umum DIR LANTAS Polda DIYdi MSTT Pasca Sarjana UGM Yogyakarta
LALU LINTAS DANPERMASALAHANNYA
Drs. MUHAMAD IKHSAN, MH
Yogyakarta, 10 Juli 2009
 
Kuliahumum DIR LANTASPoldaDIY diMSTT PascaSarjanaUGM Yogyakarta
 
        2        1
 
LALU LINTAS DAN PERMASALAHANNYA
(
Oleh: Drs MUHAMAD IKHSAN, MH 
)1.PENDAHULUAN
Undang-undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang2005-2025 menggariskan delapan sasaran pokok sebagai ukuran tercapainya Indonesia yangmaju, mandiri, dan adil. Salah satu sasaran pokok tersebut adalah terwujudnya Indonesiasebagai negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional yangditandai antara lain oleh terbangunnya jaringan sarana dan prasarana transportasi sebagai perekat semua pulau dan kepulauan Indonesia. Sementara itu salah satu dari delapan arah pembangunan jangka panjang tahun 2005-2025 adalah terwujudnya bangsa Indonesia yang berdaya saing tinggi yang antara lain hanya dapat direalisasikan melalui pembangunantransportasi yang mampu mendukung kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.Transportasi yang seperti itu hanya dapat diwujudkan melalui pembangunan jaringaninfrastruktur dan pelayanan multimoda dan antar moda dengan pendekatan pengembanganwilayah sehingga tercapai pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.Polri sebagai salah satu aparatur negara yang diberikan kewenangan dan tanggung jawabdalam bidang transportasi menindak lanjutinya melalui perumusan Grand Strategi Polri ( 2005 – 2025 ) dalam tiga tahapan yang mencerminkan upaya Polri secara gradual untuk menncapaihasil akhir berupa out put dari pekerjaan Polri secara utuh. Tahap I
Trust Building 
( 2005 – 2010 ) keberhasilan Polri dalam menjalankan tugasnya memerlukan dukungan dan kerjasamamasyarakat dengan landasan kepercayaan (
trust 
), Tahap II
 Partnership Building 
(2011 – 2015)merupakan kelanjutan dari tahap pertama, dimana perlu dibangun kerjasama yang berat dengan berbagai pihak yang terkait dengan pekerjaan Polri, Tahap III
 Srive For Exellence
( 2016 – 2025 ) membangun kemampuan pelayanan publik yang unggul dan dipercaya masyarakat, padatahap ini kebutuhan masyarakat akan lebih mengharapkan pelayanan multi dimensional yangefektif dan efisienSebagai rumusan program kerja Polri ke depan harus mengacu pada Grand Strategisedangkan proses menuju pencapaian out put pekerjaan polri telah disusun dalam 3 programakselerasi yaitu, Keberhasilan Program (
 Sustainability Program
), Peningkatan kualitas kinerja(
 Performance Quality Improvements
), Komitmen terhadap organisasi (
Orhanizational Commitment 
) merupakan wujud penjabaran dari Grand Strategi Polri.Penjabaran Program Akselerasi fungsi lalu lintas Dit Lantas Polda D.I. Yogyakarta dan jajarannya merupakan tindak lanjut Program Akselerasi Transformasi Polri (Quick Wins)sebagai salah satu pedoman dalam pelaksanaan tugas yang merupakan fungsi pelayanan Polridalam upaya memberikan pelayanan lalu lintas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima dengan standar nasional, sehingga diharapkan menuju Polri yang mandiri, professionaldan dipercaya masyarakat.Polisi lalu lintas adalah unsur pelaksana yang bertugas menyelenggarakan tugaskepolisian mencakup penjagaan, pengaturan, Pengawalan dan Patroli, Pendidikan Masyarakatdan Rekayasa lalu lintas, Registrasi dan identifikasi pengemudi / kendaraan bermotor, penyidikan kecelakaan lalu lintas dan penegakan hukum dalam bidang lalu lintas, gunamemelihara keamanan , ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Pelayanan kepada masyarakat di bidang lalu lintas dilaksanakan juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, karenadalam masyarakat yang modern lalu lintas merupakan factor utama pendukung
 
Kuliahumum DIR LANTASPoldaDIY diMSTT PascaSarjanaUGM Yogyakarta
 
        2        1
 
 produktivitasnya. Dan dalam lalu lintas banyak masalah atau gangguan yang dapatmenghambat dan mematikan proses produktivitas masyarakat. Seperti kecelakaan lalu lintas,kemacetan maupun tindak pidana yang berkaitan dengan kendaraan bermotor. Untuk itu polisilalu lintas juga mempunyai visi dan misi yang sejalan dengan bahasan POLRI di masa depanKemajuan sektor transportasi, dengan segala sarana dan prasarana teknologi pendukungyang ada, merupakan sarana sangat vital dalam kehidupan modern yang semakin mengglobalini, untuk memudahkan kita akses ke berbagai sumberdaya yang ada. Namun, pilihan-pilihanatas moda transportasi ini haruslah memberikan jaminan bagi keselamatan hidup manusia,menempatkan keselamatan di atas segalanya. Pembangunan berdimensi manusia (humandevelopment), disertai dengan teknologi transportasi berwajah manusiawi, haruslah menjadikepedulian kita bersama.Istilah teknis
manajemen lalu lintas
umumnya digunakan untuk menjelaskan suatu proses penyesuaian dan mengadaptasikan pemanfaatan dari sistem jalan yang ada agar dapatmemenuhi objektif yang telah ditentukan sesuai dengan kebutuhan tanpa harus melibatkansuatu investasi baru. Jadi dengan kata lain dapat diartikan sebagai suatu tindakan jangka pendek dengan memanfaatkan fasilitas yang ada semaksimal mungkin demi tercapainya
kamseltibcar lantas
.Dalam prakteknya tindakan manajemen tersebut diatas tidak mudah dilakukan khususnyadi kota-kota besar di Indonesia termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta, karena masihterdapat berbagai faktor yang lebih mendasar seperti aspek koordinasi, persepsi, interpretasi,integrasi, dll. antar instansi terkait yang masih harus di perbaiki dan ditingkatkan dengan fullcommitment. Disamping itu, jaringan jalan yang ada juga masih perlu ditingkatkan, dan banyak dari jalan-jalan yang ada pembangunannya sub-standar (tidak memenuhi standar yangseharusnya).Setiap disiplin ilmu memiliki suatu standarisasi yang mencakup fokus dan lokus. Focusmempersoalkan tentang “
what of the field”
atau metode dasar yang digunakan atau cara-carailmiah apa yang dapat digunakan untuk memecahkan suatu persoalan. Sedangkan Lokusmencakup “
where of the field”
atau medan atau tempat dimana metode tersebut digunakan ataudiimplementasikan (Keban, 2004). Dengan dua kategoorisasi standar yang dimiliki sebuahdisiplin ilmu tersebut maka setiap ilmu akan mengalami sebuah
“anomalies”.
Dalam terapanterhadap disiplin ilmu tersebut, penanganan lalu lintas dan permasalahannya perlu dilakukansuatu penguraian dari setiap komponen/faktor yang terlibat didalamnya baik secara langsungmaupun tidak langsung yang akan berpengaruh terhadap situasi lalu lintas jalan raya sehinggadapat ditemukan solusi terbaik dan terintegrasi dalam suatu program kegiatan yang mampumengakomodir setiap komponen tersebut dengan harapan upaya penanganan dapat berhasilsesuai dengan harapan atau
 point goal 
terpeliharanya keamanan, keselamatan, ketertiban dankelancaran lalu lintas guna mendukung terselenggaranya pembangunan nasional.
2.
FAKTOR KORELATIF LALU LINTAS
Dari beberapa penelitian dan pengkajian dilapangan faktor korelatif yang dapatmempengaruhi stabilitas keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas di jalanraya merupakan interaksi serta kombinasi dua atau lebih faktor yang saling mempengaruhisituasi lalulintas meliputi :a. Faktor manusia,Manusia sebagai pemakai jalan yaitu sebagai pejalan kaki dan pengendarakendaraan baik kendaraan bermotor maupun kendaraan tidak bermotor. Interaksi antarafaktor Manusia, Kendaraan, Jalan dan Lingkungan sangat bergantung dari perilakuManusia sebagai pengguna jalan menjadi hal yang paling dominan terhadap Kamseltibcar 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->