Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Minyak Solar+

Minyak Solar+

Ratings: (0)|Views: 925|Likes:
Published by bayu

More info:

Published by: bayu on Sep 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/30/2010

pdf

text

original

 
Nomor
PERTAMINA
Tanggal Pembuatan :Direktorat Pembekalan Dan Pemasaran Dalam Negeri Tanggal Revisi :Minyak diesel 1 of 6
LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN( MATERIAL SAFETY DATA SHEET )
1. PRODUK DAN IDENTITAS PERUSAHAANNAMA PRODUK : MINYAK SOLARPRODUSEN : PERTAMINAJalan Perwira No.4Jakarta Pusat. Kode Pos ……..Telefon : ……………….., Fax : ………………….Nomor Telefon Keadaan Darurat dalam 24 Jam :Nomor Telefon Informasi LDKB / MSDS :2. KOMPOSISI / INFORMASI KANDUNGAN BAHANNama Kimia Dan Sinonim : Petroleum Hidrokarbon3. PENGENALAN BAHAYAStandar Komunikasi Bahaya : Berdasarkan OSHA 29 CFR 1910.1200 (berbahaya)Efek Pemaparan : Iritasi pernafasan, pusing, mual, pingsan. Pada pemaparan dalamwaktu yang lama dan berulang-ulang akan menyebabkan iritasi kulitatau gangguan kulit yang lebih serius. Selain itu dilaporkan juga daripenelitian bahwa produk ini dapat menyebabkan kanker kulit padamanusia pada kondisi higiene perorangan yang buruk, pemaparandengan sinar matahari, waktu pemaparan yang lama dan berulangData Tanggap Darurat : Cairan yang mudah terbakar.4. TATA CARA PERTOLONGAN PERTAMAKontak Mata : Siram sebanyak-sebanyaknya dengan menggunakan air. Jika terjadi hubungidokter.Kontak Kulit : Keringkan kulit yang terkena kontak dengan produk ini. Bilas bagian yangterkena bahan ini menggunakan air dan sabun.Terhirup : Jauhkan korban dari pemaparan selanjutnya. Jika terjadi iritasi pernafasan,pusing, mual dan pingsan hubungi dokter. Jika terjadi henti nafas lakukanresusitasi mulut ke mulut.Tertelan : Jika tertelan jangan merangsang terjadinya muntah. Berikan 1 atau 2 liter air,dan hubungi dokter
 
Nomor
PERTAMINA
Tanggal Pembuatan :Direktorat Pembekalan Dan Pemasaran Dalam Negeri Tanggal Revisi :Minyak diesel 2 of 65. TATA CARA PENANGGULANGAN KEBAKARANMedia Pemadam Kebakaran : Karbon dioksida, foam,
dry chemical
dan
water fog
.Prosedur Khusus Pemadaman Kebakaran : Air atau foam dapat menyebabkan buih. Siram wadahmenggunakan air untuk menjaga agar wadah tetap dingin. Lakukan penyiraman menggunakanair untuk menghilangkan tumpahan. Hindari mengalirkan sisa tumpahan ke dalam saluran air,selokan atau ke tempat suplai air.Alat Pelindung Khusus : Untuk kejadian kebakaran pada area yang tertutup, operator pemadamkebakaran harus menggunakan S
elf Contained Breathing Aparatus
(SCBA).Bahaya Ledakan Dan Kebakaran Lain : bahan mudah terbakar. Titik nyala
o
C(F) : > 52 (105) (ASTMD-93). Flammable limits - LEL : 0.6 %, UEL : 7.0.NFPA Hazard ID : Kesehatan : 1, Flammability : 2, Reaktivitas ; 0Dekomposisi Bahan Berbahaya : Karbon monoksida.6. TATA CARA PENANGGULANGAN TUMPAHAN DAN KEBOCORANProsedur pencatatan: Laporkan terjadinya tumpahan sesuai dengan otoritas yang telah ditentukan.Jika terjadi tumpahan yang diperkirakan dapat memasuki saluran air maupunanak sungai, segera laporkan.Prosedur Kebocoran Atau Tumpahan : Lakukan adsorbsi terhadap tumpahan menggunakan serbuk gergaji, tanah lempung, dan bahan penghambat kebakaran lainnya. Bersihkan dan buang padatempat pembuangan yang telah ditentukan oleh peraturan.Pencegahan Lingkungan: Cegah masuknya tumpahan ke dalam selokan, saluran pembuangan serta kedalam tanah.Pencegahan Orang : Lihat bagian 8.7. PENANGANAN DAN PENYIMPANANPenanganan : Menyebabkan efek yang serius jika kontak terserap melalui kulit. Hindari agar vaporsatau mist tidak terhisap oleh saluran nafas. Wadah portable yang digunakan untuk penyimpananharus diletakkan ditanah dan nozzle harus tetap ada bersamaan dengan wadah ketika pengisianuntuk mencegah timbulnya static electricity.Penyimpanan: Simpanlah pada tempat yang dingin. Udara yang mudah terbakar (flammableatmosphere) dapat terbentuk didalam bagian atas tanki penyimpanan jika disimpan padatemperatur dibawah titik nyala. Jauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar atau dapatmenyebabkan timbulnya kebakaran.
 
Nomor
PERTAMINA
Tanggal Pembuatan :Direktorat Pembekalan Dan Pemasaran Dalam Negeri Tanggal Revisi :Minyak diesel 3 of 68. PENGENDALIAN PEMAPARAN / PERLINDUNGAN DIRIVentilasi : Secara umum tidak diperlukan ketentuan khusus untuk pengaturan ventilasi pada keadaanbiasa.Perlindungan Pernapasan : Tidak diperlukan ketentuan khusus pada keadaan biasa.Perlindungan Mata : Gunakan alat pelindung mata.Perlindungan Kulit : Tidak diperlukan peralatan khusus. Namun demikian, ketentuan-ketentuanuntuk personal hygiene tetap harus diperhatikan.Batas pemaparan : Produk ini tidak mengandung bahan-bahan yang telah diketahui memiliki nilaiambang batas pemaparan. Namun demikian dapat digunakan Nilai ambang Batas (
Threshold Limit Value
) dari uapnya yaitu 5.00 mg/m
3
.9. DATA FISIK DAN KIMIAWIProperty Min MaxSpesific Gravity at 60/60
o
F 0.820 0.87Color ASTM - 3.0Cetane Number or 45 -Alternatively calculated Cetane Index 48 -Viscosity kinematic at 100
o
F cSt 1.6 5.8Or Viscosity SSU at 100
o
F secs 35 45Pour Point oC - 65Sulphur content % wt - 0.5Copper Strip (3 hrs/100
o
C) - No.1Conradson Carbon Residue %wt - 0.1(on 10 % vol. Bottom)Water Content % vol. - 0.05Sediment % wt - 0.01Ash Content % wt - 0.01Neutralization Value:- Strong Acid Number mg KOH/gr - Nil- Total Acid Number mg KOH/gr - 0.6Flash Point P.M.c.c.
o
F 150 -Distillation:- Recovery at 300
o
C % vol.10. STABILITAS DAN REAKTIVITASStabilitas ( thermal, light, etc ) : stabil.Keadaan / Situasi Yang Harus Dihindari : Panas tinggiKetidaksesuaian ( Bahan Yang Harus Dihindari ) : Oksidator kuatDekomposisi Bahan Berbahaya : Karbon monoksida. Oksida logam. Oksida unsur.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->