Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manajemen Stratejik SDM dan Kartu Nilai SDM

Manajemen Stratejik SDM dan Kartu Nilai SDM

Ratings: (0)|Views: 1,024 |Likes:

More info:

Published by: Bobby Arianto Purnama Saputra on Sep 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2013

pdf

text

original

 
BAB 3Manajemen Stratejik SDM dan Kartu Nilai SDM
3.1 TANTANGAN STRATEJIK SDM.
Keharusan mendukung prokdivitas dan upaya peningkatan kinerja perusahaan.Karyawan memainkan peran yang makin luas dalam usaha perbaikanSDM harus terlibat lebih jauh dalam mendesain tidak hanya melaksanakan rencana stratejik 
Manajemen Strateji
adalah Proses mengidentifikasian dan pelaksanaan misiorganisasi, dengan menyesuaikan kemampuan perusahaan dengan tuntunan lingkungan.
Proses Manajemen Stratejik.
Perencanaan stratejik adalah bagian dari proses manajemen stratejik perusahaan.Perencanaan stratejik mencangkup empat tugas utama manajemen stratejik. Termasuk didalamnya melakukan evaluasi situasi internal dan eksternal, mendefiisikan bisnis danmengembangkan misi, menerjemahkan misi kedalam tujuan stratejik dan merangkai stratejik atau arahan tindakan.Manajemen stratejik termasuk fase implementasi.
Tahap 1: Mengidentifikasi bisnis dan misi.
Keputusan stratejik fundamntal yang dihadapi oleh para manajer. Pada tahap pertama ini para ahli manajemen menggunakan istilah Visi dan Misi untuk membantu mendefinisikann bisnis perusahaan saat ini dan di masa depan. Pada umumnya Visi cenderung lebih luas dan lebih berorientasi ke depan daripada Misi. Visi perusahaan sendiri adalah “pernyataan umum tentangtujuan yang direncanakan, yang merupakan sumber perasaan emosional anggota organisasi”.Sedangkan Misi perusahaan lebih spesifik dan jangka pendek yaitu mengkomunikasikan siapa perusahaan tersebut, apa yang dilakukannya, dan dimana dia dapat memimpin.
Tahap 2: Menghadirkan audit eksternal dan internal.
 Manajer mendasarkan rencana stratejik mereka pada analisis situasi internal dan eksternaldengan metode tertentu. Dari rencana stratejik adalah memilih arah tindakan perusahaan yangmasuk akal, berkaitan dengan kesempatan dan ancaman eksternal yang menghadapi perusahaandan kekuatan serta kelemahan internal yang dimiliki. Untuk menfasilitasi audit internal daneksternal, banyak manajer mulai melakuakan
SWOT 
analisis.
 
Tahap3: Menerjemahkan misi kedalam tujuan stratejik.
Mengatakan misi adalah “Mengevaluasi dan bertindak melalui kerjasama publik danswasta untuk meningkatkan sistem energi” adalah suatu hal mengoperasionalkan misi tersebut bagi para menajer adalah hal lain, majaer perusahaan butuh tujuan stratejik jangka panjang.
Tahap 4: Memformulasikan stratejik untuk mencapai tujuan.
Stratejik strategi perusahaan adalah jembatan penghubung perusahaan berada sekarangdengan dimana perusahaan ingin berada dimasa depan. Strategi adalah serangkaian tindakan.Pemahaman dan komitmen terhadap strategi membantu memastikan bahwa karyawan membuatkeputusan yang konsisten dengan kebutuhan perusahaan.
Tahap 5:Implementasi strategi.
 Menerjemahkan strategi menjadi tindakan dan hasil dengan memperkerjakan (memecat)karyawan, membangun (menutup) pabrik, dan menambahkan (menghilangkan) produk dan jalur  produk. Dengan kata lain, implementasi strategi melibatkan menggunakan dan mengaplikasikanseluruh fungsi manajemen, perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, memimpin, dan pengontrolan.
Tahap 6: Evaluasi Kinerja.
Untuk lebih meminimalisir ketidak berhasilan strategi yang dijalankan perusahaan, paramanajer harus menerapkan kontrol stratejik dengan menjaga strategi perusahaan mengikuti perkembangan zaman. Kontrol stratejik sendiri adalah proses evaluasi kemajuan yang dicapaimelalui tujuan-tujuan stratejik dan melakukan tindakan konektif yang diperlukan.
Jenis Perencanaan Stratejik.
Strategi tingkat korporasi.
Strategi pada tingkatan koporasi mengindentifikasi portofolio bisnis secara keseluruhan, terdiri dari perusahaan dan cara berhubungan satu sama lain.Contohnya, strategi
defersifikasi
 perusahaan memberikan dampak perusahaan akan diperluasdengan menambah jalur produk baru. Strategi
intergasi vertikal 
 berarti perusahaan memperluasdengan, mungkin memproduksi bahan mentah sendiri atau menjual secara langsung produknya.
 Konsolidari
mengurangi ukuran perusahaan dan
 perluasan geografis
misalnya membawa isniskeluar negeri.
Strategi kompetiti/tingkat bisnis.
Strategi kompetitif mengidentifikasi bagaimanamembangun dan mengperkuat posisi kompetitif jangka panjang di pasar.Perusahaan menggunakan beberapa strategi untuk mencapai keuntungan kompetitidiantaranya:Kepemimpinan berbiaya rendah adalah menjadi pemimpin biaya rendah dalam suatu industri.
 
Diferensiasi adalah contoh kedua dari strategi kompetitif dalam strategi diferensiasi perusahaan beupaya berbeda dengan yang lain dalam industri pada aspek tinggi oleh pembeli.Setiap individu dalam bisnis tersusun dari berbagai apartemen seperti manufakturing, penjualan dan manajem SDM. Strategi fungsional mengidentifikasikan serangkaian tindakanmendasar yang harus diikuti oleh setiap departemen untuk membantu bisnis mencapai tujuankompetitif. Stategis fungsional perusahaan harus masuk akal berkaitan dengan strategi bisnis/kompotitifnya. Manajer yang membuat strategi selalu berhadapan dengan dilema dengankesempatan dan ancaman serta kekuatan yang dimiliki perusahaan dimiliki perusahaan saat iniapakah seharusnya mereka begitu saja menyusuaikan begitu saja dengan begitu saja danancaman ada didepan mereka atau memaksakan jauh diluarkapa bilitas mereka untuk meraihkeuntungan kesempatan yang ada. Ahli perencanaan stratejik Michael Porter menekankan pandangan “kesesuaian”. Dia mengatakan bahwa semua aktifitas perusahaan harus dirangkaiuntuk atau sesuai dengan strateginya, dengan memastikan bahwa strategi fungsional perusahaanmendukung setrategi korporasi dan kompetitif. Karna kesesuaian ini memberikan nafaskehidupan pada strategi perusahaan.
SDM dan Keuntungan Kompetitif.
Perusahaan perusahaan harus memiliki satu atau lebih keuntungan kompetitif, “faktor-faktor yang memungkinkan organisasi untuk mendiferensiasikan produk atau pelayanan”.Perusahaan penerbangan southwest meraih status pemimpin berbiaya rendah melalui kebijakan pekerjaan yang menghasilkan tenaga kerja yang memiliki motivasi tinggi dan fleksibel.Perusahaan penerbangan southwest menggunakan tenaga kerja sebagai strategi kompetitifnya.Perusahaan penerbangan besar seperti Delta, berhadapan dengan peraturan serikat kerjadan peraturan batasan kerja dan struktur gaji, akan sulit bersaingan dengan perusahaan penerbangan shoutwest, yang karyawannya berusaha keras “menyelesaikan” pesawat denganwaktu yang lebih cepat dibandingkan dengan tim Delta. Setiap perusahaan yang berhasil,memiliki satu atau lebih keuntungan kompentitif yang membangun strategi kompetitif mereka.
Manajemen SDM Stratejik.
Istilah SDM stratejik mengacu pada serangkaian tindakan spesifik manajemen SDM yangdidorong oleh perusahaan untuk mencapai tujuan. tujuan yang terpenting dari strategi SDMadalah membangun karyawan yang memiliki komimen terutama dalam lingkungan tanpa serikatkerja.
3.2 PERAN STRATEJIK SDM.

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Binta Thabeen liked this
Heni Dwi Sutanti liked this
Gie Man liked this
ditzmax liked this
medi_sun211320 liked this
robyboestami liked this
Mioet Kicik liked this
rikykrebo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->