POLITIK PERSATUAN VERSUS POLITIK ADU DOMBA
Oleh: Rudi HartonoKenaikan harga BBM sudah diumumkan. Pemerintah merasa baru saja memenangkan sebuahpertarungan panjang dengan kaum oposisi. Kemenangan itu bukan hanya kemenanganmencegah krisis politik yang mengancam kekuasaannya, akan tetapi juga kemenanganmenerapkan politik pecah belah (
devide et impera
) yang menyebabkan luka mendalamditubuh gerakan oposisi. Pemerintah telah mengerahkan segala upaya untuk memenangkanpertarungan ini dalam berbagai metode dan level serangan. Hasilnya lumayan sukses,meskipun ini adalah bom waktu karena kenaikan BBM telah mengakumulasi krisis yangsetiap saat akan meledak. Akan tetapi kemenangan sementara rejim ini merupakan pukulantelak bagi oposisi dalam 3 (tiga) kali gerakan menentang kenaikan harga BBM dimasapemerintahan SBY-JK.Ibarat sebuah kekalahan dalam pertarungan besar. Kelompok oposisi kini sibuk salingmengumpat, saling menyalahkan, Saling memaki-maki, ada yang merintih sedih karenakalah, ada pula yang pura-pura menang untuk menutupi rasa malu. Dinamika dikalanganoposisi tidak juga menampakkan gejala membaik, malah semakin memperluasfragmentasinya. Yang jelas, kita kaum oposisi (penentang kenaikan harga BBM) sudahditampar dengan begitu menyakitkan dan sekarang rejim memberikan kehebohan baru buatkita: perburuan Munarman dan
Euro 2008 Fiesta
.
Politik Adu Domba
Sebelum menaikkan harga BBM, pemerintah sebenarnya sudah menghitung potensi-potensigejolak politik dan gejolak sosial yang akan timbul kalau hal itu dilakukan. Sehingga,pemerintah berupaya agar isu kenaikan harga BBM bisa dikemas sedemikian rupa agar bisameredam potensi gejolak politik yang akan muncul. Caranya,
pertama
, pemerintah akanmemobilisasi media massa untuk berpihak kepada kebijakan pemerintah disamping menjadicorong bagi keluarnya bahasa-bahasa pembenaran pemerintah.
Kedua
alasan menaikkanharga BBM harus didramatisasi agar terdengar seperti sebuah situasi
force majour
, tidak adaada lagi pilihan lain.
Ketiga
, apparatus kekerasan (POLRI dan TNI) harus dipersiapkan gunamencegah kemungkinan aksi massa membesar dan membahayakann stabilitas kekuasaan.
Keempat
, lakukan politik pecah belah terhadap masyarakat guna mengarahkan pada konflikhorisontal agar tidak tidak menjadi konflik vertical. Kelompok oposisi harus di isolasi denganmenyebarkan propoganda-propoganda menyesatkan agar mereka (kaum oposisi) tidakmenyatu dengan sektor luas masyarakat.Meskipun menaikkan harga BBM adalah harga mati yang mesti dilakukan oleh pemerintahanpro –asing seperti SBY dan JK, akan tetapi beberapa minggu sebelum isu kepastian kenaikan
Add a Comment