Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perpres No 54 Tahun 2010 - Penjelasan

Perpres No 54 Tahun 2010 - Penjelasan

Ratings: (0)|Views: 480 |Likes:
Published by pejantan
Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

More info:

Published by: pejantan on Sep 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2012

pdf

 
 
PENJELASANATASPERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIANOMOR 54 TAHUN 2010TENTANGPENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH
 I.
 
UMUMTata pemerintahan yang baik dan bersih (
Good Governance and Clean Government 
) adalah seluruh aspek yang terkait dengan kontrol dan pengawasanterhadap kekuasaan yang dimiliki Pemerintah dalam menjalankan fungsinyamelalui institusi formal dan informal. Untuk melaksanakan prinsip
Good Governance and Clean Government 
, maka Pemerintah harus melaksanakanprinsip-prinsip akuntabilitas dan pengelolaan sumber daya secara efisien, sertamewujudkannya dengan tindakan dan peraturan yang baik dan tidak berpihak (independen), serta menjamin terjadinya interaksi ekonomi dan sosial antara parapihak terkait (
stakeholders 
) secara adil, transparan, profesional, dan akuntabel.Peningkatan kualitas pelayanan publik melalui p
enyelenggaraan pemerintahan yangbaik dan bersih
,
 
perlu didukung dengan pengelolaan keuangan yang efektif, efisien,transparan, dan akuntabel.
Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaankeuangan negara yang dibelanjakan melalui proses Pengadaan Barang/JasaPemerintah,
diperlukan upaya untuk menciptakan
keterbukaan, transparansi,akuntabilitas serta prinsip persaingan/kompetisi yang sehat
dalam proses PengadaanBarang/Jasa Pemerintah yang dibiayai APBN/APBD, sehingga diperoleh
barang/jasa yang terjangkau dan berkualitas serta dapat dipertanggung-jawabkan baik dari segifisik, keuangan, maupun manfaatnya bagi kelancaran tugas Pemerintah danpelayanan masyarakat.
 
Sehubungan dengan hal tersebut, Peraturan Presidententang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ini dimaksudkan untuk memberikanpedoman pengaturan mengenai tata cara Pengadaan Barang/Jasa yang sederhana, jelas dan komprehensif, sesuai dengan tata kelola yang baik.
 
Pengaturan mengenai tata cara Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dalamPeraturan Presiden ini diharapkan dapat meningkatkan iklim investasi yangkondusif, efisiensi belanja negara, dan percepatan pelaksanaan APBN/ APBD. Selainitu, Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang berpedoman pada Peraturan Presidenini ditujukan untuk meningkatkan keberpihakan terhadap industri nasional danusaha ...
 
 - 2 -usaha kecil, serta menumbuhkan industri kreatif, inovasi, dan kemandirian bangsadengan mengutamakan penggunaan industri strategis dalam negeri. Selanjutnya,ketentuan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dalam Peraturan Presiden inidiarahkan untuk meningkatkan
ownership 
Pemerintah Daerah terhadap proyek/kegiatan yang pelaksanaannya dilakukan melalui skema pembiayaan bersama (
co- financing 
) antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.Kebijakan umum Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah bertujuan untuk mensinergikan ketentuan Pengadaan Barang/Jasa dengan kebijakan-kebijakan disektor lainnya. Langkah-langkah kebijakan yang akan ditempuh Pemerintah dalamPengadaan Barang/Jasa sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden tentangPengadaan Barang/Jasa Pemerintah ini, meliputi:a.
 
peningkatan penggunaan produksi Barang/Jasa dalam negeri yang sasarannyauntuk memperluas kesempatan kerja dan basis industri dalam negeri dalamrangka meningkatkan ketahanan ekonomi dan daya saing nasional;b.
 
kemandirian industri pertahanan, industri alat utama sistem senjata (Alutsista)dan industri alat material khusus (Almatsus) dalam negeri;c.
 
peningkatan peran serta Usaha Mikro, Usaha Kecil, koperasi kecil dankelompok masyarakat dalam Pengadaan Barang/Jasa;d.
 
Perhatian terhadap aspek pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarianfungsi lingkungan hidup secara arif untuk menjamin terlaksananyapembangunan berkelanjutan;e.
 
Peningkatan penggunaan teknologi informasi dan transaksi elektronik;f.
 
Penyederhanaan ketentuan dan tata cara untuk mempercepat prosespengambilan keputusan dalam Pengadaan Barang/Jasa; g.
 
Peningkatan profesionalisme, kemandirian, dan tanggung jawab para pihak  yang terlibat dalam perencanaan dan proses Pengadaan Barang/Jasa;h.
 
Peningkatan penerimaan negara melalui sektor perpajakan;i.
 
Penumbuhkembangan peran usaha nasional; j.
 
Penumbuhkembangan industri kreatif inovatif, budaya dan hasil penelitianlaboratorium atau institusi pendidikan dalam negeri;k.
 
Memanfaatkan sarana/prasarana penelitian dan pengembangan dalam negeri;l.
 
Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di dalam wilayah Negara KesatuanRepublik Indonesia, termasuk di Kantor Perwakilan Republik Indonesia; danm.
 
Pengumuman secara terbuka rencana dan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasadi masing-masing Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja PemerintahDaerah/Institusi lainnya kepada masyarakat luas.Hal- ...
 
 - 3 -Hal-hal mendasar dalam ketentuan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang diaturdalam Peraturan Presiden ini antara lain diperkenalkannya metodepelelangan/seleksi sederhana, pengadaan langsung, dan kontes/sayembara dalampemilihan penyedia barang/jasa selain metode pelelangan/seleksi umum danpenunjukan langsung. Lebih lanjut, Peraturan Presiden ini juga mengatur secarakhusus pengadaan Alutsista TNI dan Almatsus Polri yang pengadaannyadiutamakan terlebih dahulu berasal dari industri strategis dalam negeri, danpengaturan pengadaan melalui sistem elektronik (
e-procurement 
). DalamPeraturan Presiden ini juga diatur mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri(TKDN) dan persyaratan keikutsertaan perusahaan asing untuk meningkatkanpenggunaan produksi dalam negeri dan keberpihakan terhadap pengusahanasional, pengaturan kontrak payung dan kontrak pembiayaan bersama (
co- financing 
) antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta peningkatan nilaipengadaan yang diadakan untuk menumbuhkembangkan Usaha Mikro, Kecil danMenengah.II. PASAL DEMI PASALPasal 1Cukup jelasPasal 2Ayat (1)Huruf aCukup jelasHuruf bYang dimaksud dengan Pengadaan Barang/Jasa untuk investasiadalah pengadaan untuk belanja modal dalam rangka penambahanaset dan/atau peningkatan kapasitas.Ayat (2)Cukup jelasAyat (3)Cukup jelasAyat (4) …

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sadli Desky liked this
tambunbungai liked this
nsuryatna liked this
gobelyudha liked this
s_toro liked this
Heri Susilo liked this
Thelsasimta liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->