Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sabtu

Sabtu

Ratings: (0)|Views: 362 |Likes:
Published by Happy Luluina

More info:

Published by: Happy Luluina on Sep 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

 
Sabtu, 03 April 2010
A. Pengertian PerencanaanPerencanaan merupakan suatu hal yang begitu penting bagi seseorang yangakan melaksanakan tugas atau pekerjaannya, termasuk guru yang memilikitugas/pekerjaan mengajar (mengelolah Pembelajaran)Supaya guru dapat menyusun suatu perencanaan Pembelajaran harusmemahami prinsip-prinsip perencanaan dengan baik sebagai prasyaratmutlak yang harus dipenuhi seorang guru.Pengertian perencanaan atau dalam Bahasa Inggris “Planning” atau desain“Design” ada juga mengartikan sebagai persiapan. Di dalam ilmu manajemenpendidikan atau ilmu administrasi pendidikan, perencanaan diartikan sebagaipersiapan menyusun suatu keputusan berupa langkah-langkah penyelesaiansuatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah padapencapaian tujuan tertentu.Ada beberapa defenisi tentang perencanaan yang rumusannya berbeda-bedasatu dengan yang lain. Cunningham (1982) mengatakan perencanaan ituialah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta-fakta, imajinasi-imajinasi, dan asumsi-asumsi untuk masa yang akan datang untuk tujuanuntuk memvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutankegiatan yang diperlukan, dan perilaku batas-batas yang dapat diterima yangakan digunakan dalam penyelesaian. Perencanaan disini menekankankepada usaha menyeleksi dan menghubungkan sesuai untuk kepentinganuntuk masa yang akan datang serta usaha untuk mencapainya.Arthur W. Steller (1983) mendefenisikan bahwa perencanaan ialah hubunganantara apa adanya sekarang ( what is) dengan bagaimana seharusnya (wouldshould be) yang bertalian dengan kebutuhan, penentuan tujuan, prioritasprogram, dan alokasi sumber.Sementara Stephen P. Robbins (1982) mendefenisikan secara pendek bahwaperencanaan adalah suatu cara untuk mengantisipasi dan menyeimbangkanperubahan. Dalam defenisi ini ada asumsi bahwa perubahan itu seringterjadi.Fredman dan Hudson (1974) mengemukakan empat kategori utama dalamtradisi perencanaan. Keempat tradisi itu masing-masing adalah penganutfilsafat sintetis (The Philosophical syntetik), penganut filsafat rasionalisme(The rationalism), penganut pengembangan organisasi (OrganizationDevelopment), dan penganut empirisme (Empiricism).Penganut Filsafat Sintetis seperti Manheim (1949) Dahl dan Lindblom (1953)Etzioni (1969) melihat perencanaan sebagai cara berpikir, prosespengambilan keputusan, dan bimbingan sosial (societal guidency).
 
Perencanaan merupakan usaha untuk mengoptimalkan kesimbangan antarapengawasan (control) yang ketat dengan konsesus yang lemah. Perencanaandapat dipandang sebagai suatu proses yang bersifat psikologis, yaitu untuksuatu “pembelajaran” dengan penekanan pada transaksi interpersonal.Penganut The rationalism seperti Ackoff (1974) mengemukakan empatkategori sikap atau pandangan terhadap perencanaan, yakni (1) inactivists,puas dengan cara yang ada dan cara yang berlaku, (2) reactivists, memilihkeadaan seperti yang telah terjadi dan mereka percaya sesuatu yang akanlebih buruk dari pada yang buruk. (3) preactivists, mereka percaya masadepan pada dasarnya susah dikontrol, namum dapat dipercepatkehadirannya dan mengontrol akibat-akibatnya, dan (4) interactivists,mereka para edialis kecendurangan untuk melakukan perubahan. Menurutpenganut rasionalisme, perencanaan merupakan suatu bentuk pengambilankeputusan, suatu proses yang mengikuti langkah-langkah procedural dalamrangka pengambilan keputusan, pemilihan alternative, consensus, dan hasil.Penganut Organization Development berpandangan bahwa pengembanganorganisasi dapat di pandang sebagai salah satu metode perencanaan dimana perubahan dan pengembangan organisasi akan berpengaruh terhadapperubahan eksternal suatu system. Perubahan organisasi merupakan suatuproses pembelajaran mengenai kesadaran dan tingkah laku anggotaorganisasi. (Bennis, 1969)Sementara penganut Empiricism menyatakan bahwa dalam perencanaanterdapat dua aliran yaitu, aliran pertama, yang memusatkan perhatiannyapada aspek politik dan realitas fungsi ekonomi skala nasional. Perhatian padaaliran ini difokuskan pada berbagai studi mengenai perencanaan nasionaldan perencanaan yang sifatnya indikatif, sedangkan aliran kedua,perhatiannya difokuskan terhadap berbagai studi mengenai politikpembangunan perkotaan (Fredman dan Hudson, 1974)Dari beberapa defenisi tersebut diatas memperlihatkan rumusan dan tekananyang berbeda. Yang satu mencari wujud yang akan datang serta usaha untukmencapainya, yang lainnya menghilangkan kesenjangan antara keadaansekarang dengan keadaan yang masa akan datang, dan satunya lagimerubah keadaan agar sejalan dengan kondisi sekarang.B. Dimensi-dimensi perencanaanDimensi perencanaan yaitu berlaitan dengan cakupan dan sifat-sifat daribeberapa karakteristik yang ditemukan dalam perencanaan Pembelajaran.Pertimbangan terhadap dimensi-dimensi itu menurut Harjanto (1997 : 5)memungkinkan diadakannya perencanaan kompherensif yang menalar danefisien, yakni :1. Signifikansi : tingkat signifikansi tergantung pada tujuan pendidikan yangdiajukan dan signifikansi dapat ditentukan berdasarkan kreteria-kreteria yangdibangun selama proses perencanaan.2. Feasibilitas : perencanaan harus disusun berdasarkan pertimbangan
 
realities baik yang berkaitan dengan biaya maupun pengemplentasinnya.C. PembelajaranPara ahli pendidikan mayoritas mengartikan Pembelajaran adalah terjemahandari instruction atau teaching. Pengertian tersebut menurut Arif S. Sadimantidak tepat karena padanan tersebut tidak tepat secara pas, instruction lebihluas pengertiannya dari Pembelajaran. Instruction mencakup semua eventyang mungkin punya pengaruh langsung kepada proses belajar manusia danbukan saja terbatas pada event (peristiwa-peristiwa) yang dilakukan olehguru/dosen/instruktur. Instruction itu meliputi pula kejadian-kejadian yangditurunkan oleh bahan cetakan, gambar, program televisi, film, slide, danlain-lain.Sementara dalam pengertian lain diungkapkan bahwa Pembelajaran ituadalah suatu proses yang sistimatis dan prosedural dalammengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajartertentu. Menurut Joyce dan Weil (1986) Pembelajaran adalah “prosesmembantu para pelajar memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, caraberfikir, saran untuk mengekspresikan dirinya, dan cara-cara belajarbagaimana belajar”.Menurut Lindgren (1976) fokus sistim pendidikan mencakup tiga aspek, yaitu(1) siswa, yang paling penting sebab tanpa siswa tidak akan ada prosesbelajar, (2). Proses belajar, yaitu apa saja yang dihayati siswa apabila merekabelajar, bukan apa yang harus dilakukan guru untuk mengajarkan materipelajaran tetapi apa yang akan dilakukan siswa untuk mempelajarinya, dan(3). Situasi belajar, yaitu lingkungan dimana terjadi proses belajar danmencakup semua faktor yang mempengaruhi siswa atau proses belajarseperti guru, kelas dan interaksi didalamnya, dan sebagainya.Mengajar merupakan suatu aktifitas profesional yang memerlukanketerampilan tingkat tinggi dan mencakup pengambilan keputusan (Davies,1971). Di masa lampau keputusan-keputusan tersebut lebih merupakankeputusan jangka pendek yang bersifat insindental, tetapi dengan bertambahbanyaknya informasi yang ada sekarang maka hal tersebut tidak dapatdilakukan lagi. Guru dalam Pembelajaran dituntut untuk berfungsi sebagaipengelola proses belajar mengajar yang melaksanakan empat macam tugas,yakni : merencanakan, mengatur, mengarahkan, dan mengevaluasi.D. Pengertian Perencanaan PembelajaranPerencanaan Pembelajaran adalah suatu pemikiran atau persiapan untukmelaksanakan tugas mengajar/aktifitas Pembelajaran dengan menerapkanprinsip-prinsip Pembelajaran serta melalui langkah-langkah Pembelajaran;perencanaan itu sendiri, pelaksanaan dan penilaian, dalam rangka pencapiantujuan Pembelajaran yang telah ditentukan. Ada pula yang memberikanbatasan pengertian yang berbeda, bahwa perencanaan Pembelajaransebagai pemikiran tentang penerapan prinsip-prinsip umum Pembelajarandalam rangka pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu interaksiPembelajaran (interaksi guru dan siswa) tertentu yang khusus, baik yang

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Supardi Mpd liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->