Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pancasila Sebagai Paradigma Dalam Pembangunan

Pancasila Sebagai Paradigma Dalam Pembangunan

Ratings: (0)|Views: 1,618 |Likes:
Published by YOVAKA

More info:

Published by: YOVAKA on Sep 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2012

pdf

text

original

 
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA DALAM PEMBANGUNAN NASIONALUntuk mencapai tujuan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bangsaindonesia melaksanakan pembangunan nasional. Hal ini sebagai perwujudan praksisdalam meningkatkan hrkat dan mrtabatnya. Secara filosofis hakekat kedudukan pancasilasebagai pradigma dalam pembangunan nasional mengandung suatu konsekuensi bahwadalam segala aspek pembangunan nasional kita harus mendasarkan pada hakikat nilai-nilai sila-sila pancasila. Oleh karena itu negara dalam rangka mewujudkan tujuannyamelalui pembangunan nasional untuk mewujudkan tujuan seluruh warganya harusdikembalikan pada dasar-dasar hakikat manusia “monopluralis”. Unsur-unsur hakikatmanusia “monopluralis” meliputi susunan kodrat manusia, rohani (jiwa) dan raga. Sifatkodrat manusia makhluk individu dan makhluk sosial serta kedudukan kodrat manusiasebagai makhluk pribadi sendiri dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakikatnya merupakan suatu hasilkreativitas rohani manusia. Unsur jiwa manusia meliputi aspek akal, rasa, dan kehendak.Atas dasar kreativitas akalnya manusia mengembangkan iptek dalam rangka untuk mengoah kekayaan alam yang disediakan oleh Tuhan. Oleh karena itu tujuan essensialdari IPTEK adalah demi kesejahteraan umat manusia, sehingga IPTEK pada hakikatnyatidak bebas nilai namun terikat oleh nilai.Sila kemanusiaan yang adil dan beradab, memberikan dasar – dasar moralitas bahwamanusia dalam mengembangkan IPTEK haruslah bersifat beradab. Oleh karena itu pengembangan IPTEK harus didasarkan pada hakikat tujuan demi kesejahteraan umatManusia. IPTEK bukan untuk kesombongan , kecongkakan, dan keserakahan manusianamun harus diabadikan demi peningkatan harkat dan martabat manusia.Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengkomplementasikan pengembangan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupankemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannnyadengan dirinya sendiri,manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.Pembangunan pada hakikatnya merupakan suatu realisasi praksis untuk mencapai tujuan bangsa. Adapun pembangunan dirinci dalam berbagai macam bidang antara lainPOLEKSOSBUD HANKAM. Pembangunan yang merupakan realisasi praksis dalamnegara untuk mencapai tujuan seluruh warga harus mendasarkan pada hakikat manusiasebagai subyek pelaksana sekaligus tujuan pembangunan. Oleh karena itu hakikatmanusia merupakan sumber nilai bagi pembangunan pengembangan POLEKSOSBUDHANKAM.
 
Pengertian ParadigmaIstilah paradigma menurut Kamus Besar Indonesia (Depdikbud 1990) memilki beberapa pengertian yaitu1) Daftar dari semua pembentukan dari sebuah kata yang memperlihatkan konjugasi dandeklinasi kata tersebut.2) Model dalam teori ilmu pengetahuan3) Kerangka berpikir Dalam konteks ini pengertian paradigma adalah pengertian kedua dan ketiga, khususnyayang ketiga yaitu kerangka berpikir.Istilah paradigma pada awalnya berkembang dalam dunia ilmu pengetahuan terutamayang kaitannya dengan filsafat ilmu pengetahuan. Tokoh yang mengembangkan istilahtersebut dalam dunia ilmu pengetahuan adalah Thomas S. Khun dalam bukunya yang berjudul The Structureof Scientific Revolution (1970 : 49). Inti sari pengertian paradigmaadalah suatu asumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoritis yang umum (merupakansuatu sumber nilai) sehingga merupakan suatu sumber hukum-hukum, metode serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat, cirri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.Istilah paradigma makin lama makin berkembang dan biasa dipergunakan dalam berbagai bidang kehidupan dan ilmu pengetahuan. Misalnya politik, hukum, ekonomi, budaya.Dalam kehidupan sehari-hari paradigma berkembang yang mengandung pengertiansebagai sumber nilai, kerangka piker, orientasi dasar, sumber asas, tolak ukur, parameter serta arah dan tujuan dari suatu perkembangn, perubahan dan proses dalam bidangtertentu termasuk dalam pembangunan maupun dalam proses pendidikan.Dengan demikian, paradigma menempati posisi dan fungsi yang strategis dalam proseskegiatan. Perencanaan, pelaksanaan dan hasil-hasilnya dapat diukur dengan paradigmatertentu yang diyakini kebenarannya.Pancasila sebagai Paradigma PembangunanPembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka mencapai masyarakat adil yang berkemakmuran dan makmur yang berkeadilan. Pembangunan nasional merupakan perwujudan nyata dalam meningkatkan harkat dan martabat manusia Indonesia sesuaidengan nilai-nilai kemanusiaan.Dalam Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa tujuan negara adalah “melindungisegenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum,mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. Tujuan pertama
 
merupakn manifestasi dari negara hukum formal. Sedangkan tujuan kedua dan ketigamerupakan manifestasi dari pengertian negara hukum material, yang secara keseluruhansebagai manifestasi tujuan khusus. Sementara tujuan yang terakhir merupakan perwujudan dari kesadaran suatu bangsa yang hidup ditengah-tengah pergaulanmasyarakat internasional.Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung konsekuensi yangsangat mendasar. Artinya, setiap pelaksanaan pembangunan nasional harus didasari atasnilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila. Nilai-nilai dasar yang terkandungdalam sila-sila Pancasila dikembangkan atas dasar ontologism manusia, baik sebagaimakhluk individu maupun makhluk sosial. Oleh karena itu, baik buruknya dan logistidaknya nilai-nilai dasar Pancasila harus dikembalikan kepada kondisi objektif darimanusia Indonesia. Dengan kata lain, Pancasila harus menjadi paradigma perilakumanusia Indonesia termasuk dalam pembangunan nasionalnya.Kedudukan Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional harus memperlihatkankonsep berikut ini:1) Pancasila harus menjadi kerangka kognitif dalam identitifikasi diri sebagai bangsa2) Pancasila sebagai landasan pembangunan nasional3) Pancasila merupakan arah pembangunan nasional4) Pancasila merupakan etos pembangunan nasional5) Pancasila merupakan moral pembangunanMasyarakat Indonesia yang sedang mengalami perkembangan yang amat pesat karenadampak pembangunan nasional maupun rangsangan globalisasi, memerlukan pedoman bersama dalam menanggapi tantangan demi keutuhan bangsa. Oleh sebab itu, pembangunan nasional harus dapat memperlihatkan prinsipprinsip berikut ini:1) Hormat terhadap keyakinan religius setiap orang2) Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi atau subjek (manusia seutuhnya)Berkaitan dengan pemikiran diatas dan kondisi objektif bahwa Pancasila merupakandasar negara dan negara adalah organisasi (persekutuan hidup) manusia, maka pembangunan nasional sebagai sarana untuk mewujudkan tujuan nasional harusdikembalikan pada hakikat manusia yang monopluralis. Pendek kata, baik buruknya dan berhasil tidaknya pembangunan nasional harus diukur dari nilai-nilai Pancasila sebagaikristalisasi hakikat manusia monopluralis.Sebagai konsekuensi pemikiran diatas, maka pembangunan nasional sebagai upayameningkatkan harkat dan martabat manusia harus meliputi aspek jiwa seperti akal, rasa

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Deni Setiawan liked this
Moche Laitupa liked this
sita11 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->