Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
101Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laterit Dan Endapan Bijih

Laterit Dan Endapan Bijih

Ratings: (0)|Views: 12,335|Likes:
Published by Aris Nugroho

More info:

Published by: Aris Nugroho on Sep 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/25/2013

pdf

text

original

 
Laterit
1. Formasi LateritLaterit didefinisikan sebagai produk yang dihasilkan dari pelapukan yangkuat pada daerah-daerah tropis, lembab, dan hangat yang kaya akan lempungkalolinit sebagai oksida dan oksihidroksida dari Fe dan Al. Lateritpenting secara ekonomi karena mengandung logam alumunium (bauksit). Berikutmerupakan kandungan unsur-unsur yang terdapat pada profil laterit.
Mineral utamaPencucianMineral Sekunder
 pada zona ferruginousAluminosilikat (muskovit,kaolinit)oksida besi; emasK, Rb, Csmineral jejak : AuSi, Al (kaolinit) pada saprolit bagian atasAluminosilikat (muskovit)Ferromagnesia (klorit, talk,amfibol)Lempung smektitCs, K, RbMg, LiCa, Mg, NaSi, Al (kaolinit)Fe, Ni, Co, Cr, Ga, Mn, Ti, V,(Oksida Fe dan Mn)Si, Al (kaolinit) pada saprolit bagian bawahAluminosilikatFerromagnesia (piroksen, olivin,amfibol, klorit, biotit)Ca, Cs, K, Na, RbCa, MgSi, Al (kaolinit); BaFe, Ni, Co, Cr, Ga, Mn, Ti, V (OksidaFe dan Mn) pada zona pelapukan sulfideAs, Au, Cd, Co, Cu,Mo, Ni, Zn, SAs, Cu, Ni, Pb, Sb, Zn (oksida besi;sulfat, arsenat, karbonatan, alunit- jasorit) pada daerah karbonatanCa, Mg, Fe, Mn, S
2. Formasi bauksitBijih bauksit, sebagai sumber utama logam alumunium, mengandung mineralgibsit, boehmit, dan diaspor. Akumulasi dari residu kaya alumina, padabagian atas dari profil laterit, sebagai hasil dari curah hujan yangtinggi, temperatur yang agak rendah (22°C), dengan kelembaban yang tinggi.Proses yang berlangsung pada bagian atas dari profil laterit berupapelarutan inkongruen yaitu :
Feldspar (kehilangan Si) kaolinit (kehilangan Si)
gibsit (Al(OH)
3)
Variasi iklim musiman juga dianggap penting dalam pembentukan formasibauksit. Musim panas dan dingin membuat fluktuasi pada muka air tanah, yangmembuat terjadinya pelarutan dan transfer massa. Variasi pada profilbauksit sebagai transformasi dari gibsit yang terdehidrasi menjadi versiyang terhidrasi secara relatif, boehemit atau diaspor (ALO(OH)), dihasilkandari fluktuasi tersebut. Profil mineralogical untuk zona mineralisasibauksit dapat bervariabel.3. Laterit Nikel
 
Laterit nikel berasal dari batuan ultramafik yang mengandung olivin danortopiroksen dengan berlimpah, dan karenanya kaya akan nikel. Laterit nikelmengandung konsentrasi nikel silikat atau nikel oksida yang mencapai 10kali lipat dari konsentrasi aslinya. Penambangan laterit nikel jauh lebihmudah daripada penambangan bijih sulfida magmatik. Bijih nikel berhubungandengan eluviasi nikel dari residu pada lapisan laterit teratas dankonsenrasi di dasar illuvium saprolit sebagai talk nikeliferous, serpentin,atau smektit, dan bersamaan dengan geotit meskipun jarang.Mineral olivin dan ortopiroksen sebagai sumber nikel utama merupakanpenyusun utama dari batuan ultramafik mungkin berasal dari bagian kompleksofiolit obduksi atau berupa intrusi mafik. Alterasi olivin terjadi karenaproses hidrasi dari silika, serpentinit, dan limonit . Pada tanah laterit,keasaman air tanah semakin berkurang seiring dengan bertambahnya kedalamandan bikabornat bertindak sebagai anion utama dalam proses pelarutan ini.Olivin bereaksi pada kondisi ini, diikuti dengan ortopiroksen, serpentin,klorit, dan talk. Berikut ini merupakan contoh reaksi pada olivin.
4(Fe2,Mg3)SiO4+ 8H++ 4O2(Fe
2,Mg3)Si4O10(OH)2+ 6FeO(OH) + 5Mg2+olivin smektit goetit
Konsentrasi nikel dipengaruhi oleh pertukaran kation, kemungkinan olehMg2+. Hasilnya adalah suatu jenis mineral pilosilikat yang kaya nikelseperti kerolit (Ni-talk), nepouit (Ni-serpentin), dan pimelit (Ni-smektit). Salah satu contoh dari reaksi pertukaran kation adalah sebagaiberikut :
Mg2Si2O5(OH)4+ 3Ni2+(aq)Ni
3Si2O5(OH)4+ 3Mg2+(aq)serpentin nepouit
Konsentrasi dari nikel juga sering berasosiasi dengan goetit, sekalipunmekanismenya belum diketahui. Kemungkinan absorbs dari nikel pada koloidgoetit terjadi pada alam karena pH yang agak basa. Zona limonit yang adapada bagian atas dari profil laterit pada umumnya tidak mengandung nikel.Laterit yang sangat tebal dan sangat kaya dengan garnierit terjadi padabatuan dasar yang mengalami sirkulasi air tanah maksimum dan peran dariinteraksi air antar batuan. Konsentrasi nikel juga dikontrol oleh keadaantopografi dan cenderung terjadi dibawah perbukitan atau pinggiran platoatau teras. Hal ini dikarenakan deposit sensitif untuk mengalami erosipermukaan dan fluktuasi muka air dikonrol oleh distribusi zona eluviasi daniluviasi.
Nikel laterit
Batuan induk bijihnikeladalah batuanperidotit. MenurutVinogradovbatuan ultra basarata-rata mempunyai kandungan nikel sebesar 0,2 %. Unsur nikeltersebut terdapat dalam kisi-kisi kristal mineralolivindanpiroksin, sebagai hasil substitusi terhadap atom Fe dan Mg. Proses terjadinya
 
substitusi antara Ni, Fe dan Mg dapat diterangkan karena radius ion danmuatan ion yang hampir bersamaan di antara unsur-unsur tersebut. Prosesserpentinisasiyang terjadi pada batuan peridotit akibat pengaruh larutanhydrothermal, akan merubah batuan peridotit menjadi batuanserpentinitatau batuan serpentinit peroditit. Sedangkan proses kimia dan fisika dari udara,air serta pergantian panas dingin yang bekerja kontinu, menyebabkandisintegrasi dan dekomposisi pada batuan induk.Pada pelapukan kimia khususnya, air tanah yang kaya akan CO2 berasal dariudara dan pembusukan tumbuh-tumbuhan menguraikan mineral-mineral yang tidakstabil (olivin dan piroksin) pada batuan ultra basa, menghasilkan Mg, Fe,Ni yang larut; Si cenderung membentuk koloid dari partikel-partikel silikayang sangat halus. Didalam larutan, Fe teroksidasi dan mengendap sebagaiferri-hydroksida, akhirnya membentuk mineral-mineral seperti geothit,limonit, dan haematit dekat permukaan. Bersama mineral-mineral ini selaluikut serta unsur cobalt dalam jumlah kecil.Larutan yang mengandung Mg, Ni, dan Si terus menerus kebawah selamalarutannya bersifat asam, hingga pada suatu kondisi dimana suasana cukupnetral akibat adanya kontak dengan tanah dan batuan, maka ada kecenderunganuntuk membentuk endapan hydrosilikat. Nikel yang terkandung dalam rantaisilikat atau hydrosilikat dengan komposisi yang mungkin bervariasi tersebutakan mengendap pada celah-celah atau rekahan-rekahan yang dikenal denganurat-urat garnierit dan krisopras. Sedangkan larutan residunya akanmembentuk suatu senyawa yang disebut saprolit yang berwarna coklat kuningkemerahan. Unsur-unsur lainnya seperti Ca dan Mg yang terlarut sebagaibikarbonat akan terbawa kebawah sampai batas pelapukan dan akan diendapkansebagai dolomit, magnesit yang biasa mengisi celah-celah atau rekahan-rekahan pada batuan induk. Dilapangan urat-urat ini dikenal sebagai bataspetunjuk antara zona pelapukan dengan zona batuan segar yang disebut denganakar pelapukan (root of weathering).Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan bijih nikel laterit ini adalah:a. Batuan asal. Adanya batuan asal merupakan syarat utama untukterbentuknya endapan nikel laterit, macam batuan asalnya adalah batuanultra basa. Dalam hal ini pada batuan ultra basa tersebut: - terdapatelemen Ni yang paling banyak diantara batuan lainnya - mempunyai mineral-mineral yang paling mudah lapuk atau tidak stabil, seperti olivin dan

Activity (101)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nandy Raya liked this
Harvi Selaludihati added this note|
jelaskan peroses daur geologi???
Muh Akbar Yusuf liked this
Dewi Ratna Sari liked this
Hendra Manurung liked this
swtgtl liked this
Ijank Fredya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->