Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penyakit Yg Dpt Dicegh Imunisasi

Penyakit Yg Dpt Dicegh Imunisasi

Ratings: (0)|Views: 1,431|Likes:
Published by nami_yha6397

More info:

Published by: nami_yha6397 on Sep 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/09/2012

pdf

text

original

 
Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah denganImunisasi
1. Tuberculosis
a. Definisi :
Penyakit Tuberkulosis: adalah penyakit menular langsung yang disebabkan olehkuman TB (Mycobacterium Tuberculosis), sebagian besar kuman TB menyerangParu, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya.Kuman Tuberkulosis :Kuman ini berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu taha terhadap asam pada pewarnaan, Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA), kumanTB cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh kuman ini dapatDormant, tertidur lama selama beberapa tahun.
b. Insiden
Tiap tahun terdapat 583.000 kasus TBC di Indonesia. Secara nasional, TBCmembunuh kira-kira 140.000 orang setiap tahun.Setiap hari 425 orang meninggal akibat TBC di Indonesia.Indonesia merupakan penyumbang kasus TBC ke-3 di Dunia, setelah RRC dan India.Tingkat resiko untuk terserang TBC di Indonesia berkisar antara 1,7 % - 4,4 %( menurut data 1972-1987 ). Sekitar ¾ pasien TBC di Indonesia tergolong dalam usia produktif.
c. Etiologi
Penyebab TB paru adalah Mycobacterium Tuberculosis sejenis kuman berbentuk  batang dengan ukuran panjang 1-4 mm, tebal 0,3-0,6 mm sebagian besar kumanterdiri dari asam lemak/lipid. Lipid ini yang membuat kuman lebih tahan terhadapasam. Sifat kuman ini adalah aerob dan tidak tahan terhadap sinar matahari. Ada beberapa jenis kuman ini yang patogenik.1
 
d. Gejala Klinik 
Manifestasi klinik TB mungkin belum muncul pada infeksi awal dan mungkin tidak akan pernah timbul apabila tidak terjadi infeksi aktif. Apabila timbul infeksi aktif pasien biasanya memperlihatkan:- Demama, biasanya pagi hari- Malese- Keringat malam- Hilangnya nafsu makan dan penurunan berat bada- Batuk purulen produktif disertai nyeri dada sering timbul pada infeksi aktif 
 
e. Penatalaksanaan
- Pengobatan untuk individu dengan TB aktif memerlukan waktu lama karena basil resisten terhadap sebagian besar antibiotic dan cepat bermutasi apabilaterpajan antibiotic yang semula masih efektif. Saat ini terapi untuk pasien denganinfeksi aktif adalah kombinasi empat obat dan berlangsung paling kurang 9 bulandan biasanya lebih lama. Apabila pasien tidak berespons terhadap obat-obatantersebut, maka obat dan protocol pengobatan lain akan dicoba.- Individu yang memperlihatkan uji kulit tuberculin positif setelah sebelumnyanegative biasanya mendapat antibiotic selama 6-9 bulan untuk membantu responsimunnya dan meningkatkan kemungkinan eradikasi basil total.
f. Komplikasi
- Pneumonia (radang parenkim paru)- Efusi pleura (cairan yang keluar ke dalam rongga pleura)- Pneumotorak (adanya udara dan gas dalam rongga selaput dada)2
 
- Empiema- Lasingitis- Menjalar ke organ lain (spt, usus)
KOMPLIKASI LANJUT
- Obstruksi jalan napas
SOPT (Sindrom Obstruksi Pasca Tuberkulosis)- Kerusakan parenkim berat
SOPT/Fibrosis Paru- Amiloi dosis- Karsinoma paru- Sindrom Gagal Napas (Dewasa (ARDS)
2. Difteri
a.
 Defenisi
Difteri adalah suatu infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri penghasil
toksin
(racun)
Corynebacterium diphtheriae
.Beberapa tahun yang lalu, difteri merupakan penyebab utama kematian pada anak-anak. Saat ini, di negara berkembang, difteri jarang ditemukan karena vaksin difteritelah digunakan secara meluas.Biasanya penyakit ini menyerang saluran pernafasan (terutama
laring 
, amandel dantenggorokan); tetapi bisa juga menyerang kulit dan toksin yang dihasilkan bisamenyebabkan kerusakan pada saraf dan jantung.
b. Insiden
Penderita difteri umumnya anak-anak, usia di bawah 15 tahun. Selama permulaan pertama dari abad ke-20, difteri merupakan penyebab umum dari kematian bayi dananak-anak muda. Pada tahun 2000, di seluruh dunia dilaporkan 30.000 kasus dan3.000 orang diantaranya meninggal karena penyakit ini. Dilaporkan 10 % kasusdifteri dapat berakibat fatal, yaitu sampai menimbulkan kematian.3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->