Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
(3) Belajar Merebut Kekuasaan - Pemilu Dan Politik HAM

(3) Belajar Merebut Kekuasaan - Pemilu Dan Politik HAM

Ratings: (0)|Views: 4,025|Likes:
Published by redmundo99
Buku Belajar Merebut Kekuasaan (FBBPR - Praxis)
Buku Belajar Merebut Kekuasaan (FBBPR - Praxis)

More info:

Published by: redmundo99 on Sep 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2012

pdf

text

original

 
393
 
Gerakan Korban dan Politik Elektoral
Simon
1
Kebersamaan untuk mewujudkan keadilan adalah mutlak,karena kemanusiaan bukanlah perjuanganuntuk sekelompok orang…”
Suciwati (istri Alm. Munir),
Pengantar
T
elah beberapa kali kepemimpinan politik di Indonesiaberganti sejak reformasi 1998. Keruntuhan rejim otoritarianOrde Baru yang diharapkan menghasilkan perubahanpolitik yang mengakomodasi suara korban dan rakyat tertindassecara umum hingga saat ini masih merupakan harapan yangmasih tak terwujudkan. Hingar bingar pergantian kepemimpinanpolitik tampaknya selalu alpa pada suara-suara yang melahirkanreformasi itu sendiri. Penegakan keadilan yang sejatinya
1 Penulis adalah anggota Badan Pengurus Nasional Ikatan Keluarga Orang Hilang.
 
394
 
Pemilu dan Politik HAM
merupakan landasan utama reformasi tetap masih berupa slogandan janji kosong.Di ranah penegakan HAM, kondisi serupa juga terjadi.Dengan berdalih bahwa kejahatan yang dilakukan oleh negarapada rezim yang lalu merupakan kecelakaan atau “ekses” darikekuasaan yang tidak terkontrol, pengabaian atas kewajibannegara kepada rakyat dan khususnya korban terus dilakukan.Bahkan dalam kasus yang masih hangat, tragedi pembunuhanaktivis HAM Munir, pengabaian atau rantai kekebalan tetapterjadi dengan dibebaskannya Muchdi dari segala tuntutan.Kewajiban negara untuk menuntaskan kasus-kasuspelanggaran HAM masih merupakan hutang yang harus tetapditagih. Dalam kebutuhan inilah sebuah organisasi korban ataugerakan korban dituntut untuk hadir dalam upaya memberikantekanan dan tuntutan pada negara untuk melaksanakan kewajibandan hutangnya pada korban dan sejarah.Meskipun keadilan yang bermakna penghukuman bagipara pelaku masih belum terjadi, perkembangan positif, terutamadi ranah hukum formil dan reformasi institusi, juga menunjukkangrafik peningkatan. Ratifikasi berbagai kovenan hak asasi manusiadan reformasi TNI dilakukan walaupun tetap membutuhkandorongan dalam pelaksanaan secara konsisten. Dalam berbagaipandangan, kondisi ini digambarkan sebagai pembenahanpermukaan tanpa menyentuh esensi persoalan: menghadirkankeadilan bagi korban dan menghukum para pelaku.Memahami bahwa persoalan keadilan bagi korbantak terhindarkan dari dunia politik dan kekuasaan, kehadiranmekanisme elektoral, seperti yang terjadi pada tahun 1999 dan2004, menghadapkan korban pada satu realitas: mekanismeelektoral berhubungan langsung dengan keadilan yangdidambakan. Hadirnya para calon legislator atau presiden dari
 
395
 
Pemilu dan Politik HAM
pihak yang selama ini diduga merupakan orang yang harusbertanggungjawab atas pelanggaran HAM menimbulkankekhawatiran dan luka bagi korban. Tak heran dalam setiapmomen elektoral korban dan organisasi korban dihadapkan padatuntutan untuk bersikap. Korban, sebagaimana rakyat Indonesialainnya, dikondisikan untuk belajar dan memahami politikelektoral dan mencoba melihat setiap peluang yang tersedia bagihadirnya keadilan bagi korban.Sementara itu, seiring dengan berlangsungnya krisisekonomi yang ditandai dengan kejatuhan nilai rupiah di akhirtahun 2008 dan Pemilu 2009, wacana akan penuntasan kasuspelanggaran HAM semakin dipinggirkan. Hal ini terlihat dari kasuspenghilangan paksa 1997/1998 atau yang lebih dikenal dengansebutan penculikan aktivis yang hingga saat ini masih berkutatdi Panitia Khusus DPR. Bahkan disinyalir adanya politisasi yangdimainkan oleh kekuatan politik menjelang Pemilu.Tulisan ini mencoba memaparkan gerakan korbanpelanggaran HAM secara umum, dinamika yang terjadi dantantangan yang dihadapi serta agenda-agenda yang akan diusung kedepan. Secara khusus tulisan ini juga bermaksud menggambarkandinamika dan wacana yang mengemuka dalam hubungannyadengan dinamika politik nasional. Tulisan disarikan dari berbagaidokumen dan pengalaman IKOHI sebagai organisasi korban yangselama ini berkecimpung dalam pembangunan gerakan korban diIndonesia.
Membangun Gerakan Korban Melawan Impunitas
Gerakan korban yang selama ini lebih berposisi sebagaiobyek, kini saatnya untuk menjadi subyek sepenuhnya dalamupaya menagih keadilan. Meski banyak dari korban dan keluargakorban berangkat tanpa latarbelakang dan pemahaman politik,

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Niken Arumsari liked this
Fahrul liked this
Fahrul liked this
Oslan Purba liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->