Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
40Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dinamika Peradaban Islam

Dinamika Peradaban Islam

Ratings:

4.81

(47)
|Views: 30,267|Likes:
Published by A Khudori Soleh
Perkembangan peradaban dan pemikiran Islam termasuk pemikiran teologinya ternyata tidak lepas dari konteks politik dan kepentingan yang melingkupinya. Tulisan ini mendiskusikan persoalan tersebut
Perkembangan peradaban dan pemikiran Islam termasuk pemikiran teologinya ternyata tidak lepas dari konteks politik dan kepentingan yang melingkupinya. Tulisan ini mendiskusikan persoalan tersebut

More info:

Categories:Types, Research
Published by: A Khudori Soleh on Jul 07, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

 
DINAMIKA PERKEMBANGAN ISLAM: SEBUAH PENGANTAR
Oleh: A Khudori Soleh
**
Sejarah perkembangan Islam, termasuk di dalamnya norma,doktrin, dan peradaban masyarakatnya, sesungguhnya tidakberkembang secara “mandiri”, linier dan normative, melainkanberliku dan tidak lepas dari kondisi social politik yang mengintarinya.Karena itu, pembacaan kita terhadap Islam tidak dapat dilepaskandari konteks ini, meski tampaknya berisi doktrin, ajaran atau lainnyayang bersifat normative. Tulisan singkat ini akan mendiskusikanrealitas dinamika perkembangan Islam yang tidak lepas dari kontekstersebut.
Masa Khulafah al-Rasyidin
Masa Khulafah al-Rasyidin mulai oleh Abu Bakar yang berkuasatahun 632-634 M. Pemerintahan Abu Bakar yang singkat habis untukmenyelesaikan persoalan dalam negeri, terutama tantangan yangditimbulkan oleh suku-suku Arab yang tidak mau tunduk padaMadinah. Mereka menganggap bahwa perjanjian yang dilakukanhanya dengan Nabi, sehingga secara otomatis batal denganmeninggalnya Nabi. Abu Bakar menyelesaikan ini dengan apa yangdikenal sebagai perang
riddah
(perang melawan kemurtadan).Pemerintahan yang dijalankan Abu Bakar mengikuti apa yangterjadi pada masa Nabi, bersifat sentralistik, dimana kekuasaanlegislative, eksekutif dan yudikatif terpusat di tangan khalifah. AbuBakar sendiri yang diangkat khalifah dengan baiat menyebut dirinyasebagai
khalifah al-nabi
(pengganti nabi).
1
Umar ibn Khathab menggantikan Abu Bakar lewat penunjukanlangsung, berkuasa tahun 634-644 M. Masa ini ekspansi Islampertama terjadi. Syiria, Palestina, sebagian besar Persia dan Mesir jatuh dalam kekuasaan Islam. Luasnya wilayah kekuasaan memaksaUmar untuk membangun system pemerintahan dan administrasinegera. Dalam hal ini, ia mencontoh adiministrasi yang berkembangdi Persia. Administrasi pemerintahan dibagi menjadi 8 propinsi:Makkah, Madinah, Syiria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina dan Mesir.Departemen-departemen ditingkat pusat juga dibentuk, sepertikeuangan, pekerjaan umum dan pengadilan. Umar yang menyebutdirinya sebagai
amir al-mukminin
(komandan orang beriman) jugamembentuk
bait al-mal
, menempa mata uang dan menciptakan tahunhijrah, menerapkan system gaji dan pajak tanah. Dalam bidanghokum, untuk pertama kalinya system
ghanimah
(pembagian hartarampasan perang sesuai dengan ajaran al-Qur’an dan Sunnah) tidakdiberlakukan dan diganti dengan system gaji.
2
Ustman ibn Affan yang berkuasa setelah Umar dipilih dengansystem formatur yang terdiri atas 6 orang; Utsman, Ali, Thalhah,Zubair, Sa’ad ibn Abi Waqash dan Abd Rahman ibn Auf. Pada paruh
 
pertama kekuasaannya yang panjang, tahun 644-655 M, Ustmanmeneruskan politik Umar melakukan ekspansi ke luar. MenaklukkanArmenia, Tunisia, Cyprus, Rhodes dan yang tersisa dari wilayah Persia.Dalam keilmuan, Utsman pertama kali yang membukukan al-Qur’anyang dikenal dengan mushaf utsmani sampai sekarang, untukmembakukan system pembacaan al-Qur’an yang mulai berbeda-bedasaat itu sesuai dialek wilayah masing-masing.Akan tetapi, setelah itu, Utsman tampak mulai tidak dapatmengendalikan ambisi politik keluarganya (Bani Umaiyah) danmengangkat mereka sebagai pejabat-pejabat penting dan “basah”.Parahnya, Utsman juga mengklaim diri sebagai
khalifah Allah
(pengganti Allah) bukan
khalifah al-nabi
sebagaimana Abu Bakar,sehingga memberi kesan dictator dan berkuasa penuh. Perubahanpolitik Ustaman ini kemudian menimbulkan kekecewaan danketidakpuasan di kalangan shahabat dan kebanyakan masyarakat,sehingga melahirkan pemberontakan dan berpuncak padaterbunuhnya Utsman.
3
 Ali ibn Abi Thalib yang dibaiat setelah Utsman berkuasa tahun655-660 M. Masa pemerintahan Ali penuh dengan gejolak sebagaiwarisan dari system sebelumnya dan dampak kebijakan radikal yangditerapkan Ali. Ali memecat para gubernur yang diangkat Utsman,menarik kembali tanah-tanah yang dihadiahkan Utsman danmengembalikan kepada negara, menerapkan system pajak tahunandan menghilangkan tunjangan shahabat. Gejolak pertama adalahpemberontakan yang dilakukan Aisyah, Zubair dan Thalhah, sedangyang kedua pemberontakan yang dilakukan oleh Muawiyah ibn AbiSofyan, keluarga dan gubernur Syiria yang diangkat Utsman. Duapemberontakan ini memberikan dampak teologis yang serius. KetikaAisyah bertempur melawan Ali, sebagian shahabat seperti Abd Allahibn Umar tidak dapat mengambil sikap dan menyerahkankeputusannya kepada Allah, karena keduanya adalah keluarga Nabi.Aisyah adalah istri Nabi yang berarti
ummul al-mukminin
(ibunyaorang mukmin) sedang Ali adalah menantu dan orang yang sangatdekat dengan Nabi. Sikap abstain sebagian shahabat inilah yangkemudian berkembang menjadi
Murjiah
. Sementara itu,pertempuran Ali melawan Muawiyah melahirkan tiga aliran teologibesar dalam Islam. Mereka yang membela Ali kemudian menjadi
Syiah
, yang mendukung Muawiyah menjadi Jama’ah atau
Sunni
,sedang yang tidak puas dengan keduanya menjadi
Khawarij
.
4
Masa Pemerintahan Bani Umaiyah
Pemerintahan Bani Umaiyah berlangsung sekitar 90 tahun,tahun 661-750, berpusat di Damaskus, Syiria. Pada masa ini, ekspansidan penaklukan wilayah dilakukan secara besar-besaran. Muawiyahsebagai khalifah pertama ingin menyaingi Persia dan Romawi, duanegara adidaya saat itu. Ia melakukan penaklukan ke timur sampaiKabul, Afganistan, ke utara sampai Konstantinopel, Bizantium. Abd al-Malik, penggantinya, meneruskan serangan ke timur sampai India dan
2
 
Maltan, ke barat sampai Maroko dan Spanyol. Dengan keberhasilanini, wilayah kekuasaan Islam menjadi sangat luar biasa luas.Membentang mulai dari Spanyol di Eropa, Afrika utara, Syiria,Palestina, Jazirah Arab, Irak, Asia Tengah, Asia selatan sampai India.
5
 Selain ekspansi wilayah, Bani Umayah juga berhasilmembangun kebudayaan dan peradaban. Muawiyah mendirikan dinaspos lengkap dengan kuda dan peralatannya, menertibkan angkatanbersenjata, mencetak mata uang dan menjadikan hakim (
qadli
)sebagai jabatan profesi. Abd al-Malik, khalifah penggantinya,mencetak uang sendiri dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab,menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasipemerintahan, dan mendirikan panti orang cacat. Umar ibn Abd al-Aziz, penggantinya, menetapkan
al
-
Muwatha’ 
karya Imam Maliksebagai KUHP di wilayah Islam.
6
Akan tetapi, pada aspek social dan politik, Bani Umaiyah justrumewariskan masalah. Muawiyah menerapkan system strata socialyang berbeda dikalangan masyarakat. Ada 4 strata social yangdikenal saat itu, yaitu muslim arab, muslim non arab (
mawalî 
), nonmuslim dan budak. Muawiyah dan para penerusnya menghidupkankembali apa yang berusaha dihilangkan oleh Islam dan Nabi, yaitusystem budak sebagai dampak tidak langsung adanya penaklukan-penaklukan. Mereka juga mendahulukan muslim arab untuk jabatan- jabatan di pemerintahan dibanding kalompok lainnya, sehinggamuslim non arab merasa di nomorduakan. Diskriminasi social inikemudian memunculkan ketidakpuasan dan pemberontakan yangberpuncak pada tergulingkannya dinasti Muawiyah.
7
Khalifah al-WalidII (743-744 M) juga memisahkan tempat pertemuan antara laki-lakidan perempuan. Meski awalnya hanya pemisahan tempat pertemuan,tetapi kemudian berkembang menjadi pemisahan peran-peran publicdan lainnya yang pada akhirnya melahirkan adanya diskriminasi danbias gender di kalangan masyarakat muslim seperti yang kita lihatsekarang.Dari aspek politik, Muawiyah merubah tradisi pemerintahansebelumnya yang bersifat “musyawarah-domokratismenjadimonarkhi dengan meniru system suksesi di Romawi dan Persia.Karena itu, meski tetap memakai gelar khalifah, mengikuti Utsman,Muawiyah mengklaim dirinya sebagai
khalifah
 
 Allah
(pengganti Allahdi bumi atau penguasa yang diangkat Allah), bukan khalifah al-Nabiatau yang lain. Perubahan system politik ini dimulai ketikamengangkat anaknya, Yazid, sebagai penggantinya. Untukmelaksanakan ini, Muawiyah menggunakan segala cara.
Pertama
,kekerasan politik dan fisik. Ia memaksa seluruh rakyatnya bersumpahsetia kepada Yazid. Yazid sendiri juga memaksa para shahabat diMadinah untuk berbaiat kepadanya. Husein ibn Ali, cucu Nabi, yangmenolak berbaiat di perangi di Karbala, Iraq. Tragedi terbunuhnyaHusein di Karbala inilah yang kemudian melahirkan tradisi
assyura
dikalangan Syiah sampai sekarang.
8
 
Kedua
, menggunakan bahasaagama. Antara lain, membuat doktrin teologi
 Jabariyah
. Teologi ini
3

Activity (40)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
aryg_4 liked this
Syafrida Al Rumaisah added this note
gimana ya donlot nya
Zoel Firman liked this
Firda Al-Firdaus liked this
Nierry Cweriwiss liked this
Jufri Anda liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->