Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Islamisasi Ilmu Pengetahuan

Islamisasi Ilmu Pengetahuan

Ratings: (0)|Views: 539 |Likes:

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Irwan Malik Marpaung on Sep 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

 
1
 
ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN(
 Islamization of Knowledge
)
 A.
 
Prolog
Pandangan hidup atau
worldview
1
, pendidikan dan ilmu pengetahuan adalahtiga faktor penting dalam pembentukan sebuah peradaban. Kaitan antara ketiga faktor tersebut merupakan
vicious circle
(lingkaran setan). Artinya pandangan hidup dapatlahir dan berkembang dari akumulasi ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui proses pendidikan. Sebaliknya bentuk pendidikan dan corak ilmu pengetahuan yangdiajarkan juga ditentukan oleh karakter pandangan hidup suatu bangsa atau peradaban. Dalam hal ini E.G Guba dan Y.S. Lincoln menyatakan bahwa:
³the basicbelief system or worldview guides not only in choices of method but in ontologicallyand epistemologically fundamental ways.´
Pernyataan ini sebenarnya mengungkaprahasia mengapa ilmu itu
value laden
atau tidak bebas nilai.
2
 
1
Secara awam
worldview
atau pandangan hidup sering diartikan filsafat hidup. Setiapkepercayaan, bangsa, kebudayaan atau peradaban dan bahkan setiap orang memiliki
worldview
masing-masing. Maka dari itu jika
worldview
diasosiasikan kepada suatu kebudayaan maka spektrummaknanya dan juga termanya akan mengikuti kebudayaan tersebut. Lihat: Hamid Fahmy Zarkasyi,³Worldview Sebagai Asas Epistemologi Islam´
 ,
 
 ISLAMIA,
Majalah Pemikiran dan Peradaban Islam,THN II No.5 April-Juni 2005, hal 10-20., Prof. Alparslan mengartikan
worldview
sebagai asas bagisetiap perilaku manusia, termasuk aktifitas-aktifitas ilmiyah dan teknologi. Setiap aktifitas manusiaakhirnya dapat dilacak pada pandangan hidupnya, dan dalam pengertian itu maka aktifitas manusiadapat direduksi menjadi pandangan hidup. (
the foundation of all human conduct, including scientificand technological activities. Every human activity is ultimately traceable to its worldview, and as suchit is reducible to that worldview
. Alparslan Acikgence, "The Framework for A history of IslamicPhilosophy",
 Al-Shajarah
, Journal of The International Institute of Islamic Thought and Civlization,(ISTAC, 1996, vol.1. Nos. 1&2, 6). Dari definisi di atas setidaknya kita dapat memahami bahwa
worldview
adalah identitas untuk membedakan antara suatu peradaban dengan yang lain. Dan dapatkita mengerti bahwa
worldview
melibatkan aktifitas epistemologis manusia, sebab ia merupakan faktor  penting dalam aktifitas penalaran manusia.
2
Al-Attas,
 Risalah Kaum Muslimin
, International Institute of Islamic Thought andCivilization, 2000, hal. 49-50.
 
2
 
Pandangan hidup yang memiliki elemen kepercayaan terhadap Tuhan,misalnya, sudah tentu akan menerima pengetahuan non-empiris. Sebaliknya pandangan hidup yang mengingkari eksistensi Tuhan akan menafikan pengetahuannon-empiris dan pengetahuan spiritual lainnya. Demikian pula pandangan hidup ateisakan menganggap sumber pengetahuan moralitasnya hanyalah sebatas subyektifitasmanusia dan bukan dari Tuhan.
3
Dalam Islam, ilmu pengetahuan terbentuk dan bersumber dari pandangan hidup Islam, yang berkaitan erat dengan struktur metafisika dasar Islam yang telah terformulasikan sejalan dengan wahyu, hadith, akal, pengalaman dan intuisi.
4
Pembentukan itu sudah tentu melalui proses pendidikan. Namun, karena pengaruh pandangan hidup Barat melalui Westenisasi dan globalisasi pendidikan Islam kehilangan perannya dalam mengaitkan ilmu pengetahuan dengan pandangan hidup Islam.Sehubungan dengan masalah ini, berikut akan dibahas islamisasi yang digagasoleh Syed Muhammad Naquib al-Attas, seorang cendikiawan Muslim asal Malaysiayang kini banyak dirujuk oleh cendikiawan Muslim Indonesia. Ia dikenal karenakritiknya atas bangunan epistemologi yang telah terbangun dalam tradisi intelektualIslam maupun Barat. Al-Attas menyadari bahwa ³virus´ yang terkandung dalam IlmuPengetahuan Barat modern-sekuler merupakan tantangan yang paling besar bagikaum Muslimin saat ini. Dalam pandangannya, peradaban Barat modern telahmembuat ilmu menjadi problematis.
5
 
3
Lihat Thomas F Wall,
hinking About Philosophical Problem
, Wadsworth, ThomsonLearning, United States, hal. 126-127
4
al-Attas,
 A Commentary on the Hujat al-siddiq of Nur al-Din al-Raniry: being an expositionof the salient point of distinction between the position of the theologians, the philosophers, the Sufi danthe pseudo-Sufi on the ontological relationship between God and the world and related questions,
Ministry of Education and Culture, Kuala Lumpur, 1986, 464-465.
5
Al-Attas juga menjelaskan bahwa; Westernisasi ilmu tidak dibangun di atas Wahyu dankepercayaan agama. Namun dibangun di atas tradisi budaya yang diperkuat dengan spekulasi filosofisyang terkait dengan kehidupan sekular yang memusatkan manusia sebagai makhluk rasional.Akibatnya, ilmu pengetahuan dan nilai-nilai etika dan moral, yang diatur oleh rasio manusia, terus
 
3
 
B
.
 
Islamisasi Ilmu Pengetahuan (
 Islamization of Knowledge
)
 ³Sekularisasi ilmu pengetahuan´ menjadi fondasi utama dalam sepanjangsejarah peradaban Barat modern. Dengan adanya sekularisasi ilmu pengetahuan,sedikit demi sedikit akan memisahkan jarak antara ilmu dengan agama, melenyapkanwahyu sebagai sumber ilmu, dan juga memisahkan wujud dari yang sakral. Selain itusekularisasi ilmu juga telah menjadikan rasio sebagai basis keilmuan secara mutlak,dan mengaburkan maksud serta tujuan ilmu yang sebenarnya, menjadikan keraguandan dugaan sebagai metodologi ilmiah. Sebagai solusi menghadapi krisisepistemologi yang sedang melanda segala bentuk pemikiran dan juga sebagai jawaban dari berbagai tantangan yang muncul dari hegemoni westernisasi ilmu, makalahirlah gagasan islamisasi ilmu pengetahuan.Islamisasi ilmu pengetahuan adalah wacana yang cukup ramai diperdebatkanoleh sebagian pemikir Islam. Dalam bahasa Arab Islamisasi ilmu disebut sebagai
³Islamiyyat al-Ma¶rifat´
dan dalam bahasa Inggris disebut sebagai
³Islamization of  Knowledge´
. Gagasan islamisasi ilmu pengetahuan ini, mulai ramai diperbincangkan pada tahun 1970-an. Pada tahap perkembangan mutakhirnya, model islamisasi ilmu pengetahuan yang diajukan oleh berbagai sarjana Muslim dari berbagai disiplin ilmu, bisa dibedakan baik dari sisi pendekatan dan konsepsi dasarnya. Terlebih pula jikamelihat konstruk ilmu pengetahuan yang merupakan
output 
dari pendekatan dankonsepsi dasar tersebut.Usaha islamisasi ilmu pada dasarnya telah terjadi sejak masa Rasulullah sawdan para sahabatnya, yang waktu itu diturunkan Al-Quran dengan bahasa Arab,sehingga dengannya mampu mengubah watak serta pandangan hidup (
worldview
) dan
menerus berubah.Lihat definisi Syed Muhammad Naquib al-Attas mengenai µperadaban Barat¶ dalamkaryanya
 Islam
 
and Secularism
(Kuala Lumpur: ISTAC, edisi kedua, 1993), 133-35, selanjutnyadiringkas
 Islam and Secularism
.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->